Sunday, May 8, 2011

Penang

Langit masih gelap ketika saya sudah berada di dalam kabin Airbus A320 Air Asia. Pagi itu saya terbang menuju Penang. Penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Penang memakan waktu lebih kurang 50 menit.

Sekitar pukul 7.45 pagi, pesawat saya mendarat di Bayan Lepas International Airport, Penang. Suasana airport pagi itu masih tampak lengang. Toko-toko di dalam bangunan terminal pun masih banyak yang tutup. Saya segera menuju tempat pemberhentian bus Rapid Penang yang ada di area parkir bandara, dekat dengan terminal kedatangan. Sebelumnya, saya sempat mengambil free map yang disediakan di dekat pintu keluar terminal kedatangan.
Terminal Building






Pagi itu, saya merencanakan kunjungan pertama ke Kek Lok Si Temple.  Saya naik bus nomor 401E tujuan Pangkalan Jetty. Kemudian saya berganti bus nomor 204 tujuan Bukit Bendera dan turun di jalan masuk menuju Kek Lok Si Temple. Tadinya saya berniat ke Bukit Bendera terlebih dahulu. Tapi saat itu saya kurang beruntung karena tram menuju puncak Bukit Bendera sedang diperbaiki. Untungnya saya sudah tahu mengenai perbaikan ini karena terdapat pemberitahuan di free map yang saya ambil di airport. Jadi saya tidak terlalu kecewa seperti saat saya gagal naik cable car di Langkawi kemarin.
Terminal Pangkalan Jetty
Notes : Saat ini tram menuju Bukit Bendera sudah beroperasi kembali. Lokasi Bukit Bendera tidak terlalu jauh dari Kek Lok Si Temple dan bisa dicapai dengan naik bus nomor 204 dari Kek Lok Si Temple. Sebaiknya kita mengunjungi Kek Lok Si Temple terlebih dahulu sebelum ke Bukit Bendera. Ini karena jalan menuju Kek Lok Si Temple searah dan hanya dilalui bus yang menuju Bukit Bendera. Sementara bus yang menuju ke arah sebaliknya (Pangkalan Jetty) tidak berhenti tepat di depan pintu masuk Kek Lok Si Temple. Tapi kalaupun berjalan kaki dari Bukit Bendera menuju Kek Lok Si Temple juga tidak terlampau jauh dan jalannya agak menurun.

Setelah turun dari bus, saya masih harus berjalan kaki selama beberapa menit untuk sampai di komplek Kek Lok Si Temple. Jalanannya agak menanjak dan diselingi dengan anak tangga. Kek Lok Si Temple memang berada di atas bukit. Tapi tidak terlalu tinggi. Di sepanjang jalan yang saya lalui terdapat banyak kios souvenir. Untuk memasuki temple, tiket masuknya sebesar 2MYR.

Kek Lok Si Temple kabarnya merupakan kuil Budha terbesar di Asia Tenggara. Kuil ini dibangun pada akhir abad 19. Selain kuil, di area ini juga terdapat patung Dewi Kwan Yin yang terbuat dari perunggu. Untuk menuju patung Dewi Kwan Yin, pengunjung bisa menaiki inclined lift dengan membayar 4MYR untuk perjalanan pulang pergi. Lift ini beroperasi dari pukul 8.30am sampai 5.30pm. Jika ada waktu, mengunjungi Kek Lok Si Temple pada malam hari juga perlu dicoba. Walaupun tidak bisa masuk ke dalam, tapi pemandangan lampu-lampu Kek Lok Si Temple cukup indah.

Kwan Yin Statue at Kek Lok Si Temple
Setelah puas mengelilingi komplek Kek Lok Si Temple, saya pun kembali ke jalan raya dan menunggu bus nomor 204 yang akan membawa saya kembali ke Pangkalan Jetty. Di Pangkalan Jetty, saya berganti bus nomor 101 untuk menuju Batu Feringghi. Oh ya, untuk mempersingkat waktu, lebih baik turun di basement Komtar dan berganti bus di sana.
Komtar

Setelah mempelajari peta, saya menyimpulkan bahwa untuk menuju Pantai Batu Ferringhi, saya bisa turun di Ferringhi Plaza. Jadi di dalam bus saya memilih duduk di sisi kiri agar mudah menemukan Ferringhi Plaza tersebut. Tapi ternyata plaza tersebut malah terlewat oleh saya. Jadi saya terbawa sampai ke Teluk Bahang. Waktu itu saya terlalu percaya diri sehingga tidak bertanya dan meminta sopir bus menurunkan saya di pantai. Saya jadi ingat pepatah “Malu bertanya sesat di jalan”. Hehe...

Di Teluk Bahang, saya malah menemukan Penang National Park. Tadinya saya berniat masuk ke sana. Tapi mengingat waktu saya di Penang hanya satu hari dan saya belum mengeksplor George Town, maka saya tidak jadi masuk.  

