Thursday, July 3, 2014

Terbang dengan Boeing 777-300ER Cathay Pacific



Kita ngomongin tentang pesawat lagi yah... Seperti biasa, karena saya tinggal di Pulau Batam, bandara yang saya jadikan home base untuk penerbangan lintas negara adalah Bandara Changi Singapura. Kali ini saya terbang dengan maskapai Cathay Pacific menuju Hongkong. Di Bandara Changi, maskapai ini dilayani di Terminal 1. Pada saat itu saya memilih jadwal penerbangan yang berangkat dari Singapura dini hari, yakni pukul 1.20 pagi supaya bisa sampai di Hongkong pagi hari dan bisa langsung jalan-jalan. Untuk penerbangan dini hari seperti itu, yang harus diperhatikan secara detail adalah tanggalnya, baik tanggal terbang maupun tanggal check in. Karena pesawat berangkatnya dini hari, kita harus check in pada malam hari tanggal sebelumnya.

Penerbangan Cathay Pacific menuju Hongkong malam itu dilayani dengan Boeing 777-300 ER dengan konfigurasi tiga kelas, yakni business class, premium economy class, dan economy class. Untuk kelas bisnis, konfigurasi tempat duduknya 1-2-1. Jadi masing-masing penumpang memiliki akses langsung ke lorong. Fasilitasnya ya standar kelas bisnis seperti bisa direbahkan 180 derajat dan layar monitor yang lebih lebar. Namun di pesawat yang saya tumpangi kali ini, arah tempat duduknya ini serong ke kanan atau ke kiri. Jadi nggak menghadap lurus ke depan. Eh, tunggu dulu! Saya nggak naik kelas bisnis kok. Saya cuman numpang lewat doang. Hehehe...

Boeing 777-300ER Cathay Pacific at Changi Airport
Business Class - Boeing 777-300ER Cathay Pacific
Business Class - Boeing 777-300ER Cathay Pacific
Oh ya, kenapa saya memilih naik Cathay Pacific yang notabene merupakan full service airlines? Seperti biasa, ada dua alasan. Pertama karena harga tiket all in yang ditawarkan saat itu setara dengan harga reguler maskapai low cost carrier seperti Scoot, Jetstar, dan Air Asia. Kalo harga regulernya Cathay Pacific sendiri bisa di atas 5 jutaan. Itu tadi alasan pertama. Nah, alasan keduanya karena saya pada saat itu belum pernah naik Cathay Pacific dan Boeing 777-300 ER. Sebelumnya saya memang pernah naik Boeing 777 tapi yang seri 200, yakni waktu terbang dari Bangkok dengan Thai Airways, dan ke Amsterdam dengan Singapore Airlines. Kalo yang seri 300-ER ya baru pertama kalinya.

Ok, kembali ke interior pesawat. Setelah melewati kabin kelas bisnis, selanjutnya adalah kelas ekonomi premium dan ekonomi biasa. Bentuk tempat duduk kedua kelas tersebut sama-sama nggak bisa direbahin 180 derajat. Tapi kelas ekonomi premium sedikit lebih lega. Ini karena konfigurasi tempat duduknya 2-4-2. Jadi dalam satu baris hanya ada delapan tempat duduk. Sementara kelas ekonomi biasa, konfigurasinya 3-3-3 atau sembilan tempat duduk dalam sebaris.
Premium Economy Class - Boeing 777-300ER Cathay Pacific
Economy Class - Boeing 777-300ER Cathay Pacific
Economy Class - Boeing 777-300ER Cathay Pacific
Economy Class - Boeing 777-300ER Cathay Pacific

