Thursday, November 7, 2013

Terbang dengan A330-200 Garuda Indonesia



Perjalanan ke Singapura ini merupakan titik awal dimulainya honeymoon trip saya dan istri. Singapura menjadi destinasi pertama kami sebelum terbang lagi ke Eropa. Bagi saya dan Syani, istri saya, negara kota ini memang sudah tak asing lagi karena tiga tahun lalu kami pernah bersama-sama mengunjunginya. Namun perjalanan kali ini tetap terasa spesial karena kini kami sudah menikah. Hehehe... Dan juga lebih spesial lagi karena kali ini kami terbang dengan maskapai kebanggaan kita, Garuda Indonesia

Sebelum berangkat, kami baru selesai packing pukul 3 dini hari. Kali ini bukan karena sifat malas saya. Kali ini, kami baru benar-benar bisa mulai packing pukul 12 malam. Dari pagi hingga siang, kami ada acara Ngunduh Mantu di rumah saya. Sementara tamu-tamu masih terus berdatangan sampai petang. Setelahnya, kami masih harus mengambil barang-barangnya Syani di rumahnya, kemudian kembali lagi ke rumah saya. Dan semuanya baru selesai pukul 12 malam. Tanpa sempat beristirahat, kami langsung mulai packing.

Pukul 4 pagi, kami sudah berangkat ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Kami akan naik penerbangan pertama Garuda Indonesia ke Jakarta yang akan berangkat pukul 6 pagi. Di Jakarta, kami akan transit sebentar sebelum melanjutkan penerbangan ke Singapura. Hampir seluruh keluarga mengantar kami, baik dari keluarga saya maupun Syani. Ini karena sekembalinya kami dari Eropa, Syani akan mengikuti saya tinggal di Batam. Jadi ini seperti perpisahan kecil Syani dengan keluarganya. Saya masuk terlebih dahulu untuk check in dan meletakkan bagasi. Ternyata, untuk penerbangan connecting ke rute luar negeri dengan Garuda Indonesia, bagasinya sudah di-tag langsung ke kota tujuan akhir. Jadi di Jakarta kami tidak perlu disibukkan dengan urusan bagasi. Hal yang sama pun berlaku juga untuk penerbangan dari luar negeri yang connecting dengan penerbangan domestik Garuda di Indonesia.

A330-200 Garuda Indonesia at SHIA


Ada sedikit cerita mengapa kami, atau lebih tepatnya saya, memesan tiket pesawat Garuda Indonesia. Sebenarnya ada dua penerbangan langsung dari Semarang menuju Singapura, yakni dengan maskapai Air Asia dan Silk Air. Silk Air jelas mahal karena merupakan full service airlines. Sementara Air Asia saat itu sebenarnya cukup murah. Tapi berhubung ini adalah perjalanan spesial, maka saya juga harus memilih maskapai penerbangan yang juga spesial. Dan pilihan pun jatuh pada penerbangan Garuda Indonesia. Kebetulan saat itu maskapai pembawa bendera Indonesia ini menawarkan tiket promo ke Singapura dengan terlebih dahulu transit di Jakarta.

Selain itu, penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Singapura yang akan kami tumpangi menggunakan pesawat tipe Airbus A330-200 yang belum pernah saya naiki. Lagipula, saya sudah bolak-balik ke luar negeri dengan berbagai maskapai flag carrier negara lain, tapi belum pernah sekalipun naik maskapai negara sendiri. Apa kata dunia?

Kembali ke soal pesawat. Untuk rute Jakarta-Singapura, Garuda Indonesia menyediakan beberapa flight yang dilayani oleh pesawat Airbus A330-200. Selebihnya masih dilayani oleh Boeing 737-800NG. Memasuki kabin pesawat, kami harus melewati kelas eksekutif terlebih dahulu. Dengan konfigurasi 2-2-2, serta tempat duduk yang dapat direbahkan 180 derajat, sepertinya memang nyaman sekali bisa duduk di sini. Apalagi kalau penerbangannya jarak jauh. Saat ini kami baru bisa bermimpi saja. Mudah-mudahan someday kami bisa langganan duduk di sini. Amiinnn...

Executive Class Garuda Indonesia

Executive Class Garuda Indonesia

Kursi kami letaknya di bagian belakang pesawat. Konfigurasi tempat duduk kelas ekonominya 2-4-2. Seat Pitch sudah tentu tergolong longgar karena Garuda Indonesia menawarkan kenyamanan kelas dunia di seluruh penerbangannya. Di setiap kursi juga terpasang monitor inflight entertainment sebagai sarana hiburan sepanjang penerbangan. Begitu duduk, kami diberi segelas welcome drink. Ini adalah perbedaan pelayanan antara penerbangan domestik dan internasional. Pada rute internasional, penumpang kelas ekonomi pun diberikan welcome drink.

