Monday, November 4, 2013

Europe Honeymoon Series-Dua Kepala Satu Itinerary



Setelah urusan tiket beres, bukan berarti pekerjaan selesai. Kami masih harus menyusun itinerary. Sekilas terlihat simpel. Tapi nyatanya, bagian ini memerlukan perhatian ekstra. Ini bukan hanya soal milih negara atau kota mana yang akan dikunjungi. Tapi juga soal menyatukan dua kepala. Yang namanya dua orang, tentu memiliki dua keinginan yang beragam. Bisa sama, bisa juga beda. Dan perbedaannya ini biasanya jauh lebih banyak daripada persamaannya. Timbul konflik di antara kami.
 
Urusan nyusun itinerary, termasuk di dalamnya nyari tiket antar kota/negara, bisa jadi ribet.

Saya kepengennya sih ke Yunani, Hongaria, Kroasia dan Slovenia. Prioritas saya lebih ke Eropa timur karena hampir seluruh negara di Eropa barat udah saya kunjungi. Yups, alasan yang cukup masuk akal memang. Negara-negara Eropa kan totalnya mencapai puluhan negara. Mengingat ongkos ke sana yang mahal, tentunya saya memprioritaskan kunjungan ke negara yang belum pernah saya kunjungi. Sementara Sinta kepengen ke Turki, Italia, Swiss dan Prancis. Jreng!!! Negara-negara yang mau kami kunjungi nggak ada satu pun yang irisan. Gimana nih??!!!

Di sini saya mulai merasakan perbedaan mencolok antara traveling sendiri dan dengan orang lain. Waktu saya masih sendiri, urusan itinerary ini hampir selalu sesuai dengan apa yang saya inginkan. Tapi kali ini saya nggak sendiri lagi. Saya harus mulai belajar menerima perbedaan. Saya udah nggak boleh egois nurutin kemauan saya sendiri. Harus ada sinergi dengan partner perjalanan yang juga partner hidup saya. Soalnya kalo saya keukeuh ngikutin kemauan saya, tentu partner saya jadi nggak bahagia. Kalo dia nggak bahagia, tentunya saya juga nggak bahagia. Nah, kalo sama-sama nggak bahagia, apa enak traveling-nya? Apalagi ini judulnya honeymoon loh... Hehehe...


Saya dan Sinta terus berdiskusi untuk memutuskan itinerary yang sama-sama bisa kami terima. Akhirnya, diputuskanlah untuk mengunjungi Yunani, Hongaria, Italia dan Prancis. Cukup adil kan? Saya dapet dua dari empat negara yang kepengen saya kunjungi, yaitu Yunani dan Hongaria. Sinta pun sama. Dia dapet Italia dan Prancis. Setelah itinerary diputuskan, Sinta kembali mempercayakan kepda saya soal mengatur transportasi di negara-negara tersebut.

Sebagai rencana awal, saya membayangkan rute gini, Belanda-Hongaria-Yunani-Italia-Prancis-Belanda. Atau kalo dirinci lagi menurut kotanya jadi kayak gini, Amsterdam-Budapest-Santorini-Roma-Venice-Paris-Amsterdam. Enam kota dalam tiga minggu. Rute yang cukup ideal menurut kami. Kami emang sengaja nggak mengunjungi banyak kota karena ingin lebih santai. Jadi di masing-masing negara, kami hanya mengunjungi satu sampe dua kota aja. Setelah Sinta setuju, saya kembali menyibukkan diri di balik laptop buat berburu tiket.

Untuk rute Belanda-Hongaria, saya nemu tiket promo dari Wizzair meskipun rutenya bukan dari Amsterdam, melainkan Eindhoven. Nggak masalah, Amsterdam-Eindhoven kan cuman satu setengah jam naik kereta. Maka saya keep dulu Wizzair sembari mencari tiket yang lain. Tentunya saya belum berani booking karena takut rute lainnya mahal.

Dan sesuai dugaan, saya nggak nemu rute murah menuju Santorini. Saya udah coba otak-atik rute dan tanggal, tapi tetep aja nggak ketemu yang murah. Bahkan dengan maskapai low cost sekalipun. Saya pun kembali berdiskusi sama Sinta. Gimana kalo kita remove aja Yunani? Sinta sih setuju aja, tapi diganti sama negara mana? Saya kembali berpikir keras dan mengotak-atik sahabat setia dalam perburuan tiket. Apalagi kalo bukan Skyscanner? Hehehe...

Entah dapet wangsit dari mana, saya kok iseng-iseng nyari flight Amsterdam-Istanbul. Dan ternyata, ada tiket promo dari Turkish Airlines. Wah, Sinta seneng banget tuh... Dia malah ngusulin kalo kunjungan ke Turki agak lama. Mungkin sekitar seminggu. Saya? Ya jelas mau doonk... Saya juga sebenernya kepengen banget ke Turki. Tapi negara ini nggak saya jadiin prioritas kunjungan karena letaknya yang jauh di perbatasan Benua Asia dengan Eropa. Pikir saya saat itu, biaya transportasinya bakalan mahal banget. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Dia menginginkan kami mengunjungi Turki. Sebuah keputusan yang amat sangat kami syukuri di kemudian hari.

Itinerary pun mulai terlihat jelas. Amsterdam-Istanbul-Amsterdam-Budapest(via Eindhoven)-Roma-Venice-Paris-Amsterdam. Sekilas, pasti banyak yang bertanya, “Kenapa dari Istanbul harus kembali ke Amsterdam lagi?”. Ya saya cuman bisa jawab, “Karena tiket yang termurah mengharuskan kami ke Amsterdam lagi”. Tiket promo dari Turkish Airlines saat itu hanya untuk rute pulang-pergi. Sementara rute Multicity, yakni berangkat dan pulang dari airport yang berbeda, tarifnya mahal. Ditambah lagi, ada tiket promo dari Wizzair untuk rute dari Eindhoven ke Budapest. Maka jadilah rute yang agak nggak efisien ini menjadi yang termurah. Walau gimanapun, isi dompet lah yang berbicara. Hehehe...

Selanjutnya untuk rute Budapest-Roma, kebetulan ada tiket promo juga dari Ryanair. Roma-Venice, kami akan menggunakan kereta lokal. Kemudian rute Venice-Paris, meskipun nggak murah banget, kami tetep dapet tiket dengan harga yang masuk akal dari Easyjet. Sementara rute Paris-Amsterdam, kami akan mengandalkan kereta cepat Thalys. Itinerary yang udah kami susun tampak begitu sempurna. Saya pun segera mengeksekusi semua tiket transportasi.

Setelah semua tiket terbeli, kami pun lega. Nggak sabar rasanya pengen cepet-cepet berangkat. Kasus kami emang agak aneh. Kalo kebanyakan calon pengantin nggak sabar kepengen segera melalui hari yang sakral itu. Kami pun juga. Tapi bedanya, selain kepengen cepet-cepet melalui hari pernikahan, kami juga nggak sabar kepengen segera berangkat ke Eropa. Kami ngerasa excited banget deh pokoknya. But wait, what about our visa??!!!

ARTIKEL TERKAIT:

6 comments:

  1. memang jalan dua kepala itu susah susah gampang... tapi selalu ada jalan tengah terbaik kok.. hasilnya happy ending dooong :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah happy ending. Semoga selamanya selalu :D

      Delete
  2. bung, seru nih liat petualangan honeymoonnya. btw mau dong di share juga mengenai biaya nya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sayangnya saya nggak ngitung detail biayanya :)

      Delete