Thursday, November 4, 2010

Unforgettable Malaysia-Day2

Hari ini kami berencana ke Genting Highland. Pukul 9 pagi kami menuju Hentian Pudu Raya untuk naik bus ke Genting. Tapi ternyata tiket keberangkatan untuk pagi itu sudah habis. Tiket yang tersedia saat itu hanya untuk keberangkatan pukul 2 siang. Wah, terlalu lama. Setelah berkoordinasi sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk mencoret Genting Highland dari itinerary. Saat itu yang menjadi pertimbangan kami, daripada membuang waktu untuk menunggu keberangkatan ke Genting, lebih baik kami memasukkan itinerary lain. Genting akan kami simpan untuk kunjungan ke Kuala Lumpur yang berikutnya. Hehe...

Dan itinerary baru kami adalah “Qualifying GP Formula 1 Sepang”. Ya, kebetulan saat itu sedang ada gelaran F1 di Sepang. Dari Hentian Pudu Raya kami berjalan menuju Stasiun Monorel Maharajalela dan naik monorel menuju KL Sentral. Dari KL Sentral kami naik bus khusus yang mengantar kami ke Sepang Circuit. Harga tiketnya saat itu RM15. Begitu tiba di Sepang, kami menuju Ticket Counter dan membeli tiket. Kami membeli tiket Area K2 seharga RM100.

Replika Tunggangan Schumacher dan Rosberg
Setelah tiket di tangan, kami segera menuju gate K2. Di depan gate ada larangan membawa makanan dari luar. Tapi ternyata tas kami tidak diperiksa. Untung saja kami belum membuang makanan bekal kami setelah membaca larangan itu. Area K2 ini hanyalah berupa bukit kecil yang ditumbuhi rumput dengan semut merah menyebar dimana-mana. Ya, kami nonton di tempat tersebut. Namanya juga tiket murah. Tapi view dari tempat ini cukup bagus. Kami bisa melihat tikungan pertama sampai keempat. Ini adalah pengalaman pertama saya menonton langsung balapan F1. Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. It’s so amazing.

K2 Area
Di tengah kualifikasi, cuaca tiba-tiba mendung dan kemudian turun hujan. Kami segera berlari mencari tempat berteduh. Ternyata gate yang menghubungkan area K2 dan K1 terbuka. Kami pun berlari menuju area K1. Di area K1 ini ada tribunnya, jadi kami bisa melanjutkan nonton kualifikasi tanpa khawatir kehujanan. Setelah kualifikasi selesai, kami dijemput oleh host kami dan pulang ke rumahnya.

K1 Area
Saya memang gagal ke Genting, tapi saya dapat pengalaman yang jauh lebih berkesan. Nonton F1 langsung bo.... Hhe...

To be continued...

ARTIKEL TERKAIT:

2 comments:

  1. Saya sudah beberapa kali ke genting. Pengalaman kalau naik dari KL sentral atau pudu raya ke genting hampir selalu penuh atau kebagian trip siang...karena di tiket bus bisa di pesan dimuka.
    Saya sarankan kalau naik bus ke genting dari terminal titiwangsa. Di terminal ini,,tiket tidak bisa dibooking,, jadi pas kedatangan aja. Bus penuh,,langsung berangkat. Setiap 30 menit ada trip ke genting. Tidak terlalu antre. Dari Kl Sentral ke Titiwangsa tinggal naik monorail atau rapid KL.

    ReplyDelete
  2. Benar. Saat itu saya benar2 kurang riset. Waktu di KL Sentral(setelah dari Pudu), saya juga sempat menanyakan tiket ke Genting. Tapi habis juga. Adanya keberangkatan dari Terminal Titiwangsa, saat itu malah saya tidak tahu sama sekali. Memang belum jodoh. Untungnya ada kesempatan ke KL lagi Oktober kemarin. Dan saya berhasil dapat tiket ke Genting. Tapi sayang, Cable Car-nya sedang under construction.

    ReplyDelete