Friday, January 28, 2011

A Short Trip to Langkawi

Saya terbangun karena suasana airport yang mulai ramai. Saat itu masih pukul 6 pagi. Saya langsung menuju surau untuk sholat subuh. Pesawat saya baru akan take off pukul 10 pagi sehingga counter check in baru dibuka pukul 8. Jeda waktu yang cukup lama ini saya manfaatkan untuk tidur lagi. Tapi pindah ke dalam dekat counter check in. Hehe...

Pukul 8 saya menuju kounter pemeriksaan dokumen. Di LCCT, kounter ini terletak di pintu masuk dekat pemeriksaan X-Ray. Para penumpang yang sudah melakukan web check in dan hanya membawa bagasi kabin, bisa langsung menuju kounter ini. Setelah melewati X-Ray, saya menunggu boarding di ruang tunggu keberangkatan.
Ruang Tunggu Keberangkatan LCCT
Pukul 10 pesawat saya pushback, taxi menuju runway 32 Right dan take off. Pagi itu saya sarapan nasi lemak di pesawat. Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Langkawi memakan waktu sekitar 1 jam.

Sekitar pukul 11, pesawat saya landing di Langkawi International Airport. Saya langsung mencari tourist map di dalam bangunan terminal. Kemudian saya menuju bagian tourist information untuk update informasi. Rencananya, saya ingin naik cable car dan ke Pantai Cenang. Menurut kakak di bagian tourist information, untuk menuju cable car, saya bisa menyewa mobil, sepeda motor atau naik taksi. Tidak ada transportasi umum di Langkawi. Jadi pilihan transportasi hanya itu. Akhirnya saya memilih untuk menyewa sepeda motor saja. Alasannya, menyewa mobil jelas pemborosan karena saya berpergian sendiri. Sementara naik taksi jelas sangat mahal.
Langkawi International Airport Terminal Building
Tidak sulit untuk mencari tempat penyewaan sepeda motor karena begitu keluar pintu kedatangan, kita akan langsung ditawari. Biaya sewa yang saat itu ditawarkan adalah 50 MYR sehari dan sepertinya masih bisa ditawar. Akan tetapi saat itu saya sedang kurang beruntung. Ternyata stok motor mereka sedang habis. Jadi satu-satunya cara mengelilingi Langkawi hanya dengan menggunakan taksi. Kemudian saya kembali masuk ke dalam dan berpikir tentang itinerary. Apakah sebaiknya tetap ke tempat cable car berada atau hanya ke Pantai Cenang saja. Akhirnya saya putuskan untuk mempertahankan itinerary, yakni menuju cable car dan ke Pantai Cenang.

Sebelum menuju kounter taksi, saya mengecek barang-barang berharga saya. Alangkah kagetnya saya ketika mendapati bahwa kartu kredit saya tidak ada. Padahal sebelum berangkat ke Malaysia, saya baru saja membayar tagihan sehingga limit-nya maksimum. Saya lemas seketika. Takut kalau kalau kartu kredit saya ditemukan oleh orang jahat. Saya segera menelepon call centre bank saya di 14XXX. Tapi tidak bisa tersambung. Mungkin memang nomor tersebut tidak bisa dihubungi dari luar negeri. Akhirnya saya hanya bisa pasrah dan berharap kartu saya tidak disalahgunakan.

Notes : Setelah saya ingat-ingat kronologis kejadiannya, kemungkinan kartu saya dicuri orang sangat kecil. Kartu saya hampir tidak mungkin dicuri karena saya letakkan di tempat yang selalu dalam pengawasan saya. Kartu tersebut saya jadikan satu dengan dokumen-dokumen penting seperti tiket dan paspor. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara penyimpanan barang-barang berharga saya. Saya biasa menyimpannya di banyak tempat untuk me-minimize risiko kehilangan semuanya. Khusus untuk barang yang “sangat” berharga (amit-amit jangan sampai hilang) seperti paspor, kartu ATM dan kartu kredit, saya biasa menyimpannya di suatu tempat yang selalu dalam pengawasan saya. Nah, berhubung saya berkali-kali mengeluarkan paspor untuk pemeriksaan dokumen, kemungkinan besar kartu kredit saya terjatuh saat paspor saya keluarkan.

