Tuesday, July 22, 2014

Terbang Lagi dengan Garuda Indonesia Explore Jet



Sebelumnya, saya sama sekali tidak menyangka. Blog yang awalnya hanya saya isi dengan catatan-catatan perjalanan, kini sedikit bercabang dengan dunia penerbangan. Awalnya saya hanya berbagi pengalaman terbang dengan suatu maskapai. Yap, saya memang memiliki ketertarikan dengan dunia penerbangan dan saat ini masih aktif menerbangkan pesawat tipe Boeing 737-800 setiap akhir pekan. Meskipun ya hanya dari balik monitor laptop alias cuman main Flight Simulator aja. Hehehe... Namun ironisnya, empat dari lima artikel terlaris sepanjang masa blog ini malah artikel terkait penerbangan. Dan dua di antaranya, baru saya tulis tahun 2013 lalu atau dapat dikatakan masih baru. Dari artikel terlaris sepanjang masa tadi, saya harus bangga karena yang paling laris adalah artikel tentang maskapai national flag carrier kita, yakni “Terbang Bersama Bombardier CRJ 1000 Garuda Indonesia”.

Kali ini saya ingin sedikit berbagi lagi pengalaman terbang dengan pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen Garuda Indonesia dengan rute Balikpapan-Tarakan. Kebetulan, rute ini diterbangi Garuda Indonesia satu kali setiap harinya. Penerbangan dari Bandara Sepinggan Balikpapan menggunakan GA 668, berlepas dari Balikpapan pukul 11.05 dan tiba di Bandara Juwata Tarakan pukul 12.05. Sementara penerbangan kembali ke Balikpapan menggunakan GA 669 yang berlepas dari Tarakan pukul 12.45 dan tiba di Balikpapan pukul 13.50. Berbeda dengan penerbangan yang saya naiki tahun lalu, pada penerbangan ini Garuda Indonesia sudah resmi bergabung ke dalam Skyteam Alliance. Logo Skyteam kini terpasang pada bagian luar pesawat, tepatnya di samping kanan pintu, dan di bawah jendela cockpit. Selanjutnya, Garuda Indonesia juga telah meluncurkan sub brand baru, “Explore Jet” untuk penerbangan dengan Bombardier CRJ 1000NextGen dan “Explore” untuk penerbangan dengan ATR 72-600.

Bombardier CRJ 1000 NextGen Garuda Indonesia



Explore Jet

Selanjutnya, saya berkesempatan mencoba fasilitas check in bagasi yang dilakukan persis di samping pintu pesawat. Seperti yang pernah saya sampaikan pada posting-an terdahulu, ruang bagasi kabin Bombardier CRJ 1000 NextGen relatif sempit atau tidak seluas Boeing 737-800NG. Bagi penumpang yang membawa bagasi ukuran tanggung yang biasanya muat di kabin Boeing 737, bisa tetap membawanya ke ruang tunggu dan baru dititipkan sesaat sebelum naik pesawat. Petugas darat juga akan mensortir barang bawaan penumpang. Sekiranya ada yang kebesaran, akan diminta untuk dimasukkan bagasi.

Tapi tenang aja. Ruang kargo untuk bagasi yang ini terpisah dengan bagasi yang dititipkan pada saat check in kok. Kalau pada saat check in, bagasi diletakkan di ruang kargo yang terletak pada bagian belakang pesawat. Nanti di bandara tujuan, seperti biasa bagasi tersebut dapat diambil kembali di ruang pengambilan bagasi. Sementara bagasi yang dititipkan sesaat sebelum naik pesawat, ruang penyimpanannya terletak di bagian tengah pesawat atau di depan sayap. Penumpang akan diberikan tag bagasi khusus dan bagasi ini bisa diambil langsung pada saat menuruni tangga pesawat sesampainya di bandara tujuan. Tentunya dengan menunjukkan tag bagasi kepada petugas. Jadi nggak perlu menunggu di ruang pengambilan bagasi. Namun demikian, sebaiknya tetap tidak meletakkan barang berharga. Karena sepengetahuan saya, bandara-bandara di Indonesia belum ada yang menerapkan prosedur body searching/screening kepada petugas yang me-loading/unloading bagasi pesawat. Mohon dikoreksi ya kalau saya salah. Bukannya su’udzon, tapi berjaga-jaga tentu tidak ada salahnya kan?

Ruang kargo bagian depan

Penerbangan dari Balikpapan menuju Tarakan memakan waktu sekitar satu jam. Selama penerbangan, seperti biasa saya disuguhi snack dan minuman. Sebuah pelayanan standar yang sejauh ini belum saya temui pada maskapai full service negara lain yang pernah saya naiki. Setibanya di Bandara Juwata Tarakan, saya melakukan kesalahan yang sama persis dengan yang saya lakukan ketika terbang ke Surabaya tahun lalu. Bagaikan keledai yang jatuh ke lubang yang sama. Waktu mengambil bagasi di rak penyimpanan bagasi di atas, kepala saya kembali terantuk. Padahal di posting-an terdahulu, saya sudah mengingatkan kepada para pembaca untuk berhati-hati saat mengambil bagasi di pesawat tipe ini. Terutama bagi yang duduk di dekat jendela. Ini karena langit-langit kompartemen bagasi pesawat ini cukup rendah. So, sekali lagi saya mengingatkan para pembaca sekalian (umm... termasuk kepada diri saya sendiri), untuk berhati-hati saat mengambil bagasi yah.... Hehehe... :D

ARTIKEL TERKAIT:

2 comments:

  1. Udah lama pengen nyobain Bombardier CRJ 1000 dari lama, tapi selalu gan dapet pesawat yang pas -,-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, padahal di Bali banyak banget ya Bro rute Garuda yang pake pesawat tipe ini :)

      Delete