Sunday, August 31, 2014

Terbang dengan Kalstar Aviation ke Batas Negara


Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Nunukan untuk urusan pekerjaan. Nunukan merupakan salah satu kota kecamatan (dari kabupaten dengan nama yang sama) di Provinsi Kalimantan Utara. Letaknya jauh di bagian utara Pulau Kalimantan. Pulau ini berbatasan laut dengan Malaysia. Dari Nunukan, kita bisa menumpang ferry menuju Tawau, Malaysia. Ada delapan jadwal keberangkatan ferry setiap harinya. Tapi kali ini saya nggak akan bercerita tentang salah satu pulau terluar Indonesia ini. Karena padatnya jadwal, saya nggak sempat mengeksplor pulau. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman terbang dengan Kalstar Aviation. Penerbangan ini boleh dibilang spesial karena banyak hal yang serba pertama bagi saya. Pertama kalinya terbang bersama Kalstar Aviation, pertama kali naik pesawat ATR42-300, dan pertama kalinya naik pesawat cuman sebentar.

Untuk menuju Nunukan, hingga saat ini tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta. Ini karena Bandara Nunukan memiliki runway sepanjang 900 meter yang hanya bisa didarati pesawat kecil bermesin propeller. Bandara terdekat yang bisa didarati pesawat bermesin jet adalah Bandara Juwata Tarakan. Maskapai Lion Air melayani penerbangan langsung dari Jakarta menuju Tarakan. Sementara maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya air melayani penerbangan ke kota ini dengan transit terlebih dahulu di Balikpapan. Di Bandara Nunukan sendiri hingga saat ini, baru ada dua maskapai yang melayani penerbangan, yakni Susi Air dan Kalstar Aviation. Keduanya melayani penerbangan dari dan menuju Tarakan dengan jadwal keberangkatan setiap pagi dan sore.

ATR 42-300 Kalstar Aviation

Penerbangan Susi Air dilayani dengan pesawat dengan baling-baling tunggal. Bagasi maksimal per penumpang yang diizinkan adalah 10kg dan uniknya, setiap akan naik pesawat yang ditimbang bukan hanya barangnya, penumpang pun ikut ditimbang. Sementara penerbangan Kalstar Aviation dilayani dengan pesawat yang sedikit lebih besar, yakni ATR42-300. Pesawat twin turboprop ini merupakan pendahulu ATR72-500/600 yang dioperasikan oleh Wings Air dan Garuda Indonesia Explore. Body­-nya lebih pendek sekitar 4,5 meter dan bilah baling-balingnya ada empat (ATR 72-500/600 ada enam bilah per baling-baling). Sementara dari segi kapasitas penumpang, ATR42-300 hanya mampu mengangkut antara 42-52 penumpang saja. Baik Susi Air maupun Kalstar Aviation, keduanya sama-sama menawarkan tarif untuk rute ini rata-rata sekitar 400 ribu Rupiah sekali jalan.
 
ATR 42-300 Kalstar Aviation
ATR 42-300 Kalstar Aviation
ATR 42-300 Kalstar Aviation

Baik di Bandara Tarakan maupun Nunukan, pesawat ini tidak melakukan pushback. Dari tempat pesawat parkir di apron bandara, engines dihidupkan dan pesawat langsung bergerak maju menuju runway. Jika terbang dari Bandara Tarakan, penumpang memperoleh boarding pass sebagaimana umumnya, yakni dicetak dari komputer dan tertera nomor tempat duduk. Tapi kalau terbang dari Nunukan, boarding pass-nya ditulis tangan dan tempat duduknya bebas pilih.
Bandara Juwata Tarakan (lama)
Bandara Juwata Tarakan (lama)
Boarding Pass dari Nunukan

Berbicara mengenai interior pesawat, lebih kurang mirip dengan ATR72-500 Wings Air yang pernah saya naiki. Konfigurasi tempat duduknya 2-2 dan tidak ada kelas bisnis alias kelas ekonomi semua. Safety demo dilakukan sejak pesawat parkir karena dekatnya jarak apron dengan runway. Awak kabin yang bertugas juga hanya ada dua. Satu orang memperagakan safety demo dan satu lagi yang ngomong. Selanjutnya, penerbangan antara Tarakan dan Nunukan ini hanya sebentar saja. Pesawat terbang rendah sehingga daratan dan lautan masih terlihat sangat jelas. Awan juga masih menggantung di atas. Dan sabuk pengaman belum sempat diizinkan untuk dilepas ketika pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat.
 
Interior ATR 42-300 Kalstar Aviation
Interior ATR 42-300 Kalstar Aviation
Safety Instruction
Pesawat terbang rendah

Setelah lebih kurang 19 menit penerbangan, pesawat pun mendarat dan Selamat datang di batas negara.

Selamat datang di Nunukan
Bandara Nunukan (NNX)




ARTIKEL TERKAIT:

6 comments:

  1. Tahniah mas Indra, linknya sudah berjaya...

    Kalau di Malaysia, Firefly menggunakan pesawat jenis ini. Pernah sekali menggunakannya dari Subang ke Batam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, akhirnya berhasil juga. Walaupun saya masih belum mengerti gimana cara setting-nya agar otomatis ter-update.

      Sayang sekali Mie ke Batam saya sudah pindah ke Jakarta. Tahun 2009-2013 saya tinggal di Batam :)

      Delete
  2. kangen naik ATR lagi. penasaran pengen nyobain ATR nya Garuda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mas. Sayangnya belum ada rute dari Jakarta ya?

      Delete
  3. Belum pernah naik pesawat kayak gini. Asyik juga kali terbang rendah ya Mas Indra ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kata temen, naik pesawat kecil bakalan serem terutama kalo lagi cuaca buruk Mas. Kebetulan saya selalu cuaca lagi bagus. Nggak terlalu banyak goncangan :D

      Delete