Saran saya, jika saat traveling sering menggunakan pesawat terbang (saat itu dalam 4 hari saya terbang 5 kali), sebaiknya paspor tidak dijadikan satu dengan barang-barang berharga lainnya. Paspor memang barang berharga, tapi karena sering dikeluarkan untuk pemeriksaan dokumen, sebaiknya diletakkan tersendiri di tempat lain yang juga dalam pengawasan kita.

Setelah bisa menenangkan diri, saya menuju kounter taksi. Tarif menuju cable car adalah 24 MYR dan dibayarkan di kounter tersebut. Taksi di Langkawi tidak menggunakan argo. Tapi tarifnya fixed. Perjalanan menuju cable car memakan waktu sekitar 20 menit. Setelah sampai di pintu masuk cable car, saya terkejut dan kecewa sekali. Ternyata cable car sudah tiga hari tidak beroperasi karena sedang maintenance. Langkawi Cable Car memang selalu tutup selama seminggu setiap bulannya untuk maintenance. Akhirnya saya melanjutkan perjalanan menuju Pantai Cenang dengan membayar 26 MYR. Jadi total saya mengeluarkan 50 MYR untuk menuju Pantai Cenang. Padahal kalau dari airport langsung ke Pantai Cenang, tarifnya hanya 18 MYR saja.

Notes : Saya setuju bahwa keamanan adalah prioritas dan saya tidak menyesal tidak jadi naik cable car. Saya juga melakukan kesalahan karena tidak sempat mengecek jadwal maintenence Langkawi Cable Car sebelum berangkat ke Malaysia. Yang sangat saya sesalkan adalah kenapa informasi sepenting ini tidak disampaikan ketika saya bertanya-tanya tentang cable car di bagian tourist information di bandara. Kalau baru hari itu tidak beroperasi, saya masih maklum. Masalahnya ini sudah hari ketiga tidak beroperasi. Dan maintenance ini sudah terjadwal. Kenapa informasi sepenting itu tidak disampaikan? Hmmm... Mungkin mereka kurang koordinasi. Ya sudahlah....

Akhirnya saya sampai juga di Pantai Cenang. Saya diturunkan di Malibest Resort dan langsung menuju pantai. Suasana pantai saat itu lumayan ramai. Mayoritas turis asing. Saya menyusuri pantai di sisi kiri saya untuk menuju tulisan raksasa “Langkawi Permata Kedah”. Kemudian saya kembali ke arah Malibest Resort. 
Pantai Cenang

Langkawi Permata Kedah
Saya tidak kembali menuju jalan raya, melainkan terus berjalan menyusuri pantai hingga sampailah saya di sisi pantai yang sudah cukup dekat dengan runway Langkawi Airport dan agak sepi. Pemandangan di sini membuat saya melupakan kekesalan saya hari ini. Perfect.
Jellyfish

Salah satu resort mewah di Pantai Cenang

Cenang Beach
Setelah melepas lelah dan bersantai sejenak, saya kembali ke jalan raya, belok kanan dan berjalan menyusuri toko-toko souvenir yang ada di kanan kiri jalan. Saya sempat membeli Milo 1 Liter di salah satu mini market. Saat melewati Underwater World, saya sempat tergoda untuk masuk. Tapi setelah melihat harga tiketnya, saya mengurungkan niat saya. Tiket untuk dewasa sebesar 38 MYR dan anak-anak 28 MYR. Khusus untuk turis lokal, harga tiketnya 10 MYR lebih murah.
Souvenirs Shop

