Sunday, August 3, 2014

Tips Traveling dengan Orang Tua

Sayangilah dan berbaktilah kepada orang tuamu selagi masih ada kesempatan. Rasanya tidak ada kebahagiaan yang lebih tinggi selain melihat wajah bahagia orang tua kita. Dan wajah bahagia Ibunda pernah saya lihat, salah satunya ketika saya ajak jalan-jalan. Posting-an kali ini khususnya ditujukan untuk para backpacker yang sering atau sedang merencanakan perjalanan dengan orang tua. Melakukan perjalanan bersama orang tua tentu tidak bisa disamakan dengan jalan-jalan sendiri. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan juga disesuaikan agar perjalanan bisa terlaksana dengan baik. Saya sendiri Alhamdulillah telah berkesempatan mengajak Ibu saya ke Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Macau. Mudah-mudahan selanjutnya saya diberi kesempatan mengajak Beliau beribadah ke tanah suci. Amiinnn... Berikut ini tips traveling dengan orang tua versi indratravelholic.
 
Saya dan Ibunda di Hongkong

Rencanakan Perjalanan
Bagi para backpacker atau pejalan mandiri, tentunya menyusun itinerary bukanlah hal asing. Tapi kali ini, sebaiknya itinerary disusun secara detail dan disesuaikan dengan minat orang tua. Contohnya ketika mengajak Ibu pergi ke Singapura, tentunya saya harus meletakkan Orchard Road pada prioritas pertama karena ibu-ibu biasanya suka belanja dan window shopping. Sementara Universal Studio mungkin bisa di-skip saja karena hanya sedikit wahana yang bisa dinikmati orang tua pada umumnya.

Orchard Road Singapura

Fleksibel
Meskipun itinerary sudah disusun secara detail, dalam pelaksanaannya tetap harus fleksibel. Karena sangat mungkin terjadi keadaan yang memaksa kita melakukan perubahan rencana perjalanan. Bisa jadi orang tua tidak menyukai tempat yang akan dikunjungi. Sebaiknya jangan dipaksakan. Untuk apa mengunjungi suatu tempat bersama orang tua kalau Beliau tidak menikmatinya? Kalau hal ini terjadi, sebaiknya langsung dilakukan perubahan itinerary.

Kuasai Medan
Nah, ini masih terkait dengan perencanaan perjalanan. Dalam menyusun itinerary, sebaiknya dipastikan bahwa kita sudah pernah ke sana. Atau kalau belum pernah, setidak-tidaknya kita sudah menguasai detail tempat yang dituju dengan cara googling atau bertanya kepada teman yang sudah pernah ke sana. Kenapa ini penting? Karena dalam perjalanan kali ini tidak diizinkan yang namanya tersesat. Kalau kita jalan sendiri, atau bersama teman, tersesat mungkin akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Tersesat bisa membuat kita lebih menyelami detail sebuah kota. Tapi jika sedang bersama orang tua, tersesat berarti semakin menguras energinya. Jadi sebaiknya jangan sampai tersesat.

Agak Santai
Perbedaan usia tentu juga menyebabkan perbedaan kondisi fisik. Orang tua kita mungkin sudah tidak selincah kita yang bisa berjalan cepat atau berlari dengan langkah yang panjang. Jadi dalam melakukan perjalanan bersama orang tua, bukan kita yang meminta mereka mengimbangi langkah kaki kita. Tapi kitalah yang melambatkan langkah kaki agar seirama dengan mereka. Jangan lupa juga untuk sering-sering menawarkan istirahat sebelum mereka meminta. Karena yang namanya orang tua, biasanya tidak akan meminta untuk beristirahat sampai mereka benar-benar kepayahan. Tahu kenapa? Karena mereka sangat menyayangi anaknya dan tidak ingin mengecewakan dengan sering minta istirahat.

Sabar
Kesabaran juga menjadi poin penting jika travelling bersama orang tua. Masih terkait dengan poin fleksibel di atas, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja, orang tua kita tidak menyenangi tempat yang dikunjungi, atau sebaliknya, bisa saja kita tidak menyukai tempat yang ingin dikunjungi orang tua. Dan satu-satunya solusi hanyalah sabar. Jika kita tidak sabar, maka ingat kembali saat Ibu kita mengandung selama sembilan bulan, berjuang antara hidup mati saat melahirkan, kemudian menyusui dan membesarkan kita. Sementara kita sering merengek minta dibelikan sesuatu yang tidak penting. Tapi orang tua kita tetap sabar. Kini sudah saatnya kita yang melayani mereka. Kemanapun mereka minta, kita siap menemani.

Bawa Makanan Favoritnya
Bagi kita, jenis dan rasa makanan yang berbeda mungkin bukanlah masalah. Dalam keadaan terpaksa, kita bisa saja hanya memakan roti gandum. Tapi orang tua kita belum tentu dapat beradaptasi dengan mudah. Di Singapura dan Malaysia, Ibu saya tidak pernah bermasalah dengan makanan karena makanan halal di kedua negara tersebut cukup banyak dan rasanya relatif sama dengan di Indonesia. Lain cerita waktu saya ajak ke Hongkong. Di pesawat, Beliau tidak begitu suka dengan roti isi tuna yang disajikan. Sesampainya di Hongkong, saya mampir ke minimarket dan saya belikan satu-satunya makanan kaleng halal. Ternyata Beliau juga tidak terlalu suka karena terlalu pedas. Terpaksa saya ajak makan di salah satu restoran cepat saji yang menyajikan menu ikan. Malamnya saya mampir ke warung Indonesia dan membeli ransum untuk bekal perjalanan selama di Hongkong dan Macau. Dari sini saya mengambil pelajaran, sebaiknya kita juga benar-benar menyiapkan bekal makanan untuk orang tua. Kalau tidak dibawa dari Indonesia, ya minimal kita sudah mencari tahu restoran/tempat makan halal yang kira-kira rasanya cocok di lidah orang tua.


Warung Indonesia di Hongkong

Jangan Keseringan Naik MRT dan sejenisnya
Ya, ini juga salah satu poin penting. MRT, MTR, LRT, Metro, Tube, dan sejenisnya memang menjadi teman setia perjalanan.  Selain biayanya yang murah, juga menjangkau hingga ke sudut kota. Hanya saja, sebaiknya jangan terlalu sering naik moda transportasi ini jika sedang bersama orang tua. Ini karena berjalan kaki menuju platform dan pindah kereta bisa jadi terlalu jauh untuk mereka. Sebaiknya cukup sesekali saja menggunakan transportasi ini. Lebih baik memanfaatkan sarana transportasi umum lainnya yang berjalan di atas jalan raya seperti bus dan tram.


LRT di Kuala Lumpur
Bus dan Tram di Hongkong Island

Hindari Menginap di Jalan
Kembali ke kondisi fisik orang tua, kita sebaiknya selalu menyediakan tempat menginap yang nyaman. Tidak harus hotel berbintang. Sekelas guesthouse saja cukup asalkan menyediakan kamar private dengan tempat tidur yang nyaman. Saya pernah melakukan kesalahan dengan hal ini karena menganggap fisik orang tua masih prima. Waktu itu saya mengajak Ibu saya menginap di Bandara Changi Singapura, dan hasilnya, Ibu saya kedinginan. Lain waktu, saya sempat hampir mengajak Ibu saya menginap di terminal bus Pudu Raya, Kuala Lumpur. Untung saja saya lekas tersadar dan langsung mengajak Ibu menginap di penginapan. Di Hongkong, saya tidak mau lagi mengulang kesalahan. Meskipun pesawat mendarat sebelum subuh, saya sudah memesan kamar. Jadi bisa langsung menuju penginapan.


Jangan diajak tidur di sini
Atau di sini

Persiapkan Dana Ekstra
Suatu ketika di Hongkong, Ibu saya begitu kelelahan sehingga kakinya tak sanggup lagi diajak berjalan. Padahal belum ada tiga jam kita berjalan-jalan di Hongkong. Terpaksa saya mengeluarkan dana ekstra untuk menyewa taksi menuju tempat berikutnya. Di perjalanan, Ibu saya bisa sambil beristirahat sementara itinerary bisa tetap berjalan sesuai rencana.


Taksi di Hongkong


Sekian dulu tips dari saya. Kalau ada yang mau menambahkan, langsung tulis di kolom komen yaa... 

ARTIKEL TERKAIT:

16 comments:

  1. Tips nya berguna banget. Poin terakhir adalah yang terpenting, siapkan dana ekstra. Orang Tua akan sulit mengikuti pola backpacker anak nya, jadi mending disiapkan fasilitas yang cukup agar beliau nyaman dalam perjalanan. Intinya kan ingin melihat orang tua menikmati perjalanan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Awalnya gw belum nyadar itu. Masih gw ajak tidur di bandara, naik turun MRT. Walaupun nyokap nggak nolak, tapi gw nggak tega juga lama2.

      Delete
  2. Jadi pengen ajak ortu jalan-jalan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bang. Mