Friday, October 11, 2013

Aneka Scam ketika Traveling (1)


Posting-an kali ini tentang pengalaman saya melihat dan mengalami scam atau mungkin hanya sekadar kejadian tidak menyenangkan ketika traveling. Saya bagi jadi dua kali posting sih biar nggak terlalu panjang. Saya nulis ini sama sekali nggak bermaksud menakut-nakuti orang buat traveling ke suatu kota atau negara. Karena percayalah, scam itu bisa terjadi dimana aja. Bahkan di depan rumah kita sekalipun. Niat saya cuman sharing aja supaya kejadian-kejadian yang saya alami bisa dihindari dan nggak dialamin oleh traveler lain. Itu aja.

Masih inget waktu saya kena scam di Manila? Gara-gara kejadian itu, saya jadi semakin ekstra waspada setiap kali traveling. Apalagi kalo traveling ke luar negeri. Saya berusaha sebisa mungkin tidak terlihat mencolok sebagai turis. Contohnya dengan tidak membuka peta di tempat umum. Kenapa? Kalo kita ngebuka peta di tempat umum, apalagi tampang kelihatan bingung, itu bisa diasumsikan bahwa kita sedang tersesat. Hal ini dapat membuat orang di sekitar mendekat dan bertanya, “Can I help you?”.

Nah, di balik pertanyaan yang ramah ini bisa terdapat dua makna. Makna pertama, orang tersebut melihat kita kebingungan, berusaha menolong dan akan merasa senang jika kita bisa keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Ya kalo kita lagi tersesat, orang tersebut akan dengan senang hati menunjukkan jalan. Menyenangkan bukan? Tapi sayangnya, ada makna yang kedua, yakni orang tersebut akan menunjukkan jalan dan bahkan mengantarkan kita sampai ke tempat tujuan. Dan setelah sampai, orang tersebut meminta bayaran atas bantuan yang telah dia berikan dengan cara-cara yang bisa dibilang premanisme. Kejadian ini pernah saya alami ketika saya traveling ke Marrakesh, Maroko, jauh sebelum saya traveling ke Manila.
 
Suasana Jma el Fna di Marrakesh


Di Marrakesh, tepatnya di medina, saya kesulitan membaca peta dan mau tidak mau harus membuka peta. Seorang pemuda mendekat dan bertanya dengan ramah, “Can I help you, brother?”. Saya yang sebelumnya udah memperoleh info tentang scam model beginian di Maroko langsung menjawab dengan tak kalah ramah, “No, thank you”. Kemudian saya berlalu pergi meninggalkan pemuda itu. Tapi pemuda tadi mengikuti saya dan berkata, “Brother, I will guide you, just tell me where you are going.”. Saya menolaknya. Tapi pemuda itu nggak kunjung pergi dan meminta saya menjadikan dia sebagai guide-nya yang udah pasti nggak gratis. Saya kembali menolaknya, kali ini dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Lagi-lagi pemuda ini maksa saya. Saya yang udah kehilangan kesabaran langsung membentaknya, “No, just leave me alone!!!”. Dan pemuda itu menjauh sembari berkata, “F*ck you, brother!!!”. Dalam hati saya ngakak. Masak ngata-ngatain saya tapi masih manggil saya brother? Hahaha... Habis kejadian itu, saya nggak lagi ngeluarin peta. Tersesat? Bodo amat dah... Ada yang nanya, “Can I help you?”. Langsung saya jawab, “Kowe ngomong opo? Aku ora mudeng maksudmu” (Kamu ngomong apa? Saya nggak ngerti maksudmu). Biasanya dia langsung pergi karena menganggap saya nggak ngerti bahasa Inggris.