Underwater World
Saya  melanjutkan jalan kaki hingga menemui persimpangan jalan, kemudian saya belok kanan dan berjalan terus sampai menemukan pantai lagi, Pantai Tengah. Di pantai ini juga banyak terdapat turis, tapi tidak seramai di Pantai Cenang. Saya mampir ke cafe yang ada di pinggir pantai serta memesan ice cream dan orange juice.
Pantai Tengah
Menjelang petang, saya beranjak meninggalkan Pantai Tengah dan menuju jalan raya untuk kembali ke airport. Saya menggunakan taksi menuju airport dengan tarif 18 MYR. Sampai di airport masih pukul 7 malam. Sementara flight saya dikabarkan delay dari pukul 10 malam menjadi pukul 11 malam. Jeda waktu yang cukup lama ini saya manfaatkan untuk berkeliling Skymall yang berada di area airport. Saya juga mencoba lagi menelepon bank penerbit kartu kredit saya lagi. Kali ini ke nomor +62215299XXXX dan ternyata tersambung. Saya segera memblokir kartu saya dan syukurlah, tidak ada transaksi yang mencurigakan.
Skymall at Langkawi Airport
Sebenarnya perut saya mulai terasa lapar karena belum makan siang. Tapi saya tahan karena saya sudah terlanjur memesan makanan di pesawat. Untuk mengganjal perut, saya membeli jagung.

Pukul 9 kounter cek in untuk penerbangan saya dibuka. Sebelum menuju kounter cek in, semua bagasi harus melewati pemeriksaan customs. Semua penumpang, baik internasional maupun domestik, harus melewatkan bagasinya ke dalam mesin X-Ray. Hal ini karena status Langkawi yang merupakan pelabuhan bebas. Jika ada barang yang melebihi kuota dibawa keluar Langkawi menuju daerah Malaysia lainnya, akan dikenakan cukai. Saya tidak melewati pemeriksaan ini karena saya hanya membawa bagasi kabin.
Customs Check
Di Langkawi Airport, kounter pemeriksaan dokumen untuk penumpang yang sudah melakukan web check in dan hanya membawa bagasi kabin, menjadi satu dengan penumpang yang belum cek in. Jadi tidak ada privilage sama sekali. Setelah urusan pemeriksaan dokumen selesai, saya segera masuk ke ruang tunggu dan melewati pemeriksaan X-Ray lagi. Saya sempat diminta membongkar tas saya karena ada barang yang dicurigai. Tapi ternyata barang yang dimaksud adalah kompas. Setelah menunggu sekitar satu jam, pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur landing. Beberapa menit kemudian penumpang tujuan Kuala Lumpur diminta boarding. Sekitar pukul 11 malam, pesawat take off menuju Kuala Lumpur.

Di perjalanan, akhirnya saya bisa menikmati makan malam. Saat itu saya memesan chicken satay. Porsinya lumayan besar dan mengenyangkan. Selepas tengah malam, pesawat landing di Kuala Lumpur International Airport LCC Terminal. Begitu pesawat berhenti sempurna, saya langsung turun dan menuju domestic arrival hall. Setelah itu? Tentu saja saya mencari kursi favorit saya dan tiduurrrr......

To be continued...

13 comments:

  1. cuman sehari di langkawi? kalo buat lama2 enak ga yah...

    ReplyDelete
  2. Sayangnya cuma sehari. sebenernya kalau mau ke Langkawi, efektifnya skitar 3hari. sharian muterin Langkawi n sisanya bwt explore pulau2 kecil di skitar Langkawi.

    ReplyDelete
  3. liat foto2nya kok keliatan biasa kayak di Indo, mungkin yg bikin lain krn kita pergi ke luar negeri? Jangan bete sama komen saya, kan cuma berdasarkan foto. Mungkin kalo saya kesana, saya bakal seneng banget....

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas masukannya. saya memang masih tergolong amatir dalam dunia fotografi. foto-foto di atas cuma hasil jepretan kamera poket saja dan tidak melalui proses editing sama sekali. satu hal, Indonesia tanah air saya, dan bukan negara yang biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  5. salam kenal.. jemput2 singgah blog hamba (Aku Sebutir Pasir) kalau berminat nak membaca pengalaman hamba travel ke 45 buah negara.. :)

    ReplyDelete
  6. I've just started reading your blog. It really inspired me. I wish I could realize that. Studying abroad and travelling around the europe. Haha... Nice blog.

    Salam perkenalan dari Indonesia.