Penang National Park atau Taman Negara Pulau Pinang buka setiap hari(kecuali hari Jumat) pukul 10am-1pm dan 2.30pm-4pm. Tiket masuknya hanya 5MYR. Selain untuk wisata trekking, di dalamnya juga ada titian kanopi, yakni jembatan yang dibuat di antara dua kanopi pohon. Tepat di samping pintu masuk Penang National Park terdapat galeri pameran. Galeri ini buka setiap hari pukul 9am-1pm dan 2pm-4pm. Kita tidak dikenakan biaya untuk masuk ke dalamnya.

Akhirnya saya kembali menaiki bus nomor 101. Kali ini saya meminta sopir menurunkan saya di pantai. Oleh sang sopir, saya diturunkan di depan Parkroyal Penang. Kemudian saya melewati lorong yang ada di samping hotel tersebut dan menuju area pantai. Begitu tiba di pantai, ternyata suasananya sangat ramai. Mungkin karena saat itu bertepatan dengan hari libur dan letak geografis Penang yang lebih dekat dari Kuala Lumpur. Berbeda dengan Pantai Cenang di Langkawi yang banyak dikunjungi turis asing, di Pantai Batu Ferringhi ini mayoritas pengunjungnya adalah turis lokal. Dengan hamparan pasir yang tidak terlalu luas dan turis yang sangat membludak, pantai ini jadi terkesan sumpek.

Meskipun agak kecewa dengan suasana pantai yang sangat ramai, saya tidak kembali ke jalan raya dan naik bus kembali ke Georgetown. Saya memutuskan untuk berjalan menyusuri pantai di sebelah kanan saya. Setelah berjalan sekitar setengah jam, saya menemukan area pantai yang lebih sepi. Lokasinya di belakang Rasa Sayang Resort. Pemandangan di sini jauh lebih indah dengan batu-batuan di salah satu bibir pantai. Saya pun beristirahat sejenak di pinggir pantai.

Batu Ferringhi Beach
Ada satu hal yang menarik perhatian saya. Saat itu saya melihat serombongan turis asing yang mengantre naik parasailing. Yang menarik, salah satu dari mereka adalah seorang ibu yang membawa anaknya naik parasailing. Mungkin usia si anak baru 3 tahun. Si anak diberi pengaman sendiri, tapi saat terbang tetap dalam pelukan si ibu. Pada saat akan mendarat, posisi payung masih terlalu tinggi karena si ibu kurang kuat menarik tali parasut. Pada saat si ibu menarik tali parasut lebih kuat lagi, si anak malah terlepas dari pelukannya. Untunglah dia masih terikat dengan kuat. Jadi dia tergantung di depan si ibu dengan jarak sekitar 50cm. Si anak menangis dan si ibu pun panik. Tapi syukurlah mereka berdua bisa mendarat dengan selamat. Kami semua yang menonton di bawah pun serentak bertepuk tangan.

Setelah puas melepas lelah, saya kembali ke jalan raya dengan menyusuri lorong di samping Rasa Sayang Resort. Rasa Sayang Resort ini ternyata tepat berada di seberang Ferringhi Plaza and guess what?! Ternyata Ferringhi Plaza itu kecil sekali dan bangunan beserta tulisannya agak menjorok ke dalam. Tulisan yang terlihat jelas dari depan malah “Factory Outlet”. Hmmppff... Pantas saja tadi saya tidak melihatnya ketika di dalam bus.
Ferringhi Plaza


Jadi kesimpulannya, untuk menuju Pantai Batu Ferringhi, kita bisa turun di Parkroyal Penang atau Rasa Sayang Resort.

Saya kembali menaiki bus nomor 101. Kali ini saya turun di Komtar. Saat itu sudah hampir pukul 5 sore dan saya baru sadar kalau saya belum makan siang. Jadi begitu sampai di Komtar, saya langsung menuju Prangin Mall yang ada di samping Komtar dan makan di McD. Seusai makan, saya menuju pemberhentian nomor 9 Free CAT Bus di samping Komtar.

Notes : Free CAT(Central Area Transit) Bus adalah shuttle bus gratis yang disediakan oleh pemerintah Malaysia untuk memudahkan turis mengelilingi kota tua George Town. Bus ini beroperasi dari pukul 6 pagi hingga tengah malam dengan interval keberangkatan setiap 15 menit.
MPPP Free CAT Bus
Setelah beberapa saat menunggu, bus itu datang juga. Walaupun interval bus ini setiap 15 menit, tapi kondisi bus tetap penuh. Tujuan saya adalah pemberhentian nomor 15. Dari situ saya akan memulai petualangan saya mengelilingi bangunan-bangunan tua George Town, UNESCO World Heritage City.

To be continued...

ARTIKEL TERKAIT:

5 comments:

  1. Fiiuuuhh... Akhirnya bisa menulis lagi setelah 4 bulan vakum. =')

    ReplyDelete
  2. saya juga baru mulai nulis edisi penang februari kemarin hehehehe....:)

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas Info perjalanannya mas Indra. Tulisan2nya mas Indra bener2 jadi pedoman saya & kawan2 saat ke Penang & Malaka awal Juli 2011 kemarin....

    ReplyDelete
  4. Wow,,, sama2 mba' Niena. Terima kasih udah berkunjung ke blog saya. ;)

    ReplyDelete