Economy Class Garuda Indonesia

Economy Class Garuda Indonesia

Seat Pitch lega

Entertainment untuk mengusir jenuh

Setelah pesawat mengudara, makanan pun mulai dibagikan. Kami ditawari dua pilihan makanan, yakni nasi ayam dan fettuccine. Yang satu menu lokal, sementara lainnya menu internasional. Pilihan makanan ini sangat bermanfaat untuk menjembatani selera para penumpang yang berbeda-beda. Namun bagi saya, keduanya sangat menggiurkan untuk dicoba. Dan syukurlah saya bersama Syani. Enaknya pergi berdua, kami bisa memesan dua macam menu dan bisa saling mencicipi menu satu sama lain. Kalau pergi sendiri kan saya hanya bisa memilih salah satu saja. Pagi itu saya makan fettuccine sementara Syani makan nasi ayam. Rasanya tentu sedap karena makanan yang disajikan diseluruh penerbangan Garuda Indonesia telah melalui tahapan quality control yang sangat ketat.

Fettuccine

Nasi Ayam


Selama lebih kurang satu setengah jam perjalanan, kami lebih banyak tidur mengingat sehari sebelumnya belum sempat beristirahat. Tak terasa, pesawat pun sudah mendarat mulus di Bandara Changi Singapura. Touchdown roda-roda pendaratan terasa sangat smooth. Hal ini tentunya tak lepas dari kepiawaian para penerbang di dalam cockpit. Usai melakukan pengereman, pesawat taxi menuju apron Terminal 3 Bandara Changi. Terminal ini adalah terminal terbaru dan juga yang terbaik di Bandara Changi. Dan Garuda Indonesia menjadi salah satu dari sedikit maskapai asing yang dapat melayani penumpangnya dari terminal ini.

Terima kasih Garuda Indonesia. Kami senang dan bangga terbang bersamamu.

Just landed at Changi Airport
 
A330 Garuda Indonesia at Changi Airport

A330 Garuda Indonesia at Changi Airport

Tulisan ini diikutkan dalam #GADreamHoliday Blog Competition. Informasi lebih lengkap silakan lihat di sini.

ARTIKEL TERKAIT:

8 comments:

  1. hahahahaha.. kalo pecinta pesawat emang gitu yaah.. mahal dkit gpp lah asal bisa naik pesawat yang kita suka..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. Iya bener... Anyway, thanks yaa... Mas Goiq ini paling sering blogwalking ke sini :)

      Delete
  2. norakkkk!!!Garuda sudah mampu lebih mampu dan unggul dengan pembuktian yang diakuai dunia(skytrax).

    ReplyDelete
  3. Saya setuju banget sama Om Indra, kemanapun saya maunya naik Garuda Indonesia, soalnya saya udah nyobain naik beberapa maskapai lain, salah satunya maskapai yang ngaku-ngaku 'Low Cost Airline', tapi ujung-ujungnya selalu berakhir dengan penyesalan, karena tempat duduk yang ngga nyaman lah, pelayanan yang ngga OK lah, dan banyak lagi deh yang kahirnya cuma bikin GONDOK, Walaupun harga tiket lebih mahal, saya pasti akan 'memaksakan' untuk naik Garuda Indonesia. Sampai sekarang ini saya belum pernah traveling ke Eropa, khususnya Italia, karena saya sngat tertarim dan menyukai Bahasa dan Kebudayaan Italia. Cita-cita saya adalah saya bisa traveling ke Italia dan Eropa, naik garuda Indonesia. Saya baca di Wikipedia beberapa waktu yang lalu, sebentar lagi akan ada rute Jakarta Soekarno-Hatta ke Roma Leonardo da Vinci–Fiumicino, saya akan selalu menantikan rute baru tersebut.
    Saya juga punya doa yang sama seperti Om Indra, semoga suatu saat nanti saya bisa langganan naik Executive Class atau First Class Garuda Indonesia. Aamiin!
    Terima kasih untuk Om Indra, saya jadi terinspirasi setelah baca blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinnn... Wohoho.... Saya juga kepengen banget bisa langganan First Class/Executive Class Garuda Indonesia setiap kali terbang. Hehehe...

      Kalo dalam waktu dekat, sepertinya belum ada rencana buka direct flight ke Roma. Tapi bisa memanfaatkan codeshare dengan Etihad (via Abu Dhabi) atau KLM (via Amsterdam).

      Delete
  4. Aku juga rasanya pengin banget langganan eksekutifnya garuda indonesia yang sudah diakui dunia kalau bisa keliling dunia.aminnnnnnnn doain yaa.

    ReplyDelete
  5. Mas Indra kalo Naik GA ke KLIA dapat makanan juga ?

    ReplyDelete