Friday, August 12, 2011

Singapore Lagi - Orchard Road dan Sentosa Island

Kali ini saya ke Singapore bukan untuk transit seperti biasanya, melainkan untuk membeli sesuatu. Saya juga sekalian mau menukar kartu EZ Link saya yang tidak dapat dipergunakan lagi. Setelah memperoleh barang yang saya butuhkan di Vivo City, saya turun ke stasiun MRT Harbourfront. Saya langsung menuju ticket office untuk menukar kartu EZ Link saya dengan yang baru. Ternyata ada prosedurnya. Tidak bisa langsung tukar begitu saja.

Begini prosedurnya.... Petugas di ticket office membuatkan surat klaim dengan mencatat nomor seri kartu EZ Link saya, nomor paspor dan tentunya nama saya. Kartu EZ Link saya yang rusak itu mereka tahan untuk diperiksa berapa saldo tersisa. Seingat saya, saldonya masih lumayan banyak. Jadi ya apes juga kalau dianggap hangus. Saya diminta kembali lagi ke ticket office tersebut sebulan lagi dengan membawa bukti klaim (berupa struk) dan paspor (ya iyalah,,,, masak ke Singapore nggak bawa paspor?). Saya juga diberi kartu EZ Link baru secara gratis sebagai pengganti kartu lama saya. Tapi kartu tersebut tidak ada saldonya. Jadi saya musti ngisi dulu sebanyak 10SGD.

Setelah urusan kartu EZ Link kelar, saya sempet bingung mau ngapain. Mau pulang apa jalan ya? Soalnya saya memang tidak merencanakan perjalanan ini. Ya mendadak berangkat gitu. Akhirnya saya memilih untuk muter-muter Singapore. Melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan di Singapore. Lagian kalau diingat-ingat, saya terakhir kali jalan-jalan keliling Singapore itu setahun yang lalu. Beberapa bulan yang lalu saya memang sempat ke Singapore, tapi hanya untuk transit karena waktu itu tujuan utama saya adalah Malacca, Malaysia. Jadilah saya memantapkan hati untuk sejenak berkeliling negara kota ini.


Tujuan pertama saya adalah Orchard Road. Hmm... Bukan berarti saya belum pernah ke Orchard loh.... Saya sudah beberapa kali ke Orchard, tapi hanya ke ION Orchard, Lucky Plasa dan Plasa Singapura saja. Belum pernah menyusuri Orchard Road dari Plasa Singapura hingga ION Orchard. Dari Harbourfront, saya naik MRT North East Line dan turun di Dhobby Ghaut. Saya memilih pintu keluar yang menuju Plasa Singapura. Begitu keluar dari Plasa Singapura, dimulailah petualangan saya menyusuri Orchard Road untuk pertama kali. Bukan petualangan juga sih... Cuma iseng bin penasaran aja. Apa sih istimewanya Orchard Road?
Orchard Road

Waktu sudah menunjukkan pukul satu lewat ketika saya sampai di depan ION Orchard. Perjalanan dari Plasa Singapura menuju ION Orchard ternyata hanya memerlukan waktu 15 menit saja dengan berjalan kaki dengan kecepatan sedang. Soal waktu tempuh ini memang relatif. Yang ingin saya sampaikan adalah, menyusuri Orchard Road ini ternyata mengasyikkan dan sama sekali tidak melelahkan. Pedestriannya lebar dan teduh. Jadi sangat bersahabat dengan pejalan kaki. Jika kita merasa gerah, tinggal masuk saja ke salah satu mall, mendinginkan badan sejenak, kemudian keluar lagi melanjutkan perjalanan. Jika ada banyak waktu, tidak ada salahnya menyempatkan duduk-duduk di kursi-kursi yang tersedia di sepanjang pedestrian. Kita bisa melihat orang-orang berlalu-lalang dengan karakter yang berbeda-beda. Utamanya sih banyak orang Indonesia. Apalagi kalau pas weekend.

