Friday, May 23, 2014

Rendezvous in Paris

Namanya Defi Lim. Dia ini temen satu almamater waktu saya masih kuliah. Sebenarnya waktu kuliah dulu saya nggak terlalu mengenal dia. Ya wajar aja sih, soalnya temen seangkatan saya kan ada 700-an orang. Jadi ya agak sulit mengenal satu per satu. Palingan saya cuman kenal wajah aja. Nah, setelah sama-sama udah bekerja, saya dan Defi dipertemukan di dunia maya. Hal apa yang mempertemukan kami? Hanya satu jawabannya. Kami sama-sama suka traveling.

Tahun 2010 lalu, saya pertama kalinya ketemu langsung sama Defi. Uniknya, kami nggak ketemu di Indonesia, tapi di Kuala Lumpur, Malaysia. Waktu itu secara tak sengaja, jadwal traveling kami beririsan di Kuala Lumpur. Saat itulah saya ketemu sama Defi. Waktu itu saya traveling bersama tiga orang travelmates saya yang posturnya tinggi2, Ali, Hanto, dan Suhartoyo. Sementara Defi traveling bersama kedua adiknya, Fendi dan Vina. Setelahnya, kami sama sekali nggak ketemu mengingat saya berdomisili di Batam sementara Defi di Jakarta.

Kiri ke kanan:Hanto, Ali, Saya, Suhartoyo, Defi, Vina, Fendi

Sunday, May 18, 2014

Menikmati Penerbangan A330-300 Singapore Airlines

Another flight review. Kita tahu, di kawasan Asean ini, atau mungkin di Asia, Singapore Airlines tergolong sebagai maskapai premium. Soalnya tarif yang ditawarkan biasanya lebih mahal daripada maskapai-maskapai negara tetangganya. Saya sendiri cukup mujur karena pernah ngerasain naik Singapore Airlines pada penerbangan jarak jauh pertama saya. Kenapa saya katakan mujur? Soalnya saya kan aslinya naik Malaysia Airlines. Maskapai Malaysia ini ngasih tarif hanya 7 juta Rupiah untuk penerbangan Singapura-Amsterdam vv. Nah, waktu mau boarding di Bandara Changi Singapura, saya dipindahin ke penerbangan langsung Singapore Airlines menuju Amsterdam. Alasannya karena penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Amsterdam malam itu delay untuk waktu yang belum ditentukan. Jadilah malam itu saya naik Singapore Airlines untuk pertama kalinya.

Meskipun tergolong maskapai premium, bukan berarti Singapore Airlines nggak pernah ngasih promo loh... Tapi ya jangan berharap promo yang setara dengan promo maskapai Low Cost Carrier (LCC). Promonya Singapore Airlines palingan ya masih seharga tiket reguler maskapai LCC. Tiket itulah yang saya beli waktu terbang dari Kuala Lumpur menuju Singapore. Sebagian besar rute ini sebenarnya dioperasikan oleh maskapai anaknya, Silk Air dengan pesawat narrow body Airbus A320. Tapi ada beberapa penerbangan yang tetap dilayani oleh Singapore Airlines dengan pesawat wide body Airbus A330-300.

Airbus A330-300 Singapore Airlines at KLIA

Wednesday, May 14, 2014

KLM and Schipol Airport Experience



Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan terbang dengan maskapai KLM dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Tujuan akhir saya adalah Singapore. Sebenernya ada sih penerbangan langsung KLM dari Amsterdam menuju Singapore. Tapi saya transit dulu di Kuala Lumpur karena tiket yang saya beli adalah tiket Malaysia Airlines. KLM dan Malaysia Airlines memang memiliki kerja sama code share untuk rute Kuala Lumpur-Amsterdam vv. Saya memilih beli tiket Malaysia Airlines karena pada saat itu, cuman maskapai ini yang ngasih tarif termurah. Dan saya memilih penerbangan pulang yang dioperasikan oleh KLM karena saya belum pernah naik KLM. Hehehe...

Boeing 777-300ER KLM at Schipol Airport

Penerbangan pergi pulang via Amsterdam kali ini adalah yang kedua kalinya. Pada kesempatan pertama dulu, saya berangkat dengan Boeing 777-200 Singapore Airlines, dan pulang dengan Boeing 747-400 Malaysia Airlines. Pada kesempatan kedua ini, Boeing 747-400 Malaysia Airlines tampaknya udah dipensiunkan. Jadi penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Amsterdam menggunakan Boeing 777-200ER. Nah, penerbangan kembalinya yang dioperasikan oleh KLM, menggunakan Boeing 777-300ER. Sementara penerbangan jarak pendek menuju Singapore menggunakan Boeing 737-800.


Friday, May 9, 2014

New Sepinggan Airport Balikpapan


Pada Bulan Maret lalu, Indonesia kembali memiliki sebuah bandara baru dengan konsep futuristik. New Sepinggan Airport (Kode IATA:BPN). Bandara yang terletak di Balikpapan dan jadi gerbang utama kawasan Kalimantan Timur dan sekitarnya ini memang baru saja diresmikan pada 22 Maret 2014 lalu. Yuk, kita lihat fasilitasnya!


Bangunan Terminal terkoneksi dengan Mall

Bangunan terminal bandara ini memiliki empat lantai dengan desain futuristik dan berdinding kaca. Lantai Ground dan Mezzanine digunakan sebagai area kedatangan. Kemudian lantai 1 digunakan sebagai area keberangkatan, termasuk area check in dan ruang tunggu. Sementara lantai 2 digunakan untuk restoran dan executive lounge. Dari keempat lantai itu, selain lantai 2, semuanya terkoneksi dengan mall. Yupz, Bandara ini jadi bandara pertama di Indonesia yang memiliki mall di dalamnya. Dari segi kapasitas, bangunan terminal Bandara New Sepinggan memiliki kapasitas hingga 10 juta penumpang per tahun. Tapi saat ini mallnya belum beroperasi dan masih mengalami renovasi minor.


Sepinggan Airport Departure Hall

Thursday, May 8, 2014

Kayak Gini Nih Tugas Customs Immigration Quarantine

Sebagai traveler yang pernah berpergian lintas negara, tentu kita sudah terbiasa dengan prosedur keimigrasian dan kepabeanan. Yupz, Customs, Immigration dan juga Quarantine (CIQ) memang tiga otoritas terdepan yang menjaga perbatasan suatu negara. Di Indonesia, ketiga otoritas tersebut berada di bawah kementerian yang berbeda. Customs atau Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berada di bawah Kementerian Keuangan, Immigration atau Direktorat Jenderal Imigrasi berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM, sedangkan Quarantine atau Karantina berada di bawah Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Kesehatan. Kok Karantina banyak amat? Soalnya, Karantina itu ada Karantina Pertanian, Hewan, Ikan, dan Kesehatan.

Nah, kalo yang saya perhatiin belakangan ini, masih ada beberapa traveler Indonesia yang belum begitu paham tugas dan fungsi CIQ di perbatasan. Bawaannya kepengen marah-marah kalo sedikit terhambat di perbatasan. Kali ini saya kepengen sedikit berbagi pengalaman. Karena saya seorang traveler, tentunya pengalaman ini dari sudut pandang traveler yah... Kalo ada salah ya mohon dimaafkan. Hehehe...

Begitu tiba di Indonesia, baik itu melalui bandara, pelabuhan, maupun perbatasan darat, yang pertama kali kita temui adalah petugas imigrasi. Petugasnya pake seragam warna biru muda. Mereka ini tugasnya berkaitan dengan lalu lintas orang. Jadi orangnya yang diperiksa. Apakah dia masuk ke Indonesia secara legal atau tidak. Kalaupun legal, apakah orang ini memiliki risiko tinggi atau tidak. Proses ini dinamakan immigration clearance. Legalitas seseorang memasuki sebuah negara, termasuk Indonesia, dilihat dari sebuah dokumen bernama paspor. Beberapa negara juga memerlukan visa selain paspor tadi. Tapi sebagian besar negara di dunia sudah bisa masuk Indonesia dengan menggunakan Visa on Arrival meskipun hal ini tidak berlaku secara reciprocal. Huh!!!

Immigration Clearance

Sunday, May 4, 2014

Cara Apply Visa Schengen di Kedutaan Belanda

Kali ini saya mau sedikit berbagi tentang step by step caranya apply visa turis di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Kedubes Belanda di Jakarta alamatnya ada di Jl. HR Rasuna Said Kav. S-3, Jakarta 12950. Untuk ke sana dengan transportasi umum, kita bisa naik busway koridor Dukuh Atas-Ragunan, turun di Halte Kuningan Timur. Atau bisa juga naik koridor Pluit-Pinang Ranti, turun di Halte Kuningan Barat. Tapi kalo turun di halte ini, kita musti naik tangga dulu menuju Halte Kuningan Timur. Soalnya letak Kedubes Belanda ada di seberang halte tersebut. Dari Halte Kuningan Timur, urutannya adalah Kedutaan Hongaria, Kedutaan Swiss, baru deh Kedutaan Belanda. Habis itu ada jalan. Nah, pintu masuk bagi applicant ada di jalan itu.

Kapan saat yang tepat untuk apply visa Schengen? Sebenarnya visa sudah bisa di-apply sejak 3 bulan sebelum keberangkatan. Jadi kalau dokumen sudah siap, tidak perlu menunggu menjelang hari-H untuk apply visa. Kemudian kalau (amit-amit) visanya ditolak, ada masih ada cukup waktu untuk appeal ataupun apply visa via kedutaan lain. Kedutaan Belanda menyarankan untuk apply visa dua minggu sebelum keberangkatan. Sementara saya sendiri rata-rata apply visa sekitar 1-2 bulan sebelum keberangkatan. Tidak terlalu lama, tapi juga tidak terlalu mepet.

Visa Schengen dari Keutaan Belanda


Buat apply Visa Schengen di Kedutaan Belanda, ada beberapa syarat dokumen yang harus kita lengkapi. Simpel dan nggak sulit kok sebenernya.

Pertama. paspor yang masih berlaku paling sedikit 3 bulan sejak tanggal keluar dari Belanda atau wilayah Schengen.

Kedua. Pas Foto. Ini ada syarat tersendiri. Sebenernya banyak tukang foto yang nyediain jasa foto visa. Tapi berdasarkan pengalaman saya, walaupun udah foto di tempat foto yang biasa melayani foto visa, tetep aja tuh di Kedutaan disalahin. Jadi terpaksa deh saya foto lagi di Kedutaan. Mereka nyediain jasa foto visa. Tarifnya saya agak lupa. Sekitar Rp 50 ribuan. Mungkin sedikit lebih atau kurang dari itu. Tapi yang jelas nggak nyampe Rp 100 ribu.

Saturday, May 3, 2014

Ketika Nasionalisme Terbangun Kembali di Negeri Orang


Sedikit cerita tentang perjalanan di Berlin, Jerman. Kami sekeluarga sengaja datang ke Jerman untuk menyaksikan penampilan dalang Sri Joko Raharjo. Awalnya, saya belum begitu tahu, siapa sih Sri Joko Raharjo ini? Di Indonesia, para dalang yang terkenal kan didominasi oleh dalang yang berusia senior. Tapi di luar dugaan, dalang Sri Joko Raharjo ini ternyata masih muda. Tapi udah malang-melintang di dunia internasional. Baru-baru ini, dia juga mewakili Indonesia dalam sebuah acara pertukaran budaya di Amerika Serikat. Gue mesti bilang WOW nih!!!

Pada undangan yang diterima, Sang Dalang akan pentas di Haus der Kulturender Welt. Sesampainya di sana, saya kaget bukan main. Ternyata Haus der Kulturender Welt itu besar banget dan malam itu didedikasikan khusus untuk acara yang berjudul Mythos und Mystik Indonesiens “Dewi Sri”. 

Dewi Sri Mythos und Mystik Indonesiens