Friday, June 13, 2014

Berkunjung ke Kota Tua Praha



Usai mengunjungi sebuah kota atau negara, pasti tertinggal sebuah catatan pada lembar sejarah kehidupan kita. Tak peduli apakah itu berisi kesan positif ataupun negatif, semuanya merupakan pengalaman yang akan terus melekat dan bisa diceritakan kepada anak cucu kita. Dalam sebuah perjalanan, memang tidak ada garansi bahwa seluruhnya akan menyenangkan. Ada kalanya terjadi hal-hal sebaliknya yang di luar prediksi. Sebuah pengalaman tidak menyenangkan, sudah tentu akan membuat kita merasa jengkel, marah, kecewa, atau lebih ekstrem lagi, mungkin trauma mengunjungi suatu tempat. Namun di balik itu semua, ada pelajaran yang bisa diambil yang membuat kita menjadi lebih tangguh di kemudian hari.

Selanjutnya mengenai pengalaman menyenangkan ketika traveling, sudah tentu banyak sekali. Namun kali ini saya tidak akan melihat dari sudut pandang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Saya akan berbicara tentang sebuah kota yang hingga saat ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam, Praha. Mungkin kota ini adalah salah satu kota terindah yang pernah saya kunjungi. Posting-an kali ini adalah lanjutan dari posting-an berjudul “Kota Cantik itu Bernama Praha” yang saya tulis tahun 2013 lalu. Jika sebelumnya saya bercerita tentang suasana kota dan Kastil Praha, kali ini tentang kota tuanya atau Prague Old Town.
 
Prague Old Town Square



Dari Kastil Praha, lagi-lagi saya memilih untuk berjalan kaki menuju old town. Jaraknya cukup lumayan. Namun tidak sejauh perjalanan saya pagi tadi dari hostel menuju kastil. Dan saya pun kembali bisa menikmati suasana kota yang terselamatkan pada perang dunia ini. Ya, memang banyak bangunan di kota ini yang berusia lebih tua daripada kota-kota lainnya di Eropa. Ini karena Praha relatif tidak sehancur kota lainnya usai perang dunia dua. Hari itu, matahari musim semi juga bersinar cerah sehingga menambah semangat saya untuk terus berjalan.

Salah satu sudut kota tua Praha

Tak sampai satu jam, saya sudah tiba di sebuah alun-alun yang menjadi pusat turis Praha, the Old Town Square. Saya langsung menuju bangku yang tersedia mengelilingi Jan Hus Memorial yang terletak pada bagian tengah alun-alun. Saya ingin beristirahat sejenak sembari mengamati pemandangan sekitar. Jika pagi tadi di kastil suasananya masih sepi, kali ini di alun-alun sudah ramai. Tampaknya para turis sudah terbangun dari tidurnya dan memulai aktivitas jalan-jalan. Tiba-tiba, saya melihat banyak turis yang secara serentak menuju bangunan yang tampak seperti menara pengintai. Saya jadi penasaran, “Kira-kira ada apa ya?”.
 
The Old Town Square
Mereka mau kemana?

Ternyata, bangunan yang tadinya saya kira menara pengintai itu adalah menara jam. Tapi ini bukanlah jam biasa. Namanya adalah Prague Astronomical Clock atau Prague Orloj. Jam yang menjadi ikon Kota Praha ini tercatat sebagai jam astronomi tertua di dunia yang hingga saat ini masih beroperasi. Para turis yang tadi tiba-tiba berlarian menuju jam ini karena setiap jamnya, jam akan berbunyi dan patung-patung yang menjadi aksesoris jam tampak bergerak dan berputar. Sesuatu yang tampak biasa saja kalau kita tidak menyadari bahwa jam ini pertama kali dipasang pada tahun 1410 sementara patung-patungnya ditambahkan kemudian sekitar abad ke-17 dan 18.
 
Prague Astronomical Clock

Tak jauh dari astronomical clock, ada beberapa anak muda yang mengenakan kaos dan payung berwarna terang bertuliskan “Free Tour” ataupun “Tour Gratis”. Mereka menawarkan secara gratis tur dengan berjalan kaki mengelilingi area kota tua. Namanya tour, tentu mereka juga memberikan penjelasan mengenai bangunan maupun tempat-tempat bersejarah yang dilewati. Bahasa yang digunakan pun bermacam-macam. Selain Bahasa Inggris, ada juga Bahasa Spanyol, Jerman, dan lain sebagainya. Meskipun turnya gratis, etikanya jangan lupa memberikan tip kepada mereka di akhir perjalanan.

Tour Gratis

Kembali ke astronomical clock, bangunan ini ternyata bisa dinaiki. Saya jadi tertarik untuk menaikinya. Pemandangan dari atas menara tentunya menarik. Usai membeli tiket, saya pun memasuki bangunan menara jam. Untuk menuju lantai paling atas, tersedia dua pilihan. Pertama dan yang paling praktis adalah dengan menggunakan lift. Untuk menaiki lift ini tidak ada biaya tambahan. Sayangnya, lift hanya tersedia satu buah sehingga menunggu antrean naik pun cukup menguras waktu. Saya memilih alternatif kedua, yakni dengan mendaki. Sewaktu saya mendongakkan kepala ke atas, cukup kaget juga. Ternyata lumayan tinggi. Namun syukurlah, jalur spiral yang digunakan untuk naik ke atas berbentuk landai seperti kebanyakan halte busway di Jakarta. Jadi tidak terlalu melelahkan.

Jalur menuju ke atas menara
Syukurlah, bukan anak tangga

Sesampainya di atas, ternyata dugaan saya tepat. Pemandangan dari atas terlihat sangat indah. Di bawah sana, saya bisa melihat para turis yang berkerumun mengabadikan foto jam. Di sisi lainnya, tampak old town square dan Týn Church yang bergaya gothic dengan kedua menaranya yang tinggi menjulang. Di kejauhan, terlihat Kastil Praha yang tadi pagi saya kunjungi. Kemudian ada pula Petřín Lookout Tower yang sayangnya tidak sempat saya kunjungi. Dan jangan lupakan landscape Kota Praha yang sedap dipandang.
 
Para turis sedang melihat Astronomical Clock
Landscape Kota Praha
Týn Church
Di atas menara, pengunjung harus berhati-hati karena lorongnya sangat sempit. Hanya cukup untuk dua orang berpapasan. Ditambah lagi, jendela-jendela untuk memandang keluar juga cukup lebar. Jadi pastikan kamera terpegang dengan erat. Dengan lorong yang sempit, sangat mungkin kita tersenggol pengunjung lainnya ketika sedang mengambil gambar. Jangan sampai (amit-amit) kameranya terjun ke bawah. Hehehe...
 
Please be careful!

Saya benar-benar menikmati pemandangan di atas menara. Praha memang cantik. Perjalanan saya ke kota ini pun menjadi salah satu perjalanan terbaik yang pernah saya lakukan.

ARTIKEL TERKAIT:

8 comments:

  1. Replies
    1. Iya bener. Saya jadi suka banget sama kota ini :)

      Delete
  2. wah, kapan ya saya bisa ke sana ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secepatnya. Jika ada kemauan, insyaAllah pasti ada jalan :)

      Delete
  3. Salam traveler!

    Ane belum pernah ke Prague, tp sempat lihat di Amazing Race.
    Para kontestannya ke Charles Bridge yg iconic itu.
    Cool!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ane juga suka nonton tuh acaranya :D

      Delete
  4. Saya suka Praha. Kotanya tua, cantik dan terawat. Bahkan saat berkunjung disana, saya menyempatkan diri untuk menonton pertunjukan ballet "Swan Lake" di Praha Opera House..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senengnyaa... Boleh di-share di blog Jendela Fitri dong mbak pertunjukannya :D

      Delete