Tuesday, November 2, 2010

One Day Trip to Singapore

Ini bukanlah kunjungan pertama saya ke Singapore. Tapi di antara kunjungan-kunjungan sebelumnya, kunjungan inilah yang paling komplit, baik dari segi alat transportasi maupun tempat-tempat yang dikunjungi.

Saya berangkat dari Jakarta pada hari Sabtu pukul 9 malam. Penerbangan dari Jakarta menuju Singapore ditempuh dalam waktu satu setengah jam. Dan waktu Singapore lebih cepat satu jam dari waktu Jakarta. Sekitar pukul 11.30pm waktu Singapore, pesawat saya mendarat di Changi AirportKarena sudah hampir tengah malam, saya langsung mencari tempat untuk tidur. Untunglah Changi Airport bersahabat untuk turis-turis kere macam saya yang tidak mampu(rela?) mengeluarkan uang untuk menginap di Transit Hotel. Di seluruh sudut Changi Airport, baik Terminal 1, 2 maupun 3(kecuali Budget Terminal), banyak disediakan sofa yang nyaman untuk ditiduri. Lantainya pun beralaskan karpet tebal sehingga kita bisa ngemper dengan nyaman. Hehe... Khusus di Terminal 3, terdapat kursi malas seperti yang di tepi pantai. Saya memilih tidur di lantai saja karena bisa telentang. Sepanjang malam, di bandara diputarkan lagu-lagu berirama lembut sehingga membuat saya lekas terbawa ke alam mimpi.

Note : "Tempat tidur" yang saya ceritakan di atas, berada di transit area, lantai terminal keberangkatan (Tapi saya ralat di sini). Jadi lokasinya adalah sebelum kita turun ke lantai kedatangan dan immigration clearence. Sementara di luar tidak ada tempat yang nyaman untuk kita bermalam kecuali lantai keberangkatan Terminal 3(depan loket check in). Di tempat tersebut terdapat bangku panjang yg cukup nyaman untuk kita tiduri.

Pukul 4 pagi alarm saya berbunyi. Sudah waktunya sahur nieh... Kebetulan perjalanan saya kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Saya bergegas mencari kedai fastfood untuk makan sahur. Di Terminal 2, kedai ini berada satu lantai di atas Terminal Keberangkatan. Saya memilih sahur di Burger King. Karena di antara kedai yang lain di area tersebut, Burger King yang paling murah. Kemudian saya menuju toilet untuk cuci muka dan menggosok gigi. Setelah adzan subuh berkumandang, saya sholat di Prayer Room yang ada di terminal tersebut.

Fyi : Di Changi ada 4 Prayer Room yang masing-masing terletak di Terminal 1, 2, 3 dan Budget Terminal. Akan tetapi letaknya ada di transit area.  Sementara di luar tidak disediakan Prayer Room. Jika kita berada di luar transit area, kita bisa sholat di sudut-sudut sepi yang banyak terdapat di Changi.

Sekitar pukul 7 pagi, saya turun ke bawah untuk immigration clearence dan langsung menuju ke stasiun MRT yang berada di antara Terminal 2 dan 3. Karena saya mendarat di Terminal 2, maka saya bisa langsung mengakses stasiun MRT tersebut. Namun apabila kita mendarat di Terminal 1, kita harus naik skytrain dulu menuju Terminal 2 ataupun 3. Sementara kalau mendarat di Budget Terminal, kita bisa naik shuttle bus gratis menuju Terminal 2.

MRT dari Changi Airport terhubung dengan jalur East-West Line(Jalur Hijau) di stasiun Tanah Merah. Di stasiun Tanah Merah, MRT berhenti di platform 2, yakni jalur tengah dari 3 jalur yang ada di stasiun tersebut. Jika kita ingin menuju ke Pasir Ris, kita keluar dari pintu sebelah kanan, sementara jika ingin menuju kota, kita keluar dari pintu sebelah kiri.


Tujuan pertama saya adalah Merlion Park. Oleh karena itu, saya keluar dari pintu MRT sebelah kiri untuk pindah kereta. Saya naik MRT East West Line dan turun di stasiun City Hall. Kemudian saya mencari direction menuju Esplanade. Esplanade merupakan sebuah bangunan yang mempunyai atap seperti durian dan merupakan salah satu ikon Singapore. Dari tempat ini kita juga bisa melihat Singapore Flyer yang merupakan The Highest Observation Wheel in the world. Singapore Flyer ini lebih tinggi daripada London Eye di UK.

  Esplanade dengan background Singapore Flyer
Kemudian saya menyusuri jalan Esplanade Drive, menyeberangi jembatan dan menuju Merlion Park. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari tempat ini. Hanya saja di tempat ini terdapat patung Merlion yang merupakan ikon Singapore. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Merlion Park ini adalah pagi hari karena belum ramai. Jadi kita bisa leluasa berfoto ria dengan background Merlion Statue dan CBD. Saat siang hingga malam tempat ini ramai dikunjungi turis. Baik dari Esplanade maupun Merlion Park, kita bisa melihat Marina Bay Sands yang merupakan ikon baru Singapore.


Usai menikmati sejuknya udara pagi di Merlion Park, saya menyusuri kolong jembatan Esplanade Drive, menyeberang jalan dan menyusuri jembatan di depan Hotel Fullerton untuk menuju Raffless Statue. Lalu saya menyeberangi Cavenagh Bridge yang sudah berusia lebih dari satu abad. Kemudian saya menuju stasiun MRT Raffless Place.

Marina Bay Sands
Saat itu masih pukul setengah 9 pagi, jadi belum banyak atraksi yang bisa dikunjungi di Singapore. Oleh karena itu saya memutuskan untuk menuju ke Johor Bahru. Dari Raffless Place, saya naik MRT  East West Line menuju Bugis. Dari situ saya mencari direction menuju Queen Street Terminal. Terminal ini merupakan tempat pemberhentian bus menuju Johor Bahru. Untuk Bus Ekspres, ada dua perusahaan bus yang melayani, yakni Causeway Link dan Singapore Johor Bahru Exspress. Harga tiket SGD2,4. Untuk bus Singapore Johor Bahru Express, tiket dibeli sebelum kita naik bus. Sementara untuk bus Causeway Link, tiket dibeli saat kita naik bus. Jadi harus membayar dengan uang pas. Akan tetapi kita bisa menukar dollar kita dengan sen sebelum naik bus.

Perjalanan menuju Johor Bahru ditempuh dalam waktu lebih kurang satu jam. Di perjalanan kita akan melewati Immigration Checkpoint  Singapore dan Malaysia. Pemeriksaan imigrasi Singapore dilakukan di Woodlands. Di sini seluruh penumpang diminta untuk turun bus dengan membawa seluruh barang bawaannya. Kemudian saya naik ke lantai dua untuk immigration clearence dan turun lagi menuju platform bus saya. Perlu diketahui bahwa kita bisa saja ditinggal oleh bus yang membawa kita dari Queen Street Terminal tadi. Tapi itu bukanlah masalah karena kita bisa naik bus berikutnya dari perusahaan yang sama dengan menunjukkan tiket kita. Interval kedatangan bus antara 15-30 menit.

Kemudian bus menyeberangi Selat Johor. Di Johor Bahru, bus kembali berhenti di Bangunan Sultan Iskandar. Kali ini untuk pemeriksaan imigrasi Malaysia. Perjalanan saya berakhir di sini. Saya hanya ingin sightseeing di mall yang terdapat di bangunan ini. Bus yang saya tumpangi tadi akan melanjutkan perjalanan ke Larkin Terminal. Para penumpang yang akan menuju ke Kuala Lumpur maupun kota-kota lain di Malaysia bisa menyambung dengan bus lain di terminal ini.

Setelah pemeriksaan imigrasi, saya menuju ke mall yang terdapat di area itu. Mall di sini tidak terlalu besar, kurang lebih seperti Atrium di Senen. Setelah puas sightseeing, saya kembali menuju pemeriksaan imigrasi untuk naik bus ke Singapore. Tiket bus menuju Singapore tarifnya lebih murah, yakni RM2,4. Beberapa driver juga menerima pembayaran dengan SGD2. Begitu masuk area Woodlands, pemeriksaan Customs begitu ketat. Jika sebelumnya, saat masuk Malaysia, saya sama sekali tidak diperiksa, kali ini semua barang bawaan saya harus dimasukkan ke dalam mesin X-Ray. Hal ini membuat saya tertinggal bus sehingga saya harus menunggu kedatangan bus berikutnya.