Dari ION Orchard, saya kembali lagi ke Plasa Singapura dengan berjalan kaki lagi. Kayaknya saya emang paling demen jalan kaki. Hehe... Dari Plasa Singapura, saya kembali ke Harbourfront. Tujuan saya selanjutnya adalah Sentosa Island. Sekali lagi, bukan berarti saya belum pernah ke Sentosa. Saya hanya ingin lebih mengeksplor pulau ini saja.

Sampai di stasiun MRT Harbourfront, saya memilih pintu keluar yang menuju Vivo City, kemudian naik ke lantai 3 dan menuju stasiun monorel. Setahun nggak ke Singapore, ternyata naik monorel ke Sentosa sudah bisa pakai EZ Link Card lhoo... Seingat saya dulu cuma bisa pakai kartu khusus yang dibeli di vending machine dekat stasiun. Mengenai tarif, masih tetap 3SGD kok. Belum ada perubahan. Di tempat validasi kartu, ada dua tempat untuk men-tap-kan kartu. Yang pertama untuk kartu sekali pakai yang bisa dibeli di vending machine, dan satu lagi khusus untuk kartu EZ Link.

Saya turun di Beach Station, yakni pemberhentian terakhir Sentosa Express Monorel. Dari situ saya berjalan menuju tempat pemberhentian Beach Tram. Beach Tram adalah semacam shuttle bus yang menghubungkan pantai-pantai di Sentosa Island dengan Beach Station. Armadanya ada yang berupa bus gandeng, ada pula yang hanya berupa minibus. Ada dua jurusan yang dilayani oleh Beach Tram. Yang pertama adalah Pantai Siloso dan yang kedua adalah Pantai Palawan/Pantai Tanjong. Perlu diperhatikan bahwa tempat pemberhentian kedua jurusan beach tram ini berbeda meskipun sama-sama di dekat Beach Station.
Beach Tram
Tujuan pertama saya adalah Pantai Palawan. Pantai ini berada di sisi selatan Sentosa Island sebelah timur. Nah lo... Bingung nggak? Maksudnya kalau kita melihat gambar di peta, pantai ini berada di bagian bawah pulau di sisi sebelah kanan. Pada saat saya ke sana, suasana pantai relatif lebih “sepi” dibandingkan dengan dua pantai lainnya. Yang menarik dari pantai ini adalah adanya pulau kecil yang hanya berjarak belasan meter dari garis pantai. Pulau ini dijuluki The Southern Most Point of Continental Asia. Untuk menuju pulau ini, kita bisa menaiki jembatan gantung. Di pulau ini juga terdapat dua buah menara dari kayu. Kita bisa menaikinya hingga ke puncak menara. Dari tempat tersebut, kita bisa melihat keseluruhan Sentosa Island dan bahkan Pulau Batam.
The Southern Most Point of Continental Asia

Palawan Beach from Tower

Dari Palawan Beach, saya berjalan menuju Pantai Tanjong yang berada di sebelahnya. Sungguh nyaman berjalan santai di Pulau Sentosa ini. Soalnya di sepanjang jalan yang saya lalui terdapat pepohonan yang cukup rimbun. Apalagi hari sudah mulai sore. Jadi nggak terlalu panas.

Suasana Pantai Tanjong terlihat lebih ramai. Dataran pantai yang cukup luas banyak digunakan oleh para turis untuk bermain bola voli dan frisbee. Pemandangan pantainya sendiri tidak terlalu bagus. Pasirnya berwarna agak kecokelatan dan pemandangan laut lepasnya dihiasi kapal-kapal yang sedang lego jangkar. Sungguh tidak alami pemandangannya. Hmmm... Sebenarnya memang hampir semua area di sekitar Sentosa Island digunakan oleh kapal-kapal untuk lego jangkar sembari menunggu slot time untuk sandar di Singapore Container Terminal. Di pantai-pantai lainnya, keberadaan kapal-kapal ini tertutup oleh pulau kecil. Di Pantai Tanjong juga terdapat pulau kecil, tapi letaknya cukup jauh, yakni beberapa puluh meter. Jadi pemandangan di Pantai Tanjong ya kapal-kapal itu tadi.
Tanjong Beach

