Friday, January 21, 2011

Exploring Malaysia by Air Asia

Tujuan saya ke Malaysia kali ini adalah Langkawi dan Penang. Kebetulan saya memperoleh tiket promo seharga 15 MYR per flight. Tiket ini saya beli satu bulan sebelum keberangkatan. Lama perjalanan saya 2 hari 3 malam. Sementara rute flight saya adalah Johor Bahru-Kuala Lumpur-Langkawi-Kuala Lumpur-Penang-Johor Bahru. Untuk menuju Johor Bahru, seperti biasa saya menggunakan bus.


Pukul 7 malam saya sudah berada di dalam bus menuju Johor Bahru. Perjalanan lumayan lancar walaupun saat itu weekend. Saya sampai di Terminal Larkin pukul 8 malam dan segera mencari bus tujuan Senai Airport. Berdasarkan informasi yang saya peroleh sebelumnya, untuk menuju Senai Airport kita bisa naik bus berikut : Causeway Link Bus no.333 ; Maju Bus no.207 ; GML Line Bus no.G1 ; Senai Airport Line no.A1


Akan tetapi tidak satu pun bus di atas saya temukan di Terminal Larkin. Setelah saya bertanya kepada salah seorang petugas di sana, beliau mengatakan bahwa saat itu sudah terlalu malam. Bus-bus tersebut mungkin sudah berhenti beroperasi. Tapi saya tidak percaya begitu saja karena berdasarkan riset yang saya lakukan sebelum berangkat, jam operasional bus-bus tersebut sampai pukul sepuluh malam.

Kemudian saya bertanya kepada staf Bus Causeway Link. Dia mengatakan bahwa bus menuju airport masih ada, tapi tidak bisa memastikan pukul berapa bus akan datang. Dia pun menyarankan saya untuk naik taksi karena jarak menuju Senai Airport cukup jauh, yakni sekitar 20 km. Akhirnya setelah saya pikir masak-masak, saya memutuskan untuk naik taksi saja. Pertimbangan saya adalah, saat itu sudah pukul 8 lebih dan pesawat saya takeoff pukul 10.15 pm. Jadi paling lambat pukul 9.30 saya harus sudah sampai di airport.


Taksi mudah ditemukan di Terminal Larkin. Saya hanya perlu berjalan menuju pintu keluar terminal dan belok kanan. Di situ terdapat halte tempat menunggu taksi. Taksi yang menunggu penumpang cukup banyak. Jadi saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapat giliran naik taksi.


Taksi di Johor Bahru cukup bagus. Pengemudi tidak diperbolehkan menetapkan harga sendiri melainkan harus menggunakan argo meter. Dan setelah sampai di tempat tujuan, penumpang diberi struk pembayaran. Perjalanan menuju Senai Airport memakan waktu sekitar satu jam dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat. Setelah sampai di airport, argo meter menunjukkan angka 28 MYR. Tapi khusus untuk penumpang tujuan airport, dikenakan charge sebesar 12 MYR. Jadi total saya membayar 40 MYR.


Saya bergegas menuju check in counter. Walaupun sudah melakukan web check in dan hanya membawa bagasi kabin, saya tetap harus melapor ke kounter cek in untuk pemeriksaan dokumen. Di Senai Airport ini, kounter untuk penumpang yang sudah melakukan web check in berada di paling ujung. Setelah urusan pemeriksaan dokumen selesai, saya langsung menuju lantai 2.


Senai Airport baru saja selesai direnovasi. Bangunan airport saat ini bergaya modern. Di lantai 2 terdapat galeri lukisan. Selain galeri, terdapat juga foto-foto yang menunjukkan sejarah perkembangan Senai Airport dan masjid yang ada di seberangnya.

Gallery in Senai Airport
Pukul 9.40 para penumpang Air Asia tujuan Kuala Lumpur diminta mengantre di depan gate. Saya pun segera mengantre. Sambil mengantre, saya melihat-lihat ke arah apron. Dalam hati saya bertanya, “Loh, mana pesawatnya? Kok udah disuruh ngantri?”. Tapi pertanyaan saya segera terjawab. Ternyata Air Asia menerapkan sistem express boarding. Sambil mengantre, ground staff Air Asia memeriksa boarding pass para penumpang. Beberapa saat kemudian, pesawat yang akan saya naiki, landing dari Kuala Lumpur. Setelah semua penumpang dari Kuala Lumpur turun dan pesawat dibersihkan, penumpang tujuan Kuala Lumpur diminta naik pesawat tanpa pengecekan boarding pass lagi sehingga proses boarding lebih cepat. Seluruh proses ini berlangsung kurang dari 30 menit.


Selain express boarding, posisi parkir pesawat juga tidak biasa. Normalnya, posisi parkir pesawat tegak lurus dengan terminal building dan sejajar dengan aerobridge. Tapi saat itu, posisi parkir pesawat Air Asia sejajar dengan terminal building dan tegak lurus dengan aerobridge. Jadi penumpang tidak memakai fasilitas aerobridge. Kelebihan dari posisi parkir seperti ini adalah pesawat tidak perlu pushback sehingga mempersingkat waktu. Jadi langsung start engine and taxi. Pesawat Air Asia tujuan Penang di gate sebelah juga parkir dengan posisi seperti itu. Hanya Malaysia Airlines tujuan Kuala Lumpur yang parkir dalam posisi normal dan memakai fasilitas aerobridge.


Penerbangan dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur ditempuh selama kurang dari satu jam. Pesawat mulai bergerak meninggalkan apron tepat pukul 10.15 pm dan dijadwalkan tiba di KLIA LCCT pukul 11.05 pm. Tapi ternyata penerbangan berlangsung lebih cepat 10 menit dari jadwal. Pukul 10.55 pesawat landing dengan mulus di runway 32 Left KLIA.


Setelah pesawat berhenti sempurna di apron LCCT, saya segera turun dan mencari tempat untuk tidur. Agak sulit mencari tempat yang nyaman untuk tidur di LCCT. Tidak seperti di KLIA main terminal yang memiliki kursi busa yang rata dan tidak bersekat, kursi-kursi di LCCT hampir semuanya terbuat dari bahan plastik dan berlekuk. Jadi sangat tidak nyaman untuk ditiduri.

Air Asia at LCCT Apron
Awalnya saya sempat mencoba tidur di McD, sekalian makan malam. Tapi ternyata kursinya juga tidak nyaman. Saya sempat mencari di terminal internasional, tapi jenis kursinya sama saja. Akhirnya saya kembali ke terminal kedatangan domestik. Kebetulan di depan terminal kedatangan domestik, kursinya agak datar. Jadi ya lumayanlah. Sebenarnya saya ingin tidur di lantai, tapi saya tidak membawa selimut untuk alas. Daripada kedinginan, mendingan saya tidur di kursi saja. Tidur di LCCT, walaupun di luar bangunan terminal, menurut saya cukup aman karena petugas keamanan bandara terus berpatroli. Setelah menata tas dan mengamankan barang-barang berharga, saya segera mengambil posisi tidur.

LCCT Domestic Arrival Hall

To be continued...

ARTIKEL TERKAIT:

4 comments:

  1. Ah serius cuma 15 ringgit? Wow...
    Btw, nice post. Tinggal di Johor Bahru kah?
    Mampir ke blogku juga ya :)

    ReplyDelete
  2. Benar, 15 MYR saja. Tapi itu hanya promo biasa(bukan free seat). Air Asia sering memberikan tarif murah untuk penerbangan domestik Malaysia. Tidak, saya tinggal di Indonesia. Yupz,,

    ReplyDelete