Sampai di Queen Street Terminal sudah pukul 12 siang. Saya berjalan menuju Masjid Kampong Glam untuk menunggu adzan Dzuhur. Di belakang Masjid ini terdapat pemukiman muslim malay.  Dari sini sebenarnya saya bisa menuju Little India karena letaknya hanya selisih beberapa blok, tapi saya memilih melangkahkan kaki saya menuju Bugis. Tujuan saya berikutnya adalah Sky Park di Marina Bay Sands. Saya tidak langsung menuju Stasiun Bugis, tapi berbelok dulu menuju Bugis Street Market. Tempat ini merupakan salah satu sentra oleh-oleh di Singapore selain China Town. Kemudian saya menuju Mall Bugis Junction yang ada di seberang Bugis Street Market, dan mengakses stasiun MRT dari mall tersebut.

Untuk menuju Marina Bay Sands, saya naik MRT East West Line menuju Raffless Place, kemudian menyambung dengan North South line(Jalur Merah) menuju Marina Bay. Marina Bay merupakan stasiun ujung North South Line. Dari stasiun ini, saya mengikuti direction menuju Marina Bay Sands. Saya tidak langsung menuju Sky Park, tapi berkeliling dulu di area tersebut. Di sana terdapat Convention Centre, Mall dan Casino. Di lantai bawah juga terdapat sungai buatan. Untuk mengakses Sky Park, kita harus membeli tiket dulu seharga SGD20. Tiket bisa dibeli di basement dekat lobi timur. Setelah membeli tiket, kita dipersilakan menuju lift yang akan membawa kita langsung menuju Sky Park/rooftop.

Sky Park ini lebih tinggi dari Singapore Flyer yang ada di sebelahnya. Dari tempat ini, kita bisa melihat CBD Singapore, Paya Lebar Airport, Batam Island dan masih banyak lagi. Di tempat ini juga terdapat kolam renang. Sayangnya hanya pengunjung hotel yang diperbolehkan berenang. Sementara saya cuma bisa nongkrong di pinggir kolam. Hehe...

Merlion Park dan CBD dari atas Sky Park
Setelah puas melepas lelah di Sky Park, saya turun ke lantai 1(Bukan basement). Tujuan saya berikutnya adalah Orchard Road. Kali ini saya tidak naik MRT melainkan naik shuttle bus yang disediakan oleh pihak Marina Bay Sands. Shuttle bus ini terletak di basement.  Di Orchard, saya turun di Plasa Singapura dan langsung menuju stasiun MRT Dhoby Ghaut. Kemudian saya naik MRT North South line menuju Orchard. Sebenarnya Plasa Singapura sudah termasuk area Orchard. Orchard Road memanjang dari Stasiun MRT Orchard, Somerset hingga Dhoby Ghaut. Tapi karena waktu saya di Singapore hanya satu hari, saya memilih untuk mengunjungi ION dan Lucky Plasa yang dapat diakses dari stasiun MRT Orchard.

ION Orchard
Saya bukanlah penggemar belanja maupun fashion. Jadi menurut saya tidak ada yang menarik di ION. Satu-satunya yang menarik buat saya adalah bentuk bangunannya yang seperti pesawat luar angkasa. Untuk menuju Lucky Plasa, saya harus menyeberang lewat terowongan. Biasanya saya ke Lucky Plasa untuk makan di basement-nya. Tapi berhubung saya sedang berpuasa, saya hanya sightseeing saja. Ternyata barang-barang yang dijual di sini tergolong murah. Bahkan beberapa jenis barang lebih murah daripada di Bugis Street Market. Lucky Plasa ini seperti Pasar Mangga Dua maupun Cipulir di Tangerang.

Dari Orchard, saya akan menuju China Town. Untuk menuju China Town, saya naik MRT dari Orchard kembali ke stasiun Dhoby Ghaut, kemudian pindah ke North East line(jalur ungu) menuju China Town. Setelah sampai di stasiun China Town, saya mencari direction menuju Pagoda Street. Pagoda Street merupakan tempat membeli oleh-oleh. Harga oleh-oleh di sini tergolong murah. Saya menyusuri Pagoda Street hingga ujung kemudian belok kiri menuju Masjid Chulan. Setelah menunaikan sholat Ashar, saya kembali ke stasiun MRT China Town dan naik MRT menuju Harbourfront.

Di Harbourfront, saya naik ke lantai 3 untuk check in ferry menuju batam dengan keberangkatan malam. Ya, saya kembali ke Jakarta melalui Batam. Kita sebaiknya check in terlebih dahulu karena ferry Singapore-Batam ini sangat padat penumpangnya. Terutama saat weekend. Setelah urusan check in selesai, saya menuju Vivo City yang terletak di sebelah Harbourfront. Kemudian saya naik ke lantai 3 tempat stasiun monorel menuju Sentosa Island. Di lantai 3 tersebut juga terdapat taman. Jika beruntung, kita bisa melihat kapal pesiar yang sedang sandar di Harbourfront.

Note : Jika kita membeli tiket ferry oneway dari Singapore menuju Batam, sebaiknya pilih operator Penguin atau Batam Fast menuju Batam Centre atau Sekupang karena harganya hanya sekitar SGD23(Tiket SGD17 + Tax SGD6). Untuk operator Wavemaster menuju Harbour Bay, Batu Ampar, harganya SGD45(Tiket SGD23+Tax SGD21). Sementara jika berpergian return dari Batam menuju Singapore dan kembali ke Batam lagi, harga tiket Batam Fast dan Penguin SGD40, yang terdiri dari harga tiket return SGD34 ditambah seaport tax di Batam SGD6. Saat check in di Harbourfront sebelum kembali ke Batam, kita harus membayar tax lagi sebesar SGD6. Kemudian untuk return ticket Wavemaster, tarifnya hanya SGD27(Ticket Only). Tapi saat check in di Harbourfront sebelum kembali ke Batam, kita harus membayar tax sebesar SGD21. Tarif tiket operator Wavemaster lebih mahal karena kualitas kapalnya lebih bagus daripada operator lainnya.

Tiket monorel dapat dibeli di ticket counter maupun vending machine. Harganya SGD3. Saya turun di stasiun pertama. Di sini terdapat Universal Studio dan Casino. Hari itu saya tidak berencana masuk ke Universal Studio karena hari sudah sore. Di depan gate Universal Studio ada bola dunia dengan tulisan Universal Studio. Jika kita tidak masuk ke dalam, cukuplah berfoto dengan background bola dunia tersebut. Hehe...

Universal Studio
Note : Tiket masuk Universal Studio dapat dibeli di ticket counter yang banyak terdapat di sekitar entry gate seharga SGD66 untuk dewasa saat weekday dan SGD72 saat weekend. Tapi setiap saya ke sana, tiket selalu habis. Saran saya, jangan langsung putus asa. Tunggulah beberapa saat karena biasanya selalu ada orang yang membatalkan tiketnya. Atau jika kunjungan ke Universal Studio sudah pasti, kita bisa membeli tiket beberapa hari sebelumnya. Di Universal Studio banyak terdapat atraksi  menarik. Jadi menurut saya dengan harga sekitar Rp500ribuan, kalau di-kurs ke rupiah, rasanya memang layak.

Dari Universal Studio saya berjalan melewati gate Casino, terus naik sampai ke Imbiah. Di sini terdapat patung Merlion raksasa. Kita bisa naik ke atasnya dengan membeli tiket. Tapi saya tidak tertarik untuk naik. Saya terus berjalan menyusuri taman yang terdapat kolam panjang di tengahnya, turun ke bawah, dan sampailah saya di Siloso Beach.

Setelah bersantai sejenak di pantai, saya menuju stasiun monorel untuk kembali ke Vivo. Di sini kita tidak perlu memvalidasi tiket lagi. Dari Vivo, saya langsung menuju Harbourfront untuk naik ferry. Sebelumnya, saya sempat mampir ke McD membeli makanan untuk berbuka. Tepat pukul 7 malam, ferry saya bergerak meninggalkan dermaga. Dan berakhirlah one day trip saya di Singapore.

Pengeluaran
Airport Tax Rp150.000
Tiket Pesawat  Rp  45.000
Sahur di Burger King  SGD6
Add Value EzLink  SGD10
Bus to Johor Bahru  SGD2,4
Bus to Singapore  SGD2
Sky Park  SGD20
Monorel  SGD3
McD  SGD6
Ferry to Batam  SGD45
Total Rp195.000 + SGD84,4(Kurs November 2010 Rp6.600=Rp557.040)=Rp752.040


The End

ARTIKEL TERKAIT:

11 comments:

  1. Dear Mas Indra,

    Saya ijin copas cerita ini ya ke www.backpackerindonesia.com semoga lebih bermanfaat lagi untuk para pecinta backpaker seindonesia.