Dari Pantai Tanjong, saya naik Beach Tram kembali ke Beach Station. Kemudian saya kembali berjalan menyusuri Pantai Siloso. Pantai ini sepertinya yang paling ramai dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya. Apalagi saat hari mulai malam. Di pantai ini banyak terdapat pub. Di salah satu sisi pantai juga terdapat pulau kecil yang dapat kita akses dengan jembatan. Dari pulau kecil ini, kita bisa melihat pemandangan Siloso Beach. Ternyata cukup indah juga meskipun dataran dan garis pantainya sempit. Di Pantai Siloso inilah kita bisa melihat pasir putih.
Siloso Beach
Hari sudah semakin sore. Saya memutuskan untuk kembali ke Beach Station dengan naik Beach Tram. Tapi ternyata antreannya cukup panjang. Akhirnya saya jalan kaki lagi deh... Dari Beach Station, saya kembali ke Vivo City. Berhubung saat itu hari Sabtu akhir bulan Juli, saya berencana nonton latihan parade militer dan pesta memperingati hari kemerdekaan Singapore. Tahun lalu saya menonton parade tersebut di dua tempat, yakni di area Padang dan di sekitar Clarke Quay.

Acara memang dipusatkan di Padang. Selain parade pasukan dan kendaraan militer, di tempat tersebut juga ada konser musik dan kembang api. Sementara di sekitaran Clarke Quay hanya ada parade kendaraan militer saja. Termasuk atraksi pesawat tempur. Tahun lalu, saking asyiknya mengambil video, saya malah jadi lupa mengambil foto. Jadilah sore itu saya niatkan untuk mengambil foto parade tersebut. Saya memilih nongkrong di Clarke Quay karena kalau di Padang, hampir semua jalan ditutup. Jadi agak ribet kalau mau ke sana.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Saya pun sudah standby di sekitar Central. Akhirnya yang saya tunggu-tunggu pun tiba. Dari arah utara ada 3 helikopter yang membawa bendera Singapore raksasa. Beberapa saat kemudian, terdengar suara meriam dari arah Padang. Kemudian ada atraksi pesawat tempur. Tapi ternyata hanya itu. Parade kendaraan militer yang lewat di jalan raya tidak ada. Mungkin rutenya sudah berubah. Atau ditiadakan? Saya tidak tahu. Ya minimal saya berhasil mengambil gambar helikopter yang membawa bendera Singapore meskipun nge-blur. Hehe... J
Ngeblur banget
Akhirnya, saya harus mengakhiri perjalanan singkat saya di Singapore. Saat itu hari sudah gelap dan area Clarke Quay mulai menampakkan kecantikannya dengan gemerlapnya lampu-lampu.
Clarke Quay at Night

The end.

ARTIKEL TERKAIT:

5 comments:

  1. wahh bduit trus ni,weekend kykny sring ksn mpe bingung mo ngpain yaaaa...

    ReplyDelete
  2. ternyata ad jdwal Singapore National Day Parade (NDP Rehearsal)utk thun ini,,
    - 16 July 2011 pada jam 17.30PM – 19.30PM
    - 23 July 2011 pada jam 17.30PM – 19.30PM
    - 30 July 2011 pada jam 17.30PM – 19.30PM
    klo berada di Helix Bridge, di depan Marina Bay Sand atau sekitar Esplanade, bisa menikmati kembang api, pesawat yang beterbangan dan orang yang terjun payung.snangnya ...

    ReplyDelete
  3. Kemarin kan ke sono tgl 30 July Neng... Helikopter sama pesawat tempur cuman lewat sekali. Suara kembang api juga cuman kedengeran skali.

    Emang c,,, aq nontonnya nggak di skitaran Esplanade. Tau sndiri kan kalo smua jalanan ditutup?

    ReplyDelete
  4. pulau sentosa cocok untuk liburan
    thanks infonya...

    ReplyDelete