Saturday, May 28, 2011

Suatu Saat di Kuta Bali

Terasa familiar dengan judul di atas? Haha... Benar sekali. Judul postingan saya kali ini memang sama dengan judul lagu yang dibawakan oleh Andre Hehanusa. Lagu ini menjadi OST trip saya kali ini.

Bali atau Pulau Dewata sebagai destinasi wisata nomor satu di Indonesia memang menawarkan keindahan alam seperti pantai, gunung dan danau. Pantai-pantai di Bali memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada pantai yang berombak tenang seperti Pantai Nusa Dua, berombak sedang seperti Pantai Tuban, Pantai Kuta dan Pantai Legian, hingga berombak besar seperti pantai-pantai di selatan Bali. Selain terkenal akan keindahan alamnya, Bali juga terkenal akan seni dan kebudayaannya. Masyarakat setempat banyak yang berprofesi sebagai artis seni. Dan mereka juga masih menjalankan tradisi keagamaan mereka.

Untuk menikmati setiap unsur keindahan di Bali, sepertinya kita membutuhkan waktu sebulan penuh. Namun jika hanya sekadar ingin mengenal Bali, kunjungan selama 3 atau 4 hari sepertinya sudah cukup. Sayangnya, saya hanya punya waktu sehari saja pada kunjungan saya yang terakhir ke Pulau Dewata. Hehe... ;)

Sunday, May 22, 2011

Dari KL Mampir ke Putrajaya

Walaupun semalam kami baru tiba di hostel pukul 3 dini hari, paginya kami langsung check out. Pagi itu kami memang ada janji dengan teman semasa kuliah dulu. Dia menginap di hostel yang sama. Tapi berhubung kami baru check in menjelang tengah malam, kami baru bisa berjumpa dengannya di pagi hari. Kami pun meminta kepada Liz, sang manajer hostel, untuk mengambil gambar kami di depan hostelnya.
Foto-foto dulu setelah check out ;)
Tadinya kami semua berencana ke Batu Caves bersama-sama. Tapi ternyata teman kami lebih memilih untuk berjalan-jalan di downtown KL. Kami pun berpisah di stasiun monorel Imbi. Saya juga berpisah sejenak dari mereka karena ada janji dengan Aie Sha, rekan blogger dari Malaysia. Jadi pagi itu, saya menuju Stasiun Universiti untuk berjumpa Aie Sha, teman saya bertiga langsung menuju Batu Caves, dan teman satunya masih di Bukit Bintang.

Notes : Batu Caves saat ini sudah bisa dijangkau dengan KTM dari KL Sentral, jalur Port Klang-Sentul-Batu Caves. Sementara untuk menuju Stasiun Universiti, saya naik monorel dari Imbi ke Bukit Nanas, kemudian pindah ke Stasiun Dang Wangi dan naik LRT menuju Univesiti.

Sunday, May 15, 2011

Enjoying Midnight at Bukit Bintang and KLCC

Perjalanan dari Melaka ke Kuala Lumpur memakan waktu 2 jam saja. Di Kuala Lumpur, kami diturunkan di Terminal Bandar Tasik Selatan. Bangunannya masih tergolong baru dan lebih menyerupai airport daripada terminal bus. Terminal ini menjadi tempat pemberhentian akhir bagi bus-bus dari selatan Kuala Lumpur seperti Singapore, Johor Bahru, Melaka, Mersing, dan lain sebagainya. Bandar Tasik Selatan juga menjadi stasiun KLIA Transit, KTM Komuter Rawang Seremban dan LRT Sri Petaling Sentul Timur.
Loket Penjualan Tiket di Terminal Bandar Tasik Selatan
Notes : Untuk bus-bus tujuan utara seperti Penang, Hat Yai, dan lainnya, terminalnya ada di Pudu Raya. Kedua terminal besar ini, Bandar Tasik Selatan dan Pudu Raya, terhubung dengan LRT Sri Petaling Sentul Timur. Stasiun terdekat dari Pudu Raya adalah Plaza Rakyat.

