Friday, June 15, 2012

Resensi Buku Portugal, Spanyol, Maroko di Koran Jakarta


ZIARAH ARSITEKTUR DAN SITUS SEJARAH TIGA NEGARA
OLEH :
UNTUNG WAHYUDI

Keunikan dan kemegahan arsitektur menjadi daya tarik tersendiri bagi traveler untuk mengunjungi dan mengabadikannya lewat bidikan kamera dan catatan perjalanan, apalagi ke negara yang memiliki nilai sejarah di mata dunia. Portugal, Spanyol, dan Maroko adalah tiga negara yang dibahas dalam buku Portugal, Spanyol, Maroko: Traveling Aman, Hemat, & Nikmat karya Indra P Nugraha ini. 

Ketiga negara tersebut, menurut penulis, memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang cukup tinggi sehingga menjadi destinasi utama dalam perjalanannya ke Eropa. Portugal dikenal dengan nilai sejarahnya dan terkenal akan armada lautnya yang telah menjelajah dunia hingga ke Indonesia.


Portugal juga terkenal dengan bangunan-bangunan tuanya yang terawat baik. Di pusat Kota Porto, terdapat jalanan tua berlapiskan cobblestone yang diapit bangunan-bangunan tua yang umumnya berasal dari abad pertengahan (hlm 2). Sementara Spanyol, tak perlu diragukan lagi karena pernah menjadi pusat peradaban Islam dan memang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari seluruh dunia. 

Di Barcelona, para wisatawan dibuat berdecak kagum oleh bangunan megah yang memiliki cita rasa seni tinggi. Salah satu bangunan megah di kota ini adalah La Sagrada Familia, karya seorang arsitek Antoni Gaudi. La Sagrada Familia bagaikan magnet wisatawan untuk menyempatkan diri mengunjungi masterpiece karya Antoni Gaudi. Konstruksi bangunan yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO itu sebenarnya telah dimulai pada 1882. 

Namun, baru setahun kemudian Gaudi bergabung. Gaudi pun mulai membangun La Sagrada Familia dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Ketika sang arsitek meninggal dunia, konstruksi bangunan baru mencapai seperempat. Kerumitannya membuat proses pembangunan masih dilaksanakan dan diproyeksikan baru akan selesai pada 2026 (hlm 145). 

Maroko, negara ketiga yang dikunjungi Indra Nugraha, adalah tempat yang memiliki kebudayaan yang jauh berbeda dengan negara-negara Eropa pada umumnya. Negara ini memiliki akar kebudayaan Islam yang sangat kuat sehingga dekatnya letak geografis dengan Benua Eropa tidak membuat kebudayaan setempat menjadi goyah. 

Mengunjungi Maroko membuat wisatawan seolah-olah sedang berada di negara Timur Tengah lainnya. Perjalanan ke tiga negara itu dilakukan penulis selama 15 hari, dimulai dari Belanda, lalu menuju tiga negara tadi. Membaca buku ini seolah-olah pembaca juga ada di sana karena penulis secara detail menggambarkan tempat dan lokasi demi lokasi wisata yang dilengkapi foto-foto menarik. 

Sementara bagi para pecinta sepak bola, buku ini akan menjadi sangat menarik untuk dibaca karena penulis akan mengajak pembaca ke beberapa tempat di Madrid, seperti Stadion Santiago Bernabeu, markas klub sepak bola Real Madrid FC. Rute wisata di stadion ini di antaranya: Stadium Panorama, Trophy Room, Pitch, Presidential Box, Photomontages, Players Tunnel, Benches, and Coaching Area, Press Room, dan Store. 

Namun, yang menjadi catatan, jika pada hari yang sama ada pertandingan, pengunjung tidak diizinkan memasuki Players Tunnel, Coaching Area, dan Dressing Rooms sampai dengan lima jam sebelum kick off . Kurang dari lima jam pengunjung hanya diizinkan memasuki Stadium Panorama dan Trophy Room (hlm 182). 

Selain menjelaskan beberapa perlengkapan yang perlu dibawa oleh calon traveler, seperti kamera, kompas, tripod, dan yang lainnya, penulis juga menguraikan rencana perjalanan sebagai panduan dan bahan acuan. Sejak hari pertama yang dimulai dari Batam-Singapura, Singapura-Kuala Lumpur-Amsterdam, hingga hari terakhir saat penulis tiba kembali di Singapura, lalu menuju Batam untuk pulang ke Tanah Air. 

