Tuesday, May 28, 2013

Kota Cantik itu Bernama Praha

Pagi itu saya terbangun karena suara gaduh duo Singaporean yang akan check out dan melanjutkan perjalanan menuju Zagreb, Croatia. Dan dimanakah saya berada? Betul sekali! Saya lagi di Praha nih... Sebuah kota yang menjadi salah satu tujuan utama turis di Eropa Timur. Dan kebetulan saya sekamar dengan dua orang Singapore. Andaikan saya nggak melongok keluar jendela, pastilah saya menyangka sedang berada tak jauh dari Batam. But thanks untuk mereka yang secara tak sengaja udah membangunkan saya. Kalo nggak, bisa-bisa saya baru bangun menjelang siang mengingat malam sebelumnya saya baru sampai di hostel menjelang midnight.

Mosaic House, di sinilah tempat saya menginap. Dan dari sini pula saya memulai perjalanan menikmati kota tua ini. Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi dengan suhu 16 derajat Celcius. Masih lumayan dingin sih... Tapi syukurlah hari itu matahari bersinar cerah seolah menyapa, “Please, enjoy Praha!”. Maka dengan berbekal peta gratisan dari hostel, saya menuju Vltava River yang merupakan sungai terpanjang di Czech Republic. Di kejauhan sana, berdiri dengan anggun sebuah kastil. Ke sanalah kaki ini akan membawa saya. Masih jauh banget. Tapi saya juga masih punya banyak waktu mengelilingi Praha. Jadi saya enggan terburu-buru. I have to enjoy every detail of this city.

I was here

Kastil Praha masih jauh

Jalanan masih tampak lengang pagi itu. Tapi tram-tram yang berlalu-lalang tampak membuat kota ini sedikit lebih hidup. Ada satu hal yang menarik perhatian saya. Tram di Praha sebagian besar modelnya kuno. Emang sih, ada yang model baru, tapi jumlahnya nggak sebanyak yang model lawas. Emang analisis asal-asalan saya ini belum tentu valid. Tapi setidaknya, sepanjang saya menyusuri sungai, tram yang banyak lewat tuh yang model lama. Nah, tram-tram lama ini rasanya menambah eksotis kota ini. Bangunan-bangunan klasik khas Eropa, jalanan berlapis cobblestone, dan tram-tram tua, apakah itu bukan merupakan suatu perpaduan yang sangat indah? Belum ada 30 menit saya menikmati Praha, tapi saya sudah jatuh cinta. Jatuh cinta dengan Praha tentunya :D

Tram Kuno melintasi kota tua Praha

Tram Praha Model Baru


Entah sudah berapa kilometer saya lalui ketika saya sampai di sebuah jembatan tua dengan sebuah gerbang atau monumen di ujungnya, dan patung-patung di kedua sisinya. Charles Bridge, salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo lagi di Praha. Jembatan ini usianya udah 600-an tahun loh... Soalnya udah mulai dibangun tahun 1357. Peletakan batu pertamanya sendiri langsung dilakukan oleh Raja Charles IV. Itu sebabnya jembatan ini dinamain Charles Bridge. Nikmatnya jalan di pagi hari, belum banyak wisatawan yang memenuhi tempat-tempat menarik. Ya termasuk jembatan ini. Saya jadi bisa foto-foto secara eksklusif tanpa ada cameo di belakang saya. Hahaha... :D

Charles Bridge


Charles Bridge
Berjalan menyusuri jembatan ini rasanya seperti kembali ke masa lalu. Rasanya saya bisa mendengar suara derap langkah kuda yang menyeberangi jembatan. Juga rasanya saya bisa melihat putri bangsawan dengan tatapan kosong di balik jendela kereta kuda, lengkap dengan gaunnya yang mirip putri salju. Hiiiiii... Kok jadi serem ya? Wkwkwk... Ya intinya suasana flashback ke masa lalu terasa banget di sini. Di kanan kiri ada 15 pasang patung. Patung-patung ini replika sih... Soalnya patung yang asli disimpen di National Museum. Jembatan sepanjang 600-an meter ini juga berlapiskan cobblestone. Dan di seberang sana, Kastil Praha udah kelihatan besar banget. Nggak jauh lagi. Tapi tetep ada tantangannya. Letaknya tinggi di atas bukit. Artinya, jalanan yang akan saya lalui setelah ini pastinya menanjak. Cemungudh eaa... :p

Kastil Praha sudah dekat

Bener aja, nggak jauh dari Charles Bridge, jalanan mulai menanjak. Nggak sulit buat nyari petunjuk arah ke kastil. Banyak papan petunjuk arah yang tentunya memudahkan turis. Terutama turis yang kesulitan membaca peta. Dan akhirnya sampai juga saya di gerbang kastil yang dijaga oleh dua orang tentara bersenjata. Tadinya saya sempet ragu, kira-kira saya boleh masuk nggak ya? Pagi itu masih lumayan sepi dan nggak ada seorang pun yang masuk. Di sekitar saya juga ada beberapa turis yang tampaknya juga menunggu. Menunggu siapa yang berani masuk. Soalnya tampang tentara yang ngejaga gerbang tuh angker banget. Mau coba-coba masuk, tapi jangan-jangan nanti senjata mereka langsung diarahkan ke saya. Duh, saya kebanyakan nonton fim action kayaknya. Hehehe... Kebimbangan saya dan turis-turis yang ada di situ sirna setelah ada serombongan grup tur yang dengan pede-nya langsung melenggang masuk area kastil. Oalaaahh... Ternyata boleh masuk toh? Tahu gitu kan saya udah masuk dari tadi :p

