Wednesday, February 15, 2012

Pesona Lisbon di Kala Senja


Hallo… Maafin saya yang lama nggak posting yaa... Kebetulan beberapa minggu belakangan saya ada sebuah project yang nggak bisa saya tinggalin. Jadilah blog ini terbengkalai untuk waktu yang cukup lama. Sekarang ceritanya saya lagi di Portugal. Tepatnya di Kota Lisbon. Lagi-lagi saya mengambil setting sore hari seperti postingan saya sebelumnya.

Pada tahu Alfama kan? Itu lho, kota tua yang ada di dalam Lisbon. Tapi saya nggak akan cerita tentang Alfama. Jadi ceritanya saya habis keliling Alfama nih. Waktu itu udah sore menjelang malam. Awalnya saya berencana mau pulang ke hostel. Soalnya perjalanan keliling Alfama dengan berjalan kaki cukup menguras stamina. Secara Alfama konturnya berbukit dan saya bolak-balik tersesat. Jadinya saya memutuskan untuk pulang saja.

Begitu melewati Comercio Square, mendadak saya berubah pikiran. Gimana enggak? Plaza ini menghadap Sungai Tagus yang sangat lebar dan bermuara di Samudera Atlantik. Tentunya menikmati sunset di tepi sungai ini akan sangat menyenangkan. Saya pun mempercepat langkah menuju pinggir sungai.

Comercio Square


Dugaan saya tepat. Pemandangan matahari terbenam di Sungai Tagus sangat indah. Di kejauhan, saya juga bisa melihat siluet Jembatan Golden Gate, San Fransisco. Hahaha... Bercanda. Nama jembatannya 25 de Abril. Konstruksinya yang menyerupai Jembatan Goden Gate membuat jembatan ini sering di sebut sebagai “Golden Gate-nya Lisbon”.

Tagus River and 25 de Abril Bridge

Setelah puas menikmati senja di tepi Sungai Tagus, saya balik lagi ke Comercio Square. Kali ini saya benar-benar berniat untuk pulang. Rasanya udah capek banget. Pergelangan kaki juga terasa mau copot karena udah jalan jauh. Jadi saya nggak mau mampir-mampir lagi. Untuk kembali ke hostel, saya harus menyusuri Rua Augusta hingga ujung. Rua Augusta bisa dibilang pusat turis di Lisbon. Di sini banyak cafe, toko-toko dan tentunya turis dari segala penjuru dunia. Jadi boleh dibilang belum ke Lisbon kalau belum ngelewatin jalan ini.

Arco da Rua Augusta

Rua Augusta

Deretan Cafe di Rua Augusta

Baru beberapa puluh meter kaki ini melangkah, saya kembali tergoda untuk “belok”. Soalnya saya ngelihat menara yang terbuat dari baja. Saya jadi penasaran kepengen naik ke atas. Kayaknya asyik juga ngelihat Lisbon dari ketinggian. Jadilah kaki saya berbelok menuju Santa Justa Elevator. Haduuuhhh... Ini kaki nggak bisa diajak kompromi deh... Udah capek nih. Main selonong aja pake mampir lagi.

Santa Justa Elevator

Syukurlah, saya nggak jadi naik. Soalnya antreannya cukup panjang. Akhirnya saya bener-bener jalan pulang. Rua Augusta yang saya lewati ini berujung di Rossio Square. Di ujung plaza ini ada Dona Maria II National Theatre yang baru dibangun tahun 1840. Tapi pilar yang ada di depannya itu dulunya pilar Gereja St. Francis. Gerejanya sendiri udah hancur karena gempa bumi tahun 1755.

Dona Maria II National Theatre

Dari Rossio Square, akhirnya saya bisa bener-bener pulang ke hostel dan tiduurrr...

ARTIKEL TERKAIT:

9 comments:

  1. last night saya tertanya2 ke mana hilangnya awak, hari ini sudah ada postingnya..bagus sekali hehehe

    *indra, can i get ur email address?perlukan bantuan ini...tq

    ReplyDelete
  2. Hahaha... Semoga kamu paham tulisan saya di posting ini. Sebab bukan Bahasa Indonesia resmi.

    I just accepted ur "friend request" on Facebook. Feel free to contact me. Nak kemana? Eropah?

    ReplyDelete
  3. cantik bangeeet... gw lagi membayangkan diri gw nongkrong di cafe di pinggir jalan diantara bangunan2 kuno gitu hahaa...

    ReplyDelete
  4. hehehe.mujur aje saya sudah biasa dengan bahasa seperti ini, jadinya tiada masalah utk saya memahami kandungannya. ;)

    terima kasih ya.itu sahaja caranya yang mampu saya fikirkan untuk hubungi awak hahaha.Eropah?tidaklah, tabungannya masih belum cukup, next year maybe.

    ReplyDelete
  5. .duduk di kala senja menghadap sungai tagus,,menantikan sunset haha..co lomantik,,,haha
    Bgus ni mas buat referensi saya,,couple trip hee

    ReplyDelete
  6. @Mba' Milla, Kapan nih ke Eropa? Di sana banyak tempat cantik lhoo... Terutama Portugal.Lisbon mah masih belum ada apa2nya dibandingkan Porto dan pedesaannya.Hehehe... Moga2 gw sukses jadi kompor ;'p

    ReplyDelete
  7. @Syani, couple trip sama siapa Ni? Aq ndak mau ah ke Portugal lagi. Maunya ke Santorini. Hehehe... ;')

    ReplyDelete
  8. lisabon indah sekali....
    must visit

    ReplyDelete
  9. Sure. Terutama terkait dengan sejarahnya.

    ReplyDelete