    Sangat detail & seru. Tulisannya juga enak dibaca. Cool story lah intinya :)

    -eriy

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Mba' Eriy atas apresiasinya. Saya malah senang kalo tulisan saya dibaca banyak orang. Tapi untuk harga tiket ferry ke Batam, mungkin sudah ada perubahan. Saya belum update lagi.

    ReplyDelete
  3. hello salam kenal ...

    mas indra , detail betul perjalanannya,sangat membantu , saya sendiri yang tinggal di johor pon tak berapa pasti akan jalan tempat 2 (so skrg saya ada information yang berguna bila ke singapore , tp nak tny dari batam bole langsung ke jakarta ke ? dan berapa harga tiket boleh kasi tau , mana tau boleh jejak kaki di jakarta....anyway informasi anda banyak membantu

    ReplyDelete
  4. Salam kenal,terima kasih dah visit my blog.

    Posting ni dah tahun 2010. Mungkin ada information yang out of date.

    Nak ke Jakarta ke? Kenape tak lewat KL je? Air Asia sering kasi tiket murah ke Jakarta dan kota2 lain di Indonesia.

    Tapi kalau nak ke Jakarta dari Batam, harga tiket sehala low season Batam-Jakarta 300k-600k IDR. Belum lagi tiket ferry Stulang Laut-Batam Center.

    ReplyDelete
  5. oh..iye ker agak mahal juga harga tiketnya, saya ingat murah aja ,ingat nak cuba naik kapal nakkan pengalaman , tapi masa perjalanannya mesti lama kan? saya penah dulu naik feri dari stulang ke tg pinang lepas tu dari kijang naik kapal ke surabaya tahun 2000 seingat saya 1 hari ke 2 hari perjalanan , dalam kapal tu kita bole tegok berbangai-bagai ragam orang. tapi kapal di sana sangat sarat dangan penumpang sampai ke kaki2 lima org2 tido sampai nak jalan pon susah,betul tak? tapi saya sangat seronok...

    ak ah memang dari kl ada pergi ke kota2 lain tp ingin tau saja.

    saya tengah membaca kamu punya blog 3-4 hari ini sangat berminat cara penyampaian anda tinggal dicatat saja dan berpetualangan ... (^0^)

    teruskan menulis ya....

    nina dari johor malaysia

    ReplyDelete
  6. Betul. Masa perjalanan lama dan tiketnya mahal. :)

    ReplyDelete
  7. mas mau tanya?
    1.mas emangnya gak apa2 y kalo qta sudah sampai singapur tapi tidak langsung ke imigrasi,tapi malah menginap di transit area?
    2. "Di seluruh sudut Changi Airport, baik Terminal 1, 2 maupun 3(kecuali Budget Terminal), banyak disediakan sofa yang nyaman untuk ditiduri" sopa2 ini terletak di keberangkatan/ke datangan mas?

    ReplyDelete
  8. Langsung aja ya,,,
    1. Saya beberapa kali nginep di sana nggak pernah ada masalah. Tapi temen ada yang pernah disuruh keluar. Ya coba aja dulu. Kalopun disuruh keluar, tinggal keluar aja kan?
    2. Tentunya di Transit Area. Kalo di luar nggak ada sofanya. Cuma ada bangku panjang yang bisa dipake buat tidur. Bangku yang paing nyaman ada di Departure Hall terminal 3.

    Nice blog :)

    ReplyDelete
  9. Mas mau tanya, kan di kaskus ada jual tiket USS tuh..
    Kira2 kalo saya beli di indonesia itu tetep bs dipake kan yah?
    Trus kalo nginap untuk sktr 6org yang bisa murah dimana ya mas? Makasih sebelumnya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok. Asal belinya di agen yang ternama aja. Saya juga pernah beli lewat travel agen di Batam. Malahan dapet diskon. Kalo 6 orang, sepertinya lebih baik nginap di hotel bintang 1-2 aja. Harganya jatuhnya sama aja dengan kamar dorm. Atau bisa sewa apartemen. Tapi ilegal sih...

      Delete
  10. bugis street memang tempat belanja untuk oleh-oleh
    informasi menarik terima kasih

    ReplyDelete