Sunday, May 15, 2011

Enjoying Midnight at Bukit Bintang and KLCC

Perjalanan dari Melaka ke Kuala Lumpur memakan waktu 2 jam saja. Di Kuala Lumpur, kami diturunkan di Terminal Bandar Tasik Selatan. Bangunannya masih tergolong baru dan lebih menyerupai airport daripada terminal bus. Terminal ini menjadi tempat pemberhentian akhir bagi bus-bus dari selatan Kuala Lumpur seperti Singapore, Johor Bahru, Melaka, Mersing, dan lain sebagainya. Bandar Tasik Selatan juga menjadi stasiun KLIA Transit, KTM Komuter Rawang Seremban dan LRT Sri Petaling Sentul Timur.
Loket Penjualan Tiket di Terminal Bandar Tasik Selatan
Notes : Untuk bus-bus tujuan utara seperti Penang, Hat Yai, dan lainnya, terminalnya ada di Pudu Raya. Kedua terminal besar ini, Bandar Tasik Selatan dan Pudu Raya, terhubung dengan LRT Sri Petaling Sentul Timur. Stasiun terdekat dari Pudu Raya adalah Plaza Rakyat.

Dari terminal bus, kami menuju stasiun LRT dan membeli tiket tujuan Hang Tuah. Malam itu kami menginap di Equator Hostel di daerah Bukit Bintang. Jadi dari Hang Tuah, kami naik monorel dan turun di Stasiun Imbi. Keluar Stasiun Imbi, kami berjalan memutari Berjaya Times Square yang sudah tutup. Hostel kami terletak tepat di belakang Berjaya Times Square. Tarif kamar dorm (4 beds) with fan sebesar 27 MYR per orang sudah termasuk sarapan.


Setelah check in dan meletakkan tas, kami langsung menuju McD di Bukit Bintang. Saat itu sudah pukul 12 malam. Tapi suasana di Bukit Bintang masih ramai. Setelah makan, kami berjalan menuju KLCC. Walaupun saat itu lampu-lampu di menara Petronas sudah dimatikan, kami penasaran dengan suasananya selepas tengah malam. Jadilah kami, yang tanpa berbekal peta dan hanya mengandalkan arah mata angin, dengan rasa percaya diri yang tinggi berjalan menyusuri gelapnya malam menuju KLCC.

Dan ternyata,,, kami tersesat. Hehe... Suasana jalan pun sepi sehingga tidak ada orang yang bisa kami tanyai. Akhirnya setelah berputar-putar tak tentu arah selama satu jam lebih, kami pun sampai di Masjid Asy-Syakirin yang berada di samping menara Petronas. Kami segera mengambil air wudhu, sholat Maghrib dan Isya’, kemudian beristirahat sejenak. Di masjid tersebut juga banyak yang menumpang tidur. Tapi di bagian dalam masjid.

Setelah energi terkumpul kembali, kami melanjutkan perjalanan ke menara Petronas. Kemegahan bangunan ini tetap terasa meskipun lampu-lampunya sudah dimatikan. Setelah itu kami kembali ke Bukit Bintang dengan menumpang taksi. 
Petronas Tower after Midnight
Walaupun sudah banyak yang memberi peringatan untuk tidak naik taksi di Kuala Lumpur, kami terpaksa menaikinya karena malam sudah sangat larut dan kaki kami sudah berteriak  minta diistirahatkan. Jadilah kami dikenai tarif 20 MYR untuk perjalanan selama 10 menit menuju Bukit Bintang. Kami tiba di hostel tepat pukul 3 pagi dan langsung membenamkan diri di tempat tidur masing-masing.

To be continued...

ARTIKEL TERKAIT:

2 comments:

  1. hai, mau tanya kemarin untuk pesan kamar di equator hostel caranya gmn ya? trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo... Kalo saya kemarin pesan di Hostelbookers. Bayar DP 10% pake kartu kredit :D

      Delete