Tuesday, May 28, 2013

Kota Cantik itu Bernama Praha

Pagi itu saya terbangun karena suara gaduh duo Singaporean yang akan check out dan melanjutkan perjalanan menuju Zagreb, Croatia. Dan dimanakah saya berada? Betul sekali! Saya lagi di Praha nih... Sebuah kota yang menjadi salah satu tujuan utama turis di Eropa Timur. Dan kebetulan saya sekamar dengan dua orang Singapore. Andaikan saya nggak melongok keluar jendela, pastilah saya menyangka sedang berada tak jauh dari Batam. But thanks untuk mereka yang secara tak sengaja udah membangunkan saya. Kalo nggak, bisa-bisa saya baru bangun menjelang siang mengingat malam sebelumnya saya baru sampai di hostel menjelang midnight.

Mosaic House, di sinilah tempat saya menginap. Dan dari sini pula saya memulai perjalanan menikmati kota tua ini. Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi dengan suhu 16 derajat Celcius. Masih lumayan dingin sih... Tapi syukurlah hari itu matahari bersinar cerah seolah menyapa, “Please, enjoy Praha!”. Maka dengan berbekal peta gratisan dari hostel, saya menuju Vltava River yang merupakan sungai terpanjang di Czech Republic. Di kejauhan sana, berdiri dengan anggun sebuah kastil. Ke sanalah kaki ini akan membawa saya. Masih jauh banget. Tapi saya juga masih punya banyak waktu mengelilingi Praha. Jadi saya enggan terburu-buru. I have to enjoy every detail of this city.

I was here

Thursday, May 16, 2013

Terbang Bersama Bombardier CRJ 1000 Garuda Indonesia


Kalo biasanya saya ngomongin jalan-jalan, kali ini khusus ngomongin tentang pengalaman naik Garuda Indonesia. Beberapa waktu lalu saya berkesempatan ngicipin armada baru maskapai kebanggaan kita, Garuda Indonesia. Sejujurnya ini trip yang rada maksa. Jadi sebenernya tujuan saya tuh dari Semarang ke Batam. Biasanya saya naik pesawat yang transit di Jakarta. Nah, berhubung Garuda baru aja nge-launch rute barunya, yakni Semarang-Surabaya, plus ditambah pake armada baru Bombardier CRJ 1000 NextGen, dan masih ditambah lagi dengan adanya promo menarik, ya saya ambil rute agak memutar. Semarang-Surabaya by Garuda Indonesia, dan Surabaya-Batam by adiknya, Citilink.

Penerbangan dari Semarang menuju Surabaya menggunakan GA 369 yang berlepas dari Semarang pukul 12.40 dan tiba di Surabaya pukul 13.30. Sementara penerbangan dari Surabaya menuju Semarang menggunakan GA 368 yang berlepas dari Surabaya pukul 07.15 dan tiba di Semarang pukul 08.05.



Rasa antusias selalu ada sewaktu saya bakalan nyobain pesawat baru. Sengaja saya dateng lebih awal ke Terminal Bus Ahmad, eh, Bandara Ahmad Yani Semarang. Saya yang sebenernya udah city check in tetep musti ke meja check in buat naruh bagasi. Sebenernya saya nggak bawa bagasi. Tapi peraturan barang bawaan kabin CRJ 1000 ini beda dengan pesawat-pesawat yang biasa kita tumpangi, baik Boeing maupun Airbus. Dimensinya lebih kecil. Waktu itu sebenernya tas saya masih muat. Tapi saya bawa helm full face. Secara saya ninggal motor di Bandara Hang Nadim Batam. Sementara parkiran di sono terbuka dan nggak ada penitipan helm, jadilah waktu pulang ke Semarang kemarin saya bawa helm. Hehehe...

Kiri : Boeing 737-800 ; Kanan : Bombardier CRJ 1000


Monday, May 13, 2013

Welcome Back My World - Phnom Penh 2012


Tahun 2012 mungkin adalah masa-masa suram saya sebagai traveler. Gimana nggak? Setelah berjaya dengan merealisasikan sebuah mimpi besar menginjakkan kaki di Benua Eropa akhir tahun 2011, praktis saya nggak kemana-mana lagi. Project buku cukup menyita konsentrasi saya. Kalopun ada perjalanan, itu terjadi di awal tahun ketika saya liburan seminggu ke Pulau Dewata. Selebihnya? Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk pulang ke Semarang. Sempat beberapa kali ke Singapore dan Malaysia sih... Tapi bagi orang Batam, perjalanan ke kedua negara itu sama aja kayak perjalanan dari Jakarta ke Puncak. So, ketika nemu tiket seharga 50 MYR untuk penerbangan ke Cambodia, saya nggak tunda-tunda lagi. Bungkuuuusss!!!

Ngomongin soal tiket, idealnya sih kita menentukan tujuannya dulu berdasarkan keinginan, menentukan waktunya, baru mencari tiket semurah mungkin. Tapi nampaknya kali ini, atau lebih tepatnya seringkali, saya diperbudak oleh tiket. Ketemu tiket dengan tujuan dan waktu yang udah fixed, sehingga keinginan pun harus dikalahkan. Kalo ngomongin Cambodia, kota apa yang jadi primadona? Tentunya Siem Reap doonk... Saya pun kepengen ke sana. Tapi apa daya, tiket promo yang tersedia hanyalah tujuan Phnom Penh. Dengan waktu yang terbatas, saya nggak mau memaksakan diri ke Siem Reap. Ya udah gpp, yang penting jalan-jalan. Dan perjalanan ini tetap akan terasa spesial karena inilah perjalanan “kembali” saya. Kembali ke dunia traveling yang sempat hampir setahun saya tinggalkan.
 
Phnom Penh International Airport

Thursday, May 9, 2013

Kena Scam di Manila


Sekitar pukul empat pagi, pesawat Cebu Pacific yang saya naiki mendarat mulus di Bandara Ninoy Aquino, Manila. Ini pertama kalinya saya naik Cebu Pacific. Dan Philipina menjadi  negara ke-8 di Asean yang (akhirnya) bisa saya kunjungi. Meskipun, yah, lagi-lagi nggak bisa lama-lama. Bodo amat orang mau bilang apa. Asalkan tiketnya super murah, waktunya cocok, dan nggak perlu ambil cuti, saya hajar aja tiketnya. Kalo duit banyak dan cuti saya tak terbatas, tentu saya mau stay lebih lama di sebuah kota atau negara. Bener nggak? Hehehe...
 
Ready to depart to Manila

Meskipun masih pagi buta, antrean imigrasi udah panjang banget. Soalnya di waktu yang hampir bersamaan banyak pesawat yang baru aja landing. Nggak kurang dari 30 menit saya ngantre. Sementara pas clearance sendiri nggak sampe semenit. Wkwkwk... Hal pertama yang saya cari saat itu adalah area sepi yang bisa saya pake buat sholat. Tapi pas saya ke toilet di terminal keberangkatan yang berada di lantai atas, saya malah nemu Musholla. Syukur deh... Habis sholat Subuh, saya tidur2an di sekitar area check in sembari menunggu terang.