Sunday, May 27, 2012

Nostalgia in Madrid

Penasaran kan sama judulnya? Ini bukan tentang perjalanan saya kembali ke Madrid dan bernostalgia dengan trip ke Madrid sebelumnya lagi. Bukan. Saya baru sekali aja ke Madrid. Ini tentang sebuah film berjudul “The Cold Light of Day”. Saya nggak akan ngomongin detail jalan cerita filmnya. Ntar postingan saya jadi OOT (Out of Topic) donk... Kali ini saya mau ngomongin lokasi syutingnya. Ya ada sedikit jalan ceritanya, tapi khusus terkait tempat-tempat yang udah saya datengin aja.

Nggak bisa dipungkiri, terkadang emang kita terobsesi untuk mengunjungi suatu tempat karena nonton film. Contohnya saya yang kepengen ke Barcelona setelah nonton Meteor Garden 2. Hehehe... Jadi maluu... Nah, kalo biasanya kita ngunjungin suatu tempat yang udah pernah kita lihat sebelumnya di film, kali ini sebaliknya. Saya nonton film yang lokasi syutingnya udah pernah saya datengin. Film “The Cold Light of Day” ini emang sebagian besar lokasi syutingnya di Madrid. Sementara sebagian kecilnya di Moraira, Alicante. Jadi masih lumayan cocok donk (meskipun agak maksa) kalo postingan ini saya kasih judul “Nostalgia in Madrid”?

Cerita dimulai saat Will Shaw (Henry Cavill) dan ayahnya, Martin Shaw (Bruce Willis), mengendarai mobil dari Moraira ke Madrid. Waktu itu ceritanya udah dini hari. Nah, mobilnya itu ngelewatin Plaza de Cibeles. Habis itu Martin ketemuan sama temennya, Jean Carrick (Sigourney Weaver), yang ternyata jahat. Martin Shaw ditembak waktu mau masuk ke dalem mobil. Will Shaw yang ada di dalem mobil juga dikejar dan mau ditembak. Akhirnya si Will keluar dari mobil trus lari.

Plaza de Cibeles

Thursday, May 24, 2012

Resensi Buku Portugal, Spanyol, Maroko di Radar Surabaya


Menjelajah Nilai Sejarah Tiga Negeri
OLEH :
SUHAIRI RACHMAD


JUDUL BUKU : Portugal, Spanyol, Maroko
PENULIS       : Indra P. Nugraha
PENERBIT     : B First
CETAKAN     : Pertama, April 2012
TEBAL           : xii + 320 halaman
ISBN             : 978-602-8864-55-8

Tidak semua orang memiliki peluang mengelilingi berbagai negara yang ada di belahan bumi ini. Hal tersebut tentu erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masing-masing. Sebab, mengelilingi sebuah negara tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Nah, bagi Anda yang memiliki agenda menjelajahi kota-kota di Portugal, Spanyol dan Maroko, Anda akan terbantu dengan membaca buku Portugal, Spanyol, Maroko yang ditulis oleh Indra P. Nugraha.

Portugal memang tidak setenar Spanyol atau Maroko. Namun Portugal memiliki sejarah yang akan mengingatkan kita pada masa lalu. Seperti yang telah kita pelajari dalam buku sejarah, Portugal terkenal armada lautnya yang telah menjelajah dunia, bahkan hingga ke Indonesia. Terlepas dari eksploitasi rempah-rempah Indonesia, Portugal memang pada saat itu menjadi raja di lautan. Oleh karena itu, tak heran jika di Lisbon, ibu kota Portugal, dibangun sebuah monumen yang didedikasikan kepada para penjelajah dunia yang pernah mereka miliki.

Friday, May 11, 2012

Naik Propeller Aircraft ke Pekanbaru

Dunia penerbangan kita sedang berduka setelah jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Seperti biasa, berita dipenuhi oleh orang-orang yang sok tahu mengenai penyebab kecelakaan. Daripada kita menduga-duga penyebab kecelakaan, lebih baik kita mendoakan para korban dan menunggu hasil investigasi. Sambil menunggu, saya mau nge-post pengalaman saya naik pesawat baling-baling nih...

Beberapa minggu yang lalu saya dapet tugas dari kantor untuk ke Pekanbaru. Saya seneng banget tuh... Bukan karena saya belum pernah ke Pekanbaru. Tapi karena rute Batam-Pekanbaru hanya dilayani oleh maskapai Lion Air dan Wings Air. Lion Air menggunakan pesawat tipe Boeing 737-400. Pesawat tipe itu mah dulu lumayan sering saya naikin. Yang saya belum pernah itu naik pesawat baling-baling. Jadi dengan semangat 45, saya pilih penerbangan Wings Air.

Eh, ini keluar tema blog nggak sih? Nggak kan ya? Lanjut deh... Seperti yang udah saya bilang, Maskapai Wings Air menggunakan pesawat tipe ATR72-500 untuk rute Batam-Pekanbaru. Pesawat baling-baling tuh... Bodinya kecil banget. Pintunya ngebukanya nggak kesamping, tapi ke bawah. Pintu itu sekaligus merangkap sebagai tangga. 

ATR72-500 Wings Air at PKU

Sunday, May 6, 2012

Tur Stadion Santiago Bernabeu


Udah lama banget saya nyari waktu yang pas buat nge-post tentang ini. Kayaknya sekarang waktu yang paling pas. Soalnya Real Madrid baru aja ngunci gelar sebagai penguasa La Liga. Tunggu dulu!!! Ini bukan tentang jalannya pertandingan ataupun riwayat tim sepakbola Real Madrid. Ini tentang stadionnya, Estadio Santiago Bernabeu.

Nggak bisa dipungkiri, penggemar tim sepakbola pasti akan memprioritaskan kunjungan ke stadion markas tim kesayanganya. Seperti halnya saya ketika mendapatkan kesempatan mengunjungi Kota Madrid beberapa bulan yang lalu. Kunjungan ke Stadion Santiago Bernabeu sudah menjadi prioritas utama. Jadilah setelah menitipkan “karung beras” di hostel, saya langsung naik metro ke sono.

Begitu keluar dari Stasiun Metro Santiago Bernabeu, tampaklah sebuah bangunan megah yang selama ini cuman saya liat di TV. Stadion kebanggaan Real Madrid ini ada di depan mata kepala saya dengan hanya terhalang oleh beberapa pohon yang daunnya tampak mulai menguning keemasan sebagai pertanda musim gugur telah tiba. Buseeett... Panjang bener yak kalimat terakhir? :p

Tadaaaa!!! Selamat datang di Estadio Santiago Bernabeu