Tuesday, July 8, 2014

Langkah Pertama yang Bersejarah



Tampaknya pepatah “Sejuta langkah besar dimulai dari langkah pertama”, benar-benar terjadi dalam kehidupan saya. Perkenalkan, saya seorang pekerja kantoran yang bekerja sejak pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore selama lima hari seminggu. Sebuah rutinitas yang sangat melelahkan dan mengakibatkan saya terserang penyakit bosan akut. Saya memerlukan obat penawar penyakit. Dan syukurlah, saya menemukannya meskipun obat penawar tersebut pada kemudian hari menjadikan saya addicted. Eits!! Jangan berpikiran yang bukan-bukan dulu! Obat yang satu ini sama sekali tidak berbahaya kok. Obat tersebut tak lain tak bukan adalah traveling alias jalan-jalan.

Bagi saya, traveling bagaikan oase di padang pasir. Terbayang dong, kalau kita dipaksa berjalan kaki di padang pasir dengan panas matahari menyengat kulit sejauh puluhan kilometer, kemudian terlihat pepohonan rimbun dengan danau yang penuh air. Rasanya tentu sangat menyegarkan. Seperti itulah rasanya kalau mau traveling. Seharusnya para bos di kantor memahami kebutuhan liburan bawahannya. Dengan traveling, hati dan pikiran kita jadi lebih fresh dan bisa kembali bersemangat dalam menghadapi rutinitas kerja.

Perlahan namun pasti, traveling menjadi bagian kehidupan saya. Saya menjadikan traveling sebagai agenda yang wajib dilakukan secara simultan. Berita baiknya, saya memulai hobi traveling ketika sedang booming jalan-jalan hemat ala backpacker. Ini bukan hanya soal tas yang kita gunakan ketika traveling. Lebih dalam dari itu, ini tentang bagaimana mengatur perjalanan mandiri dengan biaya sehemat mungkin. Dan tahukah Anda yang dihindari para backpacker? Jawabannya tentu saja tiket pesawat yang mahal.

Naik pesawat memang praktis, tapi biasanya mahal

Permasalahan yang dihadapi sebagian besar traveler yang merangkap jadi pekerja kantoran biasanya nggak jauh-jauh dari unsur waktu dan uang. Mereka biasanya duitnya pas-pasan, dan juga fakir cuti. Seperti yang kita semua tahu, pemerintah Indonesia tergolong pelit dalam urusan pemberian cuti. Bayangkan, setahun hanya diberi cuti 12 hari. Itu pun masih dipotong kebijakan aneh bernama cuti paksa, eh, cuti bersama. Lucu kan?

Biasanya kalau ingin menghemat pengeluaran, yang dilakukan adalah dengan meminimalisir terbang. Tahu sendiri, tiket pesawat kan mahal. Nah, alternatif lain selain terbang tentunya ya overland trip alias jalan darat. Simple sih memang. Tapi masalahnya, perjalanan darat sangat menguras waktu. Dan unsur bernama waktu inilah yang nggak banyak kami miliki.

Dan terima kasih kepada Air Asia yang memahami permasalahan kami. Maskapai yang memiliki moto “Now everyone can fly” ini benar-benar menjalankan motonya. Kini semua orang bisa terbang. Ya termasuk kami-kami ini para pekerja kantoran dengan penghasilan dan cuti yang pas-pasan. Bagaimana Air Asia membuat semua orang terbang? Tentunya dengan secara rutin menawarkan tiket super murah dan bahkan gratis. Memang ada dua tantangan yang harus dilalui untuk memperoleh tiket tersebut. Pertama adalah berjibaku dengan sesama pemburu tiket ketika promo mulai dibuka. Yaps, Air Asia membuat saya memiliki pekerjaan baru, yakni pemburu tiket super murah. Hehehe...
Penerbangan Pertama Saya Bersama Air Asia
Yes, everyone really can fly now
  
Dan yang kedua, kecepatan dan kematangan berpikir dalam menentukan rute. Mengingat waktu yang sangat terbatas (sebelum terdepak ke waiting room), kita memang harus cepat-cepat memilih dan mengeksekusi tiket yang diinginkan. Fiuuuhhh!!! Saya sangat menikmati sensasi berburu tiket ini. Jika tiket sudah terbeli, kita tinggal menunggu waktunya untuk terbang yang kadang-kadang bisa sampai setahun kemudian. Nggak masalah! Yang penting bisa jalan-jalan kan?

Tak terasa, sudah tiga tahun berlalu semenjak saya pertama kali terbang dengan Air Asia. Penerbangan Air Asia Indonesia QZ 7784 dari Jakarta menuju Singapura dengan tiket seharga 0 Rupiah itu menjadi penerbangan bersejarah bagi saya. Kini, puluhan penerbangan bersama Air Asia telah saya jalani ke berbagai destinasi menakjubkan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan untuk saya datangi. Kini saya sudah melakukan sebuah lompatan besar. Jutaan langkah hebat telah saya tempuh. Puluhan negara telah saya lalui. Ribuan orang dari berbagai suku, ras, dan budaya telah saya jumpai. Dan sebuah langkah pertama, tiga tahun yang lalu, telah saya mulai bersama Air Asia Indonesia.

Terima kasih Air Asia sudah mewujudkan impian saya.

Tulisan ini saya ikutkan dalam Kompetisi Blog Air Asia Berhadiah ke Nepal Gratis!

ARTIKEL TERKAIT:

8 comments:

  1. Jadi gimana dong Tips yang paling jitu untuk mendapatkan tiket airasia yang super murah Mas Indra ? boleh dong sharing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sering terdepak ke waiting room kok. Kalo boleh berbagi tips,
      1. Butuh koneksi internet bagus
      2. Buka beberapa browser sekaligus
      3. Sebelumnya udah membiasakan diri dengan step by step pemesanan tiket Air Asia.
      4. Beberapa menit sebelum pemesanan dimulai, udah login ke akun Air Asia. Data diri termasuk nomor kartu kredit udah di-entry.
      5. Udah punya bayangan rute yang diincar.
      6. Klik dan refresh.
      7. Sabar

      Hehehe... Mungkin temen2 lain bisa nambahin :D

      Delete
  2. berkunjung kemari sambil menyimak, selamat menunaikan ibadah puasa, salm. ditunggu kunjungan baliknya ya ^_^

    ReplyDelete
  3. biasanya kalau saya rajin ngecek harga mas ^_^ jadi suka dapat murah walaupun hari libur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, musti rajin2 ngecek juga biar bisa dapet tiket termurah ataupun info promo terbaru :)

      Delete
  4. Mas....kalo mau ke jepara dari bandara ada travel ga ya yang dari bandara langsung ke jepara...thanks...

    ReplyDelete
  5. Mas....kalo mau ke jepara dari bandara ada travel ga ya yang dari bandara langsung ke jepara...thanks...

    ReplyDelete