Berbeda dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata di dalam negeri atau ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, traveling ke Eropa memang membutuhkan budget atau dompet yang tebal. Untuk itu, di bagian akhir buku ini penulis memerinci pengeluaran riil selama 15 hari perjalanan. 

Dari pengurusan visa sebelum berangkat, tiket pesawat, tiket kereta, sewa hotel, biaya makan, taksi, dan yang lainnya, sehingga calon traveler bisa mempersiapkan dengan matang sebelum memutuskan untuk melancong, berkeliling dunia untuk menikmati keindahan arsitektur dan situs-situs sejarah di beberapa negara di Eropa. 

Diresensi Untung Wahyudi, tinggal di Madura

Judul Buku : Portugal, Spanyol, Maroko: Traveling Aman, Hemat, & Nikmat
Penulis : Indra P Nugraha
Penerbit : B-first
Cetakan : Pertama, April 2012
Tebal : xii 320 Halaman

*Artikel ini pernah dimuat di Koran Jakarta, Senin 11 Juni 2012. Juga dapat dilihat di http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/93065

ARTIKEL TERKAIT:

12 comments:

  1. yipiiii peresensi kdua..haha.congratulation ya biii,,

    ReplyDelete
  2. Wow... sesuatu banget Ndra bisa direview sebegini rupa.....

    Eh pipi tembem lo kok gak dimunculin di postingan ini *kabur*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Tinggal tunggu tanggal mainnya Bro. Mas Untung Wahyudi dan Mas Suhairi Rachmad sering nge-resensi buku-bukunya Bentang kok.

      Gw ngumpet dulu deh sampe berhasil ngencengin pipi. Wkwkwk... :D

      Delete
  3. ciyeeeeeh... selamat yaaah.. sukses nih sptnya buku lu (yg samapi skrg masih tergeletak di lemari, blom sempet gw buka) hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiinnnn... Gpp. Lu udah berkenan ngebeli bukunya aja gw udah seneng banget. Hehehe... :D

      Delete
  4. Halo Mas Indra.. Saya termasuk pembeli buku ini. Belinya online di bukabuku.com. Ada yg mau saya tanyakan, semoga Mas Indra berkenan jawab:
    1. Kalo mau bikin visa Schengen dgn itinerary Portugal - Madrid - Maroko - Barcelona, yg artinya kita udah sempat keluar negara Schengen ke Afrika, tapi lalu balik lagi, apakah berarti kita minta visa Two entries/Multiple entries?
    2. Apakah rekomendasi perusahaan asuransi perjalanan yg ada di buku Mas Indra masih valid sampai akhir tahun ini?
    Ditunggu jawabannya. Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo... Maaf baru terbaca komennya. Soalnya masuk spam. Makasih banyak yaa udah berkenan beli buku saya. Kalo sempet keluar area yang ter-cover visa Schengen seperti Maroko, tentu saja perlu visa yang multiple entries. Mengenai perusahaan asuransi, insyaAllah masih valid. Bulan lalu adik saya apply visa di Kedutaan Belanda pake Axa Insurance.

      Delete
  5. Pak Indra, apakah ke Maroko tidak butuh visa?. tks

    ReplyDelete
  6. di toko buku apa bisa didapat buku bapak tersebut?
    saya ingin tour ke 3 negara tersebut. cuma saya utamakan melihat peninggalan2 Islam baru yg lain2nya. dan saya ingin makanan halal dalam perjalanan tersebut serta memberi waktu sholat jamak zuhur n ashar. sholat yg lain bisa di hotel.
    adakah biro travel yg bisa memberi pelayanan seperti tsb.
    bila saya melihat pameran travel, saya tanya tentang ini jawabnya tidak jelas, karena kebanyakan biro2 travel itu non muslim dan tidak perduli dengan kebutuhan muslim.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena buku lama, sekarang cukup sulit mencari di toko buku. Tapi masih tersedia di toko buku online seperti bukabuku.com atau bukukita.com.

      Mengenai biro travel, mohon maaf saya kurang tahu. Tapi dengan biro mana pun, kita berhak untuk me-request sesuatu pada saat kita pertama kali mendatangi biro tersebut. Jika tidak ditanggapi, bisa beralih ke biro lainnya.

      Delete