Tuesday, August 30, 2011

Cerita Mudik Saya

Mudik atau pulang ke kampung halaman merupakan tradisi masyarakat Indonesia ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. Saya pun selalu mengusahakan untuk bisa mudik setiap tahunnya. Tarif moda transportasi yang meningkat hingga lebih dari 100% tak membuat saya mengurungkan niat  untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta. Pokoknya selama saya masih mampu, saya akan mengusahakan untuk pulang.

Nah, tahun ini adalah lebaran ketiga saya semenjak bekerja di Pulau Batam. Untuk mencapai kampung halaman saya di Semarang, yang paling praktis adalah dengan menggunakan pesawat. Jika sedang promo, saya hanya perlu membayar 1 juta rupiah saja untuk tiket pesawat pulang pergi. Namun ketika mendekati hari raya, harganya bisa melonjak hingga mendekati angka 4 juta rupiah. Saya pun harus putar otak untuk bisa mengakali mahalnya tiket pesawat ini.

Enaknya tinggal di Pulau Batam, pulau ini sangat dekat dengan negara tetangga Singapore. Untuk mencapai ke sana hanya diperlukan waktu 40 menit saja dengan menggunakan ferry. Tarifnya pun tidak mahal. Hanya 300ribuan untuk perjalanan pulang pergi. Dan dalam sehari ada puluhan jadwal keberangkatan dari pagi hingga malam. Saya pun mengambil rute Batam-Singapore-Jakarta-Semarang untuk mudik tahun ini. Bukannya sombong, tapi sungguh, harga tiket maskapai domestik sangat tidak masuk akal.

Friday, August 12, 2011

Singapore Lagi - Orchard Road dan Sentosa Island

Kali ini saya ke Singapore bukan untuk transit seperti biasanya, melainkan untuk membeli sesuatu. Saya juga sekalian mau menukar kartu EZ Link saya yang tidak dapat dipergunakan lagi. Setelah memperoleh barang yang saya butuhkan di Vivo City, saya turun ke stasiun MRT Harbourfront. Saya langsung menuju ticket office untuk menukar kartu EZ Link saya dengan yang baru. Ternyata ada prosedurnya. Tidak bisa langsung tukar begitu saja.

Begini prosedurnya.... Petugas di ticket office membuatkan surat klaim dengan mencatat nomor seri kartu EZ Link saya, nomor paspor dan tentunya nama saya. Kartu EZ Link saya yang rusak itu mereka tahan untuk diperiksa berapa saldo tersisa. Seingat saya, saldonya masih lumayan banyak. Jadi ya apes juga kalau dianggap hangus. Saya diminta kembali lagi ke ticket office tersebut sebulan lagi dengan membawa bukti klaim (berupa struk) dan paspor (ya iyalah,,,, masak ke Singapore nggak bawa paspor?). Saya juga diberi kartu EZ Link baru secara gratis sebagai pengganti kartu lama saya. Tapi kartu tersebut tidak ada saldonya. Jadi saya musti ngisi dulu sebanyak 10SGD.

Setelah urusan kartu EZ Link kelar, saya sempet bingung mau ngapain. Mau pulang apa jalan ya? Soalnya saya memang tidak merencanakan perjalanan ini. Ya mendadak berangkat gitu. Akhirnya saya memilih untuk muter-muter Singapore. Melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan di Singapore. Lagian kalau diingat-ingat, saya terakhir kali jalan-jalan keliling Singapore itu setahun yang lalu. Beberapa bulan yang lalu saya memang sempat ke Singapore, tapi hanya untuk transit karena waktu itu tujuan utama saya adalah Malacca, Malaysia. Jadilah saya memantapkan hati untuk sejenak berkeliling negara kota ini.