Thursday, August 14, 2014

Jalan-jalan ke Fez Maroko



Jika sedang merencanakan perjalanan ke Eropa, tak ada salahnya memasukkan Maroko ke dalam itinerary. Meskipun letaknya di benua Afrika, Maroko sangat mudah dijangkau dari negara-negara Eropa seperti Spanyol, Italia, Prancis, Inggris, Jerman, dan sebagainya. Dan jangan salah, biayanya bisa sangat murah! Ini karena banyaknya rute yang dilayani maskapai low cost seperti Ryanair dan Easyjet. Dan jika sudah berada di Maroko, salah satu kota yang sebaiknya dikunjungi adalah Fez. Kota ini dapat dengan mudah diakses dengan kereta api dari kota-kota besar lainnya seperti Casablanca, Rabat, Marrakesh, dan Tangier. Selain itu, bandara Fez juga melayani penerbangan langsung menuju kota-kota di Eropa. Selain itu, pemegang paspor Indonesia bebas visa untuk memasuki Maroko. Dan tak tanggung-tanggung, jangka waktu kunjungan yang diberikan sampai 3 bulan lamanya.

Obyek wisata utama di Fez adalah medina, atau juga bisa diartikan (bukan secara harafiah) sebagai kota tua. Medina pada umumnya dikelilingi oleh tembok. Di dalamnya berisi pasar, rumah, masjid, sekolah, dan lain-lain sebagaimana kota pada umumnya. Yang membedakan, jalanan di dalam medina relatif sempit sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Di Fez, keledai menjadi sarana transportasi utama untuk mengangkut barang. Jadi bisa dipastikan bahwa area ini bebas polusi udara karena tidak adanya kendaraan bermotor.

Pemandangan Kota Fez

Medina Kota Fez tercatat sebagai salah satu yang terluas di Maroko. Dan sebagaimana medina pada umumnya, medina di Kota Fez berbentuk seperti labirin raksasa. Jalanan sempit di dalamnya tidak berbentuk kotak-kotak ataupun blok-blok. Bentuknya tidak teratur. Tikungan di sana sini tanpa jarak yang pasti. Jika berada di dalamnya, maka peta kertas tidak akan berguna. Mungkin perangkat GPS bisa membantu. Tapi saya belum pernah menggunakannya. Untuk apa membaca peta? Justru di sinilah tujuan utama saya, “getting lost in medina”.

Menyesatkan diri (Dari kata dasar tersesat yaa... Bukan sesat. Hehehe...) di medina Fez bisa dimulai dari Bab Boujloud. Ini adalah sebuah gerbang yang menjadi salah satu pintu masuk ke dalam medina. Dari sini jalanan terbagi menjadi dua, yakni Talaa Kabira dan Talaa Soghira.  Kabira, meskipun artinya besar, pada kenyataannya hanya sedikit lebih lebar daripada Talaa Soghira. Suasana di Medina ini saya perhatikan cukup ramai. Denyut nadi kota benar-benar sangat terasa. Masyarakat setempat dan turis melebur menjadi satu. Meskipun, ya, ada perilaku penduduk setempat yang agak sedikit unik. Dan keunikan ini juga saya temukan di kota-kota lainnya di Maroko.

Bab Boujloud

Apa keunikannya? Begini, jika mereka melihat turis, atau seseorang yang bukan dari golongan mereka, mereka akan menawarkan diri menjadi guide. Mereka juga cenderung memaksa dan membuntuti kita. Namun jangan khawatir! Cukup tolak mereka secara halus. Suasana medina selalu ramai dan banyak orang di sekitar kita. Asalkan belum larut malam, akan ada banyak orang di sekitar kita. Saya yakin mereka tidak akan berani berbuat macam-macam di tempat ramai. Kecuali kalau tujuan utama mereka adalah mencopet. Hehehe... Jika ingin menggunakan jasa guide, sebaiknya minta tolong dicarikan oleh resepsionis hotel saja. Biasanya pihak hotel/penginapan sudah memiliki orang kepercayaan untuk mengantar. Dan tarifnya pun biasanya sudah fixed.

Menyusuri medina tanpa jasa guide dan peta sebenarnya tidak menyeramkan. Saya hanya menyarankan untuk membawa kompas. Tentunya sebelum memasuki medina, kita harus mengerti dulu arah mata angin. Bab Boujloud letaknya di arah barat. Jadi kalau tersesat dan ingin keluar, buka kompas, dan jalan saja ke arah barat. Selain itu, di beberapa tempat juga tersedia papan petunjuk arah yang berbentuk simbol bangunan terkenal. Bab Boujloud salah satunya. Di dalam medina, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan membuka peta. Karena dengan membuka peta, akan membuat kita jadi semacam magnet yang menarik perhatian para guide palsu. Kedua, jangan sembarangan memotret orang. Jika ingin memotret, lakukan dengan cepat dan jangan sampai membidik masyarakat setempat yang sedang menoleh ke arah kamera. Jika terpaksa ingin melakukannya, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu. Dan ketiga, hindari lorong gelap dan sepi. Yups, tentunya saya tidak perlu menjabarkan alasannya.
Simbol dan anak panah menuju Bab Boujloud

