Friday, June 8, 2012

West Java Scenic Railway Trip


Dulu waktu saya masih kuliah, saya seneng banget naik kereta api. Tiap kali pulang ke Semarang, kereta api selalu jadi andalan. Nggak sekalipun saya naik bus ataupun pesawat. Waktu itu saya dikasih uang sama ortu buat pulang ke Semarang sebulan sekali dengan kereta api kelas bisnis. Tapi saya bela-belain naik kereta kelas ekonomi biar bisa sering pulang. Kadang 2 minggu sekali. Bahkan pernah seminggu sekali. Emang enak sih jadwalnya. Berangkat hari Jumat malam, balik lagi hari Minggu malam. Senin pagi langsung kuliah.

Tapi itu duluuuu banget waktu saya masih kuliah di Jakarta. Sekarang saya udah kerja. Di luar Jawa pula. Demi efisiensi waktu, saya lebih sering naik pesawat ke Semarang. Secara ongkos tiket Batam-Jakarta-Semarang tergolong mahal buat saya sementara waktu libur terbatas. Lagian harga tiket pesawat dari Jakarta ke Semarang sering nggak beda jauh sama tiket kereta. Ya kecuali kalo duit lagi super mefeeet sementara tiket pesawat lagi jual mahal yaa.... Jadi intinya saya jarang banget naik kereta. Nah, sekalinya ada waktu, saya bela-belain lhooo naik kereta api tanpa tujuan yang jelas. Cuman kepengen nikmatin pemandangan dari balik jendela kereta aja. Pulau Jawa punya beberapa rute kereta api yang pemandangannya bagus banget. Pertama, rute Jakarta-Bandung. Rute ini dulu udah sering saya lewatin waktu kuliah. Kalo weekend dan nggak pulang, kadang-kadang saya suka kelayapan sampe ke Bandung. Kedua, rute Bandung-Yogyakarta. Nah, ini dia target saya.

Pagi itu saya udah ada di Stasiun Bandung setelah malamnya berangkat dari Semarang naik kereta api ekspres Harina. Setelah sholat Subuh, saya keluar buat beli tiket kereta ke Yogyakarta. Pagi itu ada dua pilihan kereta, yakni Argo Wilis dengan tujuan akhir Stasiun Surabaya Gubeng dan Lodaya dengan tujuan akhir Stasiun Solo Balapan. Berhubung harganya nggak beda jauh, saya pilih kereta yang agak bagusan dikit, yakni Argo Wilis. Lagian kereta ini juga berangkatnya lebih awal.

Stasiun Bandung


Lokomotif Tua ini ada di depan stasiun
  
Setelah tiket terbeli, saya langsung masuk ke platform stasiun dan naik ke atas kereta. Kebetulan pagi itu gerbong yang saya naiki banyak turis asingnya. Ada serombongan opa oma dari Belanda, ada sepasang kekasih dari Jerman, dan ada lagi yang lain. Tak lama setelah saya duduk, kereta pun berangkat sesuai jadwal.

Interior Kereta Api Argo Wilis

Menit-menit pertama, kereta masih melintasi wilayah perkotaan Bandung. Tapi kondisi ini nggak berlangsung lama. Perlahan-lahan pemandangan perkotaan digantikan oleh hamparan sawah yang mulai menguning. Ada juga yang masih hijau. Di kejauhan tampak pegunungan yang tampak seperti gambar default saya waktu masih TK.

Padinya mulai menguning

Gambar default saya waktu TK minus jalan yang membelah sawah.

Ada Pak tani juga kefoto

Kali ini sisi hijaunya

Cantik banget kan?
Oiya, jalur kereta di Bandung ini terletak di dataran tinggi. Stasiun Bandung sendiri terletak di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Dan jalur ke arah timur ini mendaki dan berkelok-kelok. Jadi selama perjalanan, cukup sering terdengar gesekan antara roda kereta dengan rel paksa. Rel paksa ini adalah rel yang terletak di bagian dalam rel. Biasanya diletakkan di tikungan yang cukup tajam dan jembatan. Fungsinya untuk menjaga roda kereta biar nggak keluar rel.

Jalur menanjak ini berakhir di Stasiun kecil bernama Cipeundeuy. Semua kereta yang melintasi jalur Bandung ke timur dan sebaliknya harus berhenti di stasiun ini. Dari kereta kelas Argo sampe kereta kelas ekonomi wajib berhenti. Soalnya jalur setelah stasiun ini, baik ke arah Yogyakarta maupun Bandung, mulai menurun. Jadi rangkaian kereta api harus dicek remnya. Rem ini harus dalam kondisi prima. Sambil menunggu pengecekan rem, saya menyempatkan diri untuk turun. Hawanya sejuk banget euy..

Pengecekan rem di Stasiun Cipeundeuy
Setelah pengecekan rem selesai dilakukan, kereta yang saya tumpangi kembali melanjutkan perjalanannya. Pemandangan sawah dan gunung khas bumi parahyangan sedikit-sedikit masih ada. Tapi perlahan-lahan menghilang. Berganti menjadi perkotaan. Selepas Stasiun Tasikmalaya, pemandangan khas dataran tinggi itu telah berakhir. Kereta telah sampai di dataran rendah. Ya masih ada sawah-sawah juga. Tapi nggak jauh beda sama yang biasa saya liat dalam perjalanan kereta dari Jakarta ke Semarang.

We want more!!! We want more!!!

Akhirnya, kereta yang saya tumpangi tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta. Saya segera mengambil tas dan menuruni kereta, kemudian berjalan kaki menuju Jalan Malioboro.

JL. MALIOBORO
Sugeng rawuh ing Ngayogyakarta. Welcome to Yogyakarta. Selamat datang di Yogyakarta. JOGJAAAAA!!!!!

#TamasyaTelusuRI #IndonesiaOnly

ARTIKEL TERKAIT:

20 comments:

  1. Mas Indra,

    Kota Pelajar!! :)

    Terbayang2 Gudeqnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, pukul 3am waktu Malaysia masih ada yang comment!!! Hahaha... :D

      Di Johor takde orang jual Gudeg ke?

      Delete
    2. Waktu itu aku belum tidur...kayak packing tuk ke Bandung...9-12 June 2012..udah balik ke Malaysia nie.. :)
      Takde orang jual Gudeg di sini...ayam penyet ada...tapi setelah pulang dari Bandung...teringat nasi timbelnya...hahaha!

      Delete
  2. saya sudah beberapa kali naik kereta di tanah jawa dan favourite saya ialah jalur Bandung - Jakarta. breathtaking view! :D

    *terus ingin travelling lagi saat ini, padahal sedang di office..lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik keretapi atau kereta? Hahaha... Kalau di sini keretapi disebut kereta. Kalau kereta disebut mobil.

      Yup, itu salah satu route favorit saya juga. Sayang sekali sejak dibukanya jalur highway Jakarta-Bandung, penumpang kereta jadi jauh berkurang. Memang, jika menggunakan kereta, waktu tempuhnya lebih lama, yakni sekitar 4jam. Sedangkan jika menggunakan mobil hanya 2,5jam saja. Tapi saya tetap prefer naik kereta.

      Nak travelling kemana lagi ni?

      Delete
  3. tiap kali menaiki train di tanah jawa, perasaan saya sentiasa teruja..view memang terbaik!! :)

    *jalur fav saya pula surabaya - jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Really? Saya belum pernah naik rute Surabaya-Jogja nih... Next time kalau ada kesempatan harus coba.

      Kemarin Zilla naik Lodaya malam ya? Jadi tak banyak lihat view di luar. Tapi sebelum tiba di Bandung, sempat lihat view-nya kan?

      Delete
    2. Harus dicuba itu hehehe...

      Yupp Lodaya malam, jadinya tidak ada apa yang dapat :P. Last year saya berkesempatan naik train dari Bandung-Surabaya, waktu train mampir ke surabaya, viewnya memang indah sekali..

      Delete
    3. Sure. Someday nak cuba juga jalur Johor Bahru-KL-Butterworth-Bangkok :D

      Delete
  4. kunjungan gan .,.
    Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete
  5. buseeet.. gaya lu, Ndra.. scenic railway jyahahaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Terinspirasi dari jalur kereta wisata di Switzerland nih... Kita juga punya lhoo... Dengan versi kita sendiri tentunya.

      Delete
  6. Hampir nggak pernah pake kereta untuk perjalanan jauh di Indonesia. Sekalinya nyobain pas ke Semarang pake kereta bisnis, kemudian gue langsung traumatis :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kenapa traumatis? Sebenernya jalur Jakarta-Semarang ada spot bagusnya lhooo... Sekitar 1jam sebelum nyampe Semarang, keretanya lewat pinggir laut. Paling cocok naik kereta siang sih...

      Delete
  7. weeehhh, jd nyesel krn saya adalah tukang tidur di perjalanan jauh, even itu di metromini 07 jur semper-senen :) pdhl jaman msh di sby dulu sering banget naik kerete untuk mudik ke purwokerto :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalo tidur di metromini saya takut kebablasan. Hehehe... :D

      Delete
  8. Tahun depan bulan 3 saya akan ke indonesia (surabaya-jogja-bandung) dan akan menaiki kereta api dari surabaya ke jogja dan ke bandung. Pilihan saya sudah tentu train waktu siang...cuma saya tidak tahu macam mana untuk membeli tiket secara advance dari malaysia...boleh beri sedikit nasihat atau tips untuk menaiki kereta api di indonesia? terima kasih. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo... Untuk sekarang, tiket kereta api hanya bisa dibeli in advance dari Indonesia. Sebaiknya setelah tiba di Indonesia langsung membeli tiket.

      Tak ada nasihat khas, tapi sebaiknya pilih tempat duduk dekat jendela :D

      Delete