Monday, September 30, 2013

Waktu Seolah Berhenti di Interlaken

Menjelang sore, kereta Luzern-Interlaken Express yang saya tumpangi tiba di Stasiun Interlaken Ost. Saya bergegas keluar kereta dan mendapati kenyataan bahwa suhu di kota ini hanya 6 derajat Celcius. Padahal di Luzern tadi suhu masih sekitar 11-13 derajat Celcius. Lumayan mengagetkan bagi saya. Seumur-umur, ini suhu terendah yang pernah saya rasain. Nafas saya bahkan sampai mengeluarkan uap. Dengan setengah berlari, saya pun segera menuju hostel. Selain supaya bisa istirahat, juga untuk menghangatkan badan.

Interlaken. Saya jatuh cinta dengan kota ini pada pandangan pertama. Kota ini nampak lengang. Warganya terlihat lebih slow, tipikal masyarakat pedesaan. Waktu jadi seolah berhenti di kota ini. Saya juga langsung ngerasa betah dan berandai-andai bisa tinggal di kota ini. Pemandangannya keren banget. Kemanapun mata memandang, hampir pasti akan terlihat gunung. Yups, kota ini emang diapit oleh pegunungan. Sore itu, kabut turun dengan pekatnya sehingga seolah langit runtuh. Skyfall. Jadi keinget filmnya James Bond. Hehehe...

Skyfall in Interlaken