    ReplyDelete
  7. hi, kebetulan cari info tentang langkawi nemu blog ini ^^ mau nanya, jadwal maintenance cable car-nya itu emang ga pasti per tanggal berapa gitu ya. abis liat di web nya, cm ada sampe desember, padahal rencana kesana masi 2012. takut kejadiannya ntar sama.. soalnya paling cm sehari jg, dari KL sabtu pagi, trus pulang ke KL lagi sorenya.
    dulu kok sempat berpikir naik motor, emangnya jarak airport-cable car-pantai cenang ga jauh ya?

    thanks

    ReplyDelete
  8. Hello Livya... Saya barusan liat web-nya. memang jadwal maintenance baru sampe akhir taon ini aja. Tp kalo ngliat tren-nya, rata2 maintenance antara minggu pertama sampe minggu ketiga. Kcuali bulan April yang sampe minggu keempat. Sepertinya saat itu sedang ada masalah karena maintenance sampai 2 kali dgn wktu total sampai 2 mnggu. Ini hanya tren saja. Jadi tetap ada faktor gambling-nya. Cable Car ini jadi salah satu alasan saya ke Langkawi. jadi kemarin saya lumayan kecewa juga nggak bisa naik.

    Kenapa cuma sehari? di sekitar Langkawi kan banyak pulau kecil yg sayang dilewatkan. Kalau di pantai barat Malaysia, sepertinya pantai di Langkawi yg paling indah. di sana juga banyak turis mancanegaranya. Jadi bener2 kerasa liburannya. Tapi masih kalah indah dibandingkan pantai timur Malaysia seperti Tioman Island dan Perhentian Island.

    Di sana nggak ada transportasi umum. jadi pilihan transportasi cuma taksi, mobil, motor atau sepeda. Jarak antara airport dengan pantai Cenang sangat dekat. Di ujung runway bandara itu sudah masuk area Pantai Cenang. Tp untuk menuju ke sana, kita harus memutari runway dulu. Jadi nggak mungkin jalan kaki.

    Kalau airport ke cable car agak jauh, skitar 20 menit naik taksi dan letaknya berlawanan dgn jalur menuju Pantai Cenang. di perjalanan menuju cable car, ada teluk yang jadi tempat parkir yacht2 mewah.

    Letak tempat2 menarik di Langkawi memang agak berjauhan dan tdk bisa diakses dgn berjalan kaki, tapi masih bisa dijangkau dgn motor kq. kalo cuma jalan sndiri atau berdua, kayaknya paling enak sewa motor.

    Oia, jgn tertipu sama peta Langkawi yaa... di peta yg kemarin saya dapat, nggak ada skalanya. dan ternyata skalanya kecil sekali. jadi saya jg sempat tertipu mngenai estimasi jarak. di peta terlihat bersebelahan, ternyata bisa 100 meter lebih.

    ReplyDelete
  9. halo mas, sy iseng2 neh book buat taon depan yg tiket murmer kmaren, sy ngincer langkawi krn pgn coba sky bridge nya nih.... wah sy kbagian bulan april tgl >20 yg maintenance panjang ya :(

    kalau lihat schedule, april kmaren brarti tgl saya kena, tp utk yg agustus bsok biar 2 minggu tapi tgl >20 aman, mudah2an pas sya ksana sudah beroperasi, liat website ny memang mereka mengutamakan safety :)

    o ya, kalau ikut tour pulau2 di sekitar, itu mirip2 sperti ambil tour pulau kaya di phuket y? sy sengaja booking agak lama biar bisa ekspore pulau2nya

    ReplyDelete
  10. wah, jadi 2 kali ke Langkawi ya? Agstus thn ini dan April thn depan? Saya jadi ngiri. hehe... ;)

    Ya gimanapun klo pesen jauh2 hari tetep musti gambling. Dan saya sering kalah. Dilihat dari jumlah tiket yg hangus lebih banyak drpd yang realized. hehe...

    yupz... mirip2 sama di Phuket. Have a good trip ;)

    ReplyDelete
  11. bukan, yg agustus maksud nya itu masa2 maintenance panjang cable car nya, dalam setahun april & agustus aja kan yg ampe 2 minggu :D

    iy mas, harus siap2 nge-gambling ya, soalnya tiket nya aja juga harga gambling :D

    ReplyDelete