Dari terminal bus, kami menuju stasiun LRT dan membeli tiket tujuan Hang Tuah. Malam itu kami menginap di Equator Hostel di daerah Bukit Bintang. Jadi dari Hang Tuah, kami naik monorel dan turun di Stasiun Imbi. Keluar Stasiun Imbi, kami berjalan memutari Berjaya Times Square yang sudah tutup. Hostel kami terletak tepat di belakang Berjaya Times Square. Tarif kamar dorm (4 beds) with fan sebesar 27 MYR per orang sudah termasuk sarapan.

Saturday, May 14, 2011

UNESCO World Heritage City (2) - Malacca

Setelah mengunjungi George Town pada kesempatan sebelumnya, akhirnya saya berkesempatan juga mengunjungi Melaka. Melaka juga merupakan kota warisan budaya dunia. Kali ini saya tidak melakukan perjalanan solo, melainkan bersama 3 orang rekan saya. Kami sampai di Johor Bahru pada tengah hari. Dan baru berangkat ke Melaka pukul 1 siang dengan menumpang bus KKKL. Harga tiket bus dari Johor Bahru ke Melaka sebesar 19 MYR dan perjalanan memakan waktu 3 jam. Rencananya, kami hanya beberapa jam saja di Melaka karena malamnya kami menginap di Kuala Lumpur.

Tampaknya saat itu cuaca sedang tidak bersahabat dengan kami. Sepanjang perjalanan, hujan turun tiada henti. Begitu pula saat bus kami memasuki Melaka Sentral. Hujan masih turun dengan derasnya. Setelah membeli tiket bus ke Kuala Lumpur seharga 12,2 MYR, kami pun hanya bisa menunggu di terminal sambil berharap hujan lekas reda.

Setelah 2 jam menunggu, akhirnya hujan pun reda. Tapi saat itu sudah pukul setengah 5 sore. Jadi kami bergegas menuju kounter taksi dan memesan taksi ke Jonker Street. Tarif taksi dari Melaka Sentral memang agak mahal, yakni 20 MYR. Tapi ini tarif resmi di kounter taksi. Kalau kita berjalan keluar komplek terminal, kita bisa dapat tarif yang lebih murah. Mungkin sekitar 15 MYR atau lebih murah lagi. Tergantung pandai-pandainya kita menawar. Alternatif lain, bisa menggunakan Panorama Bus dari platform 1A. Tapi interval keberangkatannya sangat lama. Selama 2 jam kami menunggu di Melaka Sentral, tidak satu pun Panorama Bus yang datang.


Sunday, May 8, 2011

UNESCO World Heritage City (1) - George Town

Malaysia memiliki dua kota yang menjadi warisan budaya dunia, yakni George Town dan Melaka. Kedua kota ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada 7 Juli 2008 di Quebec, Kanada. Kebetulan saya diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu di antaranya, George Town.

Dari pemberhentian Free CAT Bus nomor 15, saya memulai perjalanan saya menyusuri jantung kota George Town. Tujuan pertama saya adalah Masjid Kapitan Keling yang berada tidak jauh dari pemberhentian nomor 15. Masjid ini mulai dibangun pada abad 19 atas permintaan seorang Kapitan Keling (Kepala kaum India Muslim) bernama Caudeer Mohudeen. Hingga kini, Masjid Kapitan Keling telah menjadi pusat peribadatan muslim India yang menetap di sekitar masjid sejak 200 tahun yang lalu.
Masjid Kapitan Keling

Penang

Langit masih gelap ketika saya sudah berada di dalam kabin Airbus A320 Air Asia. Pagi itu saya terbang menuju Penang. Penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Penang memakan waktu lebih kurang 50 menit.

Sekitar pukul 7.45 pagi, pesawat saya mendarat di Bayan Lepas International Airport, Penang. Suasana airport pagi itu masih tampak lengang. Toko-toko di dalam bangunan terminal pun masih banyak yang tutup. Saya segera menuju tempat pemberhentian bus Rapid Penang yang ada di area parkir bandara, dekat dengan terminal kedatangan. Sebelumnya, saya sempat mengambil free map yang disediakan di dekat pintu keluar terminal kedatangan.
Terminal Building