Dan tibalah saya di tempat duduk kelas ekonomi biasa. Menurut saya, walaupun kelas terendah, tempat duduk kelas ekonomi lumayan nyaman. Tipe pesawat yang saya tumpangi ini memang sering dipakai untuk rute jarak jauh lintas benua. Jadi kenyamanan penumpang benar-benar diutamakan. Sarana hiburan selama penerbangan juga sangat memanjakan penumpang dengan tersedianya monitor yang lebar, bahkan untuk ukuran kelas ekonomi. Kemudian untuk makanan, ini yang lagi-lagi patut disayangkan. Penerbangan Singapura menuju Hongkong kan memakan waktu sekitar 3 jam 40 menit. Nah, saya cuman dapet roti tuna. Emang sih, porsinya besar, tapi tetep aja kurang nendang. Apakah ini karena saya terbang dini hari? Adakah di antara pembaca sekalian yang pernah terbang siang hari dengan rute dan maskapai yang sama? Bukannya kenapa-kenapa. Saya penasaran aja. 3 jam 40 menit kan bukan waktu yang sebentar. Apalagi bagi penumpang yang udah ngeluarin kocek sampe 5 juta rupiah.

Menjelang subuh, pesawat pun mendarat di Hongkong International Airport (HKIA). Ini adalah kunjungan saya yang kedua ke Hongkong dan juga Macau setelah saya sebelumnya sukses memperoleh tiket seharga 296 ribu dari Maskapai Mandala Air, dua bulan sebelum maskapai ini mati suri yang pertama. Pada kunjungan kedua ini, saya sempat nyobain ferry dari Macau langsungke HKIA. Dan di HKIA ini ground staf-nya agak nyebelin. Karena tiket saya menuju Singapore, saya diminta menunjukkan tiket keluar Singapore. Untungnya saya bawa tiket ferry Singapore-Batam. Coba kalo nggak bawa, mungkin bakalan tersendat. Dan penerbangan kembali menuju Singapore dilayani dengan Boeing 777-300 (tanpa “ER”). Tampilan fisiknya sama aja sih... Cuman nggak ada kelas premium ekonomi dan monitor kelas ekonominya lebih kecil. Kalo kelas bisnisnya saya nggak sempat lihat karena garbaratanya langsung menuju kabin kelas ekonomi.

Sekian dulu pengalaman saya terbang dengan maskapai bintang 5 Cathay Pacific.

Boeing 777-300 Cathay Pacific at HKIA

ARTIKEL TERKAIT:

8 comments:

  1. Wah...bagus interiornya Cathy Pasific. Yang ekomomi aja sudah bagus apalagi yang bisnis.
    Wah mas Indra jalan-jalan terus nih. Sukses selalu mas.

    ReplyDelete
  2. Lebih bagus konfigurasi Boeing 773-ER punya GIA

    ReplyDelete
  3. Saya pernah terbang ke hongkong (transit) dan lanjut ke beijing pakai cathay pacific.saya terbang dr jam 9 pagi sampai sekitar 14.00 waktu setempat.menunya lengkap..berkali2 ditawarin makan sampai-sampai wine juga ditawarin.tp berhubung ane muslim,ga ambil tu wine..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo cathay transit ganti pesawat atau ngga mas tugu?tx

      Delete
  4. Itu yang 777-300ER Ya ? Berarti kalo yang 777-300LR gimana tuh cabinnya

    ReplyDelete
  5. Itu yang 777-300ER Ya ? Berarti kalo yang 777-300LR gimana tuh cabinnya

    ReplyDelete
  6. Perlu dikoreksi mas sedikit. Walaupun tampilan 777-300ER dan 777-300 terlihat sama dari luar, tapi perbedaan mencolok adalah mesin dari 777-300ER yang sangat besar alias raksasa dibanding mesin 777-300. Ini dikarenakan 777-300ER menggunakan mesin GE90-115b yang merupakan mesin turbofan terkuat dan terbesar didunia. Jika mas melihat kearah mesin dari 777-300ER aka 77W dan 777-300, maka terlihat jelas perbedaannya karena mesin 777-300 menggunakan mesin Rolls Royce Trent 800 yang notabene lebih kecil dibanding mesin GE90 milik 777-300ER.

    ReplyDelete