Lain cerita waktu di Roma, Italia. Waktu itu saya lagi kebingungan nyari gerbong kereta. Cuman kereta lokal aja, bukan kereta cepat Freccia. Saya bingung soalnya nomor gerbong yang tertera pada tiket nggak ada di rangkaian kereta. Padahal jalur kereta, waktu keberangkatan, dan nomor kereta yang lagi standby di situ udah bener. Terpaksa deh saya jalan nyusurin gerbong demi gerbong dan ngurutin nomornya. Singkat cerita, akhirnya gerbong saya ketemu. Rupanya stiker yang menunjukkan nomor gerbong saya udah terlepas. Saya langsung mencet tombol buat ngebuka pintu gerbong. Tapi kok macet? Akhirnya saya jalan lagi ke sisi satunya. Di sana pintu gerbongnya udah terbuka.
Freccia, Kereta cepat Italia


Ordinary Train in Italy

Waktu saya mau jalan, datanglah seorang pemuda berambut pirang dan memakai jas. Dia bertanya, “Coach number 8?”. Dari pertanyaannya, saya mengartikan bahwa dia penumpang yang juga kebingungan nyari gerbong. Saya pun menjawab, “Yes, this one is coach number 8”. Dia langsung berlalu dan menuju pintu gerbong yang nggak bisa saya buka tadi. Entah gimana caranya, dia bisa ngebuka pintu itu. Dia manggil saya buat lewat situ aja. Saya ya nurutin aja lha wong letaknya lebih deket. Terus pemuda itu nanya nomor tempat duduk saya dan dengan cekatan menunjukkan tempatnya. Habis itu, dia mengambil tas saya dan meletakkan di rak atas. Batin saya, wah, baik bener orang Italia ini. Barangkali pemuda ini staf kereta api. Soalnya dia pake jas. Tapi kok nggak ada papan nama ataupun nametag-nya ya? Jangan-jangaaannn...
Interior kereta antar kota di Italia


Dan nggak sampe semenit kemudian, pemuda itu berkata, “Ok, give me money!”. Gubrakkk!!! Saya baru inget, “There is no free lunch, Bro...”. Ada orang asing yang tiba-tiba baik itu harus diwaspadai dari awal. Bisa jadi dia bener-bener baik. Saya berkali-kali ketemu sama orang-orang baik ini selama traveling. Tapi sayangnya, bisa jadi dia orang jahat. Kayak orang yang di depan saya ini. Saya langsung liat ke kiri kanan, ternyata di dalam gerbong itu belum ada penumpang lain. Mampus gue. Tapi saya langsung melakukan pendekatan persuasif, “I am so sorry. I really want to give you money but unfortunately I have no money. I have got robbed and I still confused how to go home.” Saya ngomongnya lembut banget kayak orang yang habis kerampokan. Bahkan saya hampir aja mau ngeluarin dompet saya yang emang nggak ada duitnya. Tapi pemuda itu keburu berkata, “Nevermind”. Kemudian dia pergi. Ajaib!!! It works!!!

Bersambung yaa... :)

ARTIKEL TERKAIT:

8 comments:

  1. Memang biasa kejadian scam macam ni.. pernah kene teruk di egypt,. that the worst of my experience.. but itu juga banyak mengajar kita.. moga terus tabah dalam travel ya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Macam mana kejadian di Egypt ni? Dah share di blog?

      Delete
  2. wk wk wk...bisa dicoba tuh ndra...pertama ngomong bahasa jawa terus pura2 melas kalau dimintai uang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk... Lumayan manjur Mbak. Untungnya nggak sampe ada kontak fisik atau benda tajam :D

      Delete
  3. mudah-mudahan jangan sampai kejadian lagi...

    ReplyDelete
  4. Nah bener kyknya nih kecurigaan gw, tampang lo dikira berduit sama kyk si ocha, klo gw kemana2 gaya kucel jd org males mao deketin hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gw pernah bergaya kucel di Malaysia sama Singapore malah dikira TKI. Di Malaysia diusir2 waktu tidur di terminal. Di Singapore diinterogasi dulu di imigrasi. Serba salah kan Mil? :D

      Delete