Sunday, March 30, 2014

The Unexpected Journey

Setelah lebih kurang selama seminggu saya berada di tanah suci untuk menunaikan ibadah Umroh, kini tiba saatnya untuk pulang. Sore itu saya (beserta rombongan biro tentunya) sudah berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Penerbangan kami menuju Jakarta akan berangkat dalam beberapa jam ke depan. Sama seperti pada saat berangkat, kami akan pulang dengan menumpang maskapai OrbitPacifica Airways. Menurut jadwal, kami akan berangkat menuju OrbitPacifica City selepas Maghrib, kemudian lanjut terbang ke Jakarta pada tengah malam waktu OrbitPacifica City.

Tak lama menunggu, penumpang OrbitPacifica Airways dipanggil untuk boarding. Saya pun lekas berdiri karena tempat duduk saya ada di bagian belakang pesawat. Tapi nggak lama kemudian, saya kecewa. Ternyata panggilan boarding tersebut ditujukan untuk penumpang penerbangan OrbitPacifica Airways sebelumnya yang udah delay beberapa jam yang lalu. Sementara penerbangan saya di-delay sampai jam 10 malam. Ini artinya, saya nggak bakalan keburu ngejar penerbangan ke Jakarta. Saya pun berdoa supaya penerbangan saya dialihkan ke pesawat Boeing 747-400 Lion Air atau syukur2 kalo bisa dipindah ke pesawat Boeing 777-300ER punya Garuda yang masih baru.

Saya berani bermimpi kayak gitu karena dulu pernah kejadian waktu saya ke Belanda 3 tahun lalu. Waktu itu saya posisi di Singapore dan akan berangkat ke Amsterdam dengan menumpang pesawat Malaysia Airlines. Tepat pada saat boarding penerbangan menuju Kuala Lumpur, saya malah ditransfer ke penerbangan langsung Singapore Airlines ke Amsterdam. Ini karena penerbangan dari Kuala Lumpur delay. Tapi sayangnya, saya tetep aja tuh disuruh nungguin penerbangan OrbitPacifica Airways. Barangkali, pesawat yang ke Jakarta mau nungguin. Pukul 9 lewat, saya pun boarding.