Praha Castle

Praha Castle
Memasuki area kastil, saya disambut oleh bangunan berlantai lima (termasuk loteng). Bangunan istana kerajaan ini memanjang dan mengelilingi hampir seluruh area seolah menjadi pagar pembatas. Di tengahnya, ada dua buah katedral yang kemegahannya udah terlihat ketika saya melihat kastil ini dari seberang Sungai Vltava. Kedua bangunan ini adalah St. Vitus Cathedral dan St. George Basilica. Setelahnya, saya menuju gerbang kastil. Bukan gerbang yang sama ketika saya memasuki area kastil. Tapi gerbang yang berada pada sisi satunya. Saya sengaja keluar melalui gerbang yang berbeda supaya mendapatkan pemandangan yang berbeda pula.


St. Vitus Cathedral

St. George Church and Monastery
St. George Basilica


Lagi asik ngelihat bangunan-bangunan yang ada, saya ngedenger suara derap langkah pasukan yang sedang berbaris. Ternyata ada pergantian penjaga kastil. Itu lho,,, tentara bersenjata yang menjaga area kastil. Pergantian ini dilakukan setiap jam. Dan pada jam 12 siang, kabarnya pergantian ini dilakukan dalam pasukan besar. Sementara saat itu masih jam 9 pagi. Pergantian hanya dilakukan oleh 3 orang aja. Tapi lumayan menarik perhatian juga. Dan berhubung gerbang ini menghadap ke arah matahari, penjaga yang bertugas pun memakai kacamata hitam biar nggak silau. Unik juga. Hehehe...

Praha Castle Hourly Changing Guard


Pundak Kanan(bukan kiri) Senjata, Grak!!!


Satu! Dua!


Tiga!


Silau euy!!!

Tepat di depan gerbang, saya bisa melihat
landscape Praha yang dipenuhi oleh menara. Saya juga bisa melihat Sungai Vltava dan juga oldtown. Oldtown yang juga masih jauh. Tapi kaki ini masih on fire untuk segera melanjutkan perjalanan. Next stop, "Berkunjung ke Kota Tua Praha".



Pemandangan Kota Praha dilihat dari Praha Castle


Landscape Praha dengan Menara-menaranya


Praha Old Town

ARTIKEL TERKAIT:

26 comments:

  1. ya ampuuuunnn baguuusss bangeeettt... gw aja baru liat foto lo udah jatuh cinta sama praha huhuhuuu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa... Selain Porto, gw ngerekomendasiin banget Praha buat jadi "must visit" city di Eropa :D

      Delete
  2. Indra, ini fotonya bagus banget, kalo ada aku di situ postingannya pasti penuh fotoku hahaha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fotoku juga banyak lhoo... Tapi aku maluuu buat nge-post di sini. Wkwkwk... :p

      Delete
  3. aquuuu suka tempatnyaaa...i want praha :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amsterdam-Berlin-Praha-Bratislava-Budapest-Athena-Santorini-Rome-Cinque Terre-Venice-Barcelona-Paris-Amsterdam in 1,5months?

      Delete
    2. ajak2 haha :p *pengganggu,obat nyamuk*
      kidding...

      Delete
    3. Hehehe... Itinerary di atas akhirnya cuman kesampaian Amsterdam, Roma, Venice sama Paris aja :)

      Delete
  4. woho, keren banget mbak..
    kapan ya bisa ke sana..*berdoa, ngumpulin duit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Actually saya cowok lhooo... Hehehe... Semoga bisa segera ke sana yaa... :)

      Delete
  5. kota ini memang sumpaaaahhh keren banget, coklat nya juga enak cuman mahal hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. Anyway, selamat ya Mbak atas pernikahannya. Saya juga habis menikah sebulan sebelum Mbak :D

      Delete
  6. Ah, great!!!
    Prague is my fav city in Europe. Even Paris can't beat it (in my opinion)
    Kamu beruntung, bisa dapet foto2 yg sepi dr turis, apalagi Charles Bridge nya itu!
    Aku susah banget dpt moment yg sepi, krn disetiap tempat ruame boanget (-__-)
    Great story! keep on writing! ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gw datengnya pagi2 bener soalnya. Kemarin gw beruntung banget loh... Sebulan setelah gw ke sini, Praha dilanda banjir.

      Delete
  7. Memang lawa Praha ni..and just know about their existing heheee.. nice trip..

    Oh my god.. mmg lawa view kat sana.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kotanya lawa, local people-nya pun lawa. Hahaha... Kalau nak pulang ke Malaysia, stop over saja di Europe. Main airport terdekat mungkin Frankfurt atau Istanbul.

      Delete
  8. Prague is my fav city in Europe. Wish i could there someday :)

    ReplyDelete
  9. Duh ... cantiknya Praha , nggak sabar rasanya pingin ke sana !

    ReplyDelete
  10. Kira-kira kalau one day trip di Praha bisa gak ya? Place must visited apa aja ya dalam sehari? Thanks :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini saya one day trip Mbak. Tapi emang nggak ke seluruh tempat. Cuman kastil sama old town aja :D

      Delete