Medina Fez menyimpan banyak tempat bersejarah. Dan salah satunya adalah universitas tertua di dunia, yakni University of Al Qarawiyyin atau Karaouine University yang didirikan pada tahun 859 Masehi, atau sekitar satu abad sebelum berdirinya Universitas Al Azhar di Mesir. Karaouine University terletak “jauh” di pedalaman medina. Ya mungkin tidak sampai berkilo-kilometer jauhnya dari Bab Boujloud. Namun dengan jalanan yang bagaikan labirin, perlu sedikit kesabaran untuk menemukan lokasinya. Bagi umat muslim, bisa sekalian sholat di masjid yang berada di dalamnya. Di pintu masuk, ada seseorang yang mengucapkan salam, “Assalamualaikum”. Dan sebagai sesama muslim, tentu berkewajiban untuk menjawab, “Waalaikumsalam warakhmatullah wabarakatuh”.

Bangunan universitas memiliki ukuran yang cukup besar. Terutama jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Jadi rasanya cukup sulit untuk mengambil foto dari luar bangunan. Bagian interior juga terbatas aksesnya karena pengunjung non muslim hanya diperbolehkan memotret dari luar pintu. Sebenernya cukup terlihat jelas sih... Hanya sayang, angle-nya terbatas. Bagi penggemar fotografi, ada satu tempat untuk mengambil gambar bangunan keseluruhan, namanya Merenid Tombs. Kalau bawa lensa tele akan lebih baik.
Karaouine University

Ada yang waktu lagi baca posting-an ini malam hari? Jangan kabur dulu yaa! Meskipun namanya kuburan, dan usianya sudah berabad-abad, sama sekali nggak menyeramkan kok. Saya malah ke sananya sore hingga malam. Merenid Tombs terletak di area perbukitan di sebelah utara medina. Lokasinya sangat strategis untuk melihat landscape medina. Dan salah satu bangunan yang terlihat jelas adalah Karaouine University. Untuk mencapai Merenid Tombs dari medina, jalan saja ke arah utara hingga bertemu dengan dinding pembatas. Kalau sudah mentok, susuri dinding itu hingga ketemu celah atau pintu untuk melewatinya. Terus jalan ke arah utara hingga bertemu dengan jalan besar. Namanya Jalan Abu Bakar Ibnu Al Arabi. Merenid Tombs terletak di seberang jalan tersebut. Untuk menaikinya, tersedia anak tangga. Jangan lupa berhati-hati saat melalui anak tangga. Terutama kalau hari sudah mulai gelap karena terbatasnya penerangan. Dan inilah foto Fez Medina.

Jalan Abu Bakar Ibnu Al Arabi
Reruntuhan tembok medina
Merenid Tombs (di foto dari bukit kecil di seberangnya)
Tapi jalannya offroad tanpa anak tangga
Pemandangan Kota Fez
Merenid Tombs
Pemandangan Kota Fez
Pemandangan Kota Fez
Merenid Tombs dan Kota Fez
Pemandangan Kota Fez
Pemandangan Kota Fez
Padang pasir



ARTIKEL TERKAIT:

18 comments:

  1. Assalam Indra..JM ada publish entri khas buat Indra :-)

    ReplyDelete
  2. laju saja JM dah sampai dulu di sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahsha kak nieda mcm x kenal Jm kan pantsng d seru mesti sampai :-) pantang ada entri baru mesti Jm ada d situ :-)

      Delete
    2. Hahaha... Betul. Setiap ada entri baru, pasti ada JM di situ :D

      Delete
  3. Singgah dari blog akak JM. Informatif blog Indra yaaa. Sukaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Scha. Terima kasih sudah singgah di sini :)

      Delete
  4. Indah, ya... :) Btw, guide palsu itu biasanya minta uang ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Mbak Indi. Iya bener, guide palsu itu biasanya minta uang, dan kadang2 maksa kita mampir toko kerajinan.

      Delete
    2. Paling males kalo dipaksa ke toko kerajianan trus dipaksa beli :-(
      Btw gw baru tersadar kalo maroko itu masuk africa ahahaha, selama ini aku pikir eropa lho :-)

      Delete
    3. Modus lama yang ternyata ada dimana2 ya Bro? Hahaha... Iya, posisinya mirip kayak Banyuwangi dan Bali. Cuman terpisah selat, tapi udah beda pemandangan :)

      Delete
  5. Kota yang indah, unik dan sedikit aneh. oh ya Mas Indra ngak sangka juga di sono ada guide palsu..gitu ya, kirain hanya di sini saja ..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas. Di kota2 turistik Maroko terkenal akan guide palsunya. Tapi sebenarnya bisa diantisipasi kalau kita tahu duluan tentang ini :)

      Delete
  6. Singgah ke sini dari blog JM.. salam kenal Indra :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Kak Nurul sudah singgah di sini :)

      Delete
  7. Keren foto2nya. Saya ngga banyak keliling Fes di luar Medina. Udah kecapekan abis keliling medina yang gede banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak luas banget. Saya juga nggak habis nelusurin medinanya :D

      Delete