Friday, June 6, 2014

Singgah Sejenak di Geneva



Kali ini tentang kelanjutan cerita perjalanan saya ketika baru saja mendarat di Bandara Geneva. Waktu itu, saya pertama kalinya mengalami kehilangan bagasi. Tapi syukurlah, staf maskapai Swiss Air langsung menangani dengan baik. Jadi saya bisa tetap tenang meskipun dalam beberapa hari ke depan, saya jalan-jalan hanya dengan mengandalkan barang-barang yang ada di dalam daypack saya. Berita baiknya, saya jadi bisa merasakan nikmatnya jadi light traveler. Maksudnya, jalan-jalan keliling suatu negara dengan barang bawaan ringan. Ternyata enak juga loh... Punggung nggak capek, packing jadi lebih cepet, dan bisa gesit di dalam kereta atau bus. Kalau kayak gini sih judulnya “Kehilangan Bagasi Membawa Berkah”. Hahaha...

Bandara Geneva terkoneksi dengan Stasiun kereta menuju pusat kota maupun  kota-kota lainnya. Untuk menuju pusat kota, saya memilih menggunakan kereta. Bagi para penumpang yang baru saja datang, ada fasilitas free public transport ticket. Kita bisa naik kereta menuju kota secara gratis. Tiketnya bisa diambil di vending machine yang berada nggak jauh dari belt bagasi di terminal kedatangan. Jadi jangan keburu keluar dulu. Tiket ini valid selama 80 menit. Setelah mengambil tiket, saya langsung menuju stasiun kereta. Setelah keluar pintu kedatangan, letak stasiun keretanya ada di arah kiri. Stasiun kereta yang berada di pusat kota Geneva namanya Geneva Cornavin Station. Perjalanan menuju stasiun ini ternyata nggak sampai 10 menit. Interval keberangkatan kereta pun lumayan sering. Geneva memang menyediakan kemudahan akses bagi warga dan turis.
Kereta yang saya tumpangi dari Geneva Airport menuju Geneva Cornavin


Geneva Cornavin Station

Geneva menyapa saya ketika saya melangkahkan kaki keluar dari bangunan Stasiun Cornavin. Udara sejuk menerpa wajah saya. Musim dingin memang baru saja berlalu. Suhu masih berada pada kisaran belasan derajat Celcius. Saya perhatikan, warga setempat yang berlalu-lalang hampir seluruhnya masih menggunakan jaket. Berarti bukan saya saja yang merasa kalau udara sejuk ini cenderung masih dingin. Hehehe... Dari stasiun, saya berjalan melintasi Stasiun Tram yang berada tepat di depan stasiun. Kemudian saya menyusuri jalan kecil di seberangnya menuju Rue du Mont Blanc. Eits, jangan salah persepsi dulu. Kali ini saya belum berkesempatan menuju Mont Blanc. Rue atau jalan tersebut memang arahnya menuju Mont Blanc. Tapi masih jauh banget. Kali ini, saya hanya akan berjalan kaki saja menuju tempat yang menjadi ikon Geneva. Apalagi kalau bukan air mancur raksasa.

Kesan pertama saya terhadap kota terbesar kedua di Swiss setelah Zurich ini adalah kota metropolitan. Kota ini ramai sekali. Selain banyaknya warga yang berlalu-lalang, jalanan yang saya lalui juga padat alias macet. Tapi itu semua tidak mengurangi kenyamanan pejalan kaki. Sepanjang kaki saya melangkah, tak sekalipun saya mendengar suara klakson dan suara mesin yang menderu karena pengendara yang melakukan aksi salip sana salip sini. Kendaraan pribadi dan bus umum berjalan beriringan tanpa aksi saling mendahului. Ada yang menarik perhatian saya saat melihat beberapa bus yang melintas. Beberapa bus ternyata ditenagai listrik. Melihat bus ini, saya jadi teringat masa kecil ketika saya senang sekali bermain Bom Bom Car. Pada atap bus bagian belakang, ada tiang yang menjuntai ke atas dimana bagian ujungnya menyentuh kawat listrik. Mirip kan dengan Bom Bom Car? Hehehe...
Suasana jalanan di Geneva
Bus listrik di Geneva

Tak terasa, saya sudah sampai di ujung Pont du Mont Blanc atau Jembatan Mont Blanc. Jembatan ini menjadi salah satu akses menuju Chamonix, tempat ski terkenal di Mont Blanc. Di sinilah kaki saya berhenti melangkah. Di depan saya, agak sedikit jauh, tampak sebuah air mancur raksasa. Inilah tempat yang saya ingin kunjungi di Geneva, Jet d’Eau atau water jet. Air mancur yang satu ini memang spesial karena menjadi salah satu ikon Kota Geneva. Lesatan air ke udara setinggi 140 meter dengan kecepatan 200 km/jam, menjadikan air mancur ini salah satu air mancur tertinggi di dunia. Jet d’Eau yang terletak di pertemuan antara Sungai Rhone dengan Danau Geneva ini menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk melepas lelah. Air danau yang terlihat jernih berwarna kehijauan juga menambah keelokan pemandangan.
Arah Menuju Chamonix
Geneva Water Fontain
Airnya jernih. Dasar danau pun terlihat.

Mengingat semburan air mancur yang sangat kuat, tempat terbaik untuk menikmati air mancur ini tentu tidak berada di dekatnya. Pont du Mont Blanc tempat saya memandang air mancur ini mungkin bisa jadi pilihan. Dari jembatan ini, tampak lanscape air mancur, dengan background puluhan yacht dan bangunan tua di belakangnya. Dan satu lagi, nun di kejauhan sana, berdiri anggun sebuah gunung yang puncaknya berselimut salju abadi, Mont Blanc. Waahh,,, rasanya saya ingin sekali ke sana. Sayangnya waktu belum mengizinkan. Tapi saya sama sekali tidak kecewa karena pada perjalanan ini saya menyempatkan diri untuk singgah di Jungfraujoch.

Pont du Mont Blanc
Mont Blanc di kejauhan
Tak terasa, hari semakin siang. Saya harus segera kembali ke stasiun kereta untuk melanjutkan perjalanan menuju Lucerne. Kunjungan ke Geneva ini mungkin bisa dikatakan sangat sebentar atau “cuma numpang lewat”. Namun sudah cukup memberikan salam hangat kepada saya yang baru pertama kali mengunjungi Swiss. Cerita lanjut ke "Semalam di Luzern".

Foto andalan

ARTIKEL TERKAIT:

2 comments:

  1. mas Indra ... berapa hari di swiss...sy sudah pernah ke lucern.. apakah ada kereta dari zurich ke interlaken... sy mau coba ke gunung salju selain mt. titlis.. krna sy sudah pernah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya malah belum kesampaian naik ke Titlis. Udah standby seharian di Lucerne tapi cuaca nggak membaik T_T

      Saya cuman 4 hari Mbak termasuk perjalanan. Nggak lama2 karena budget mepet. Hehehe... :D

      Dari Zurich sepengetahuan saya nggak ada kereta direct ke Interlaken, tapi transit di Bern atau Spiez (waktu tempuh sekitar 2 jam). Atau kalau mau sekalian naik kereta panorama bisa ambil rute transit di Lucerne. Tapi waktu tempuhnya lebih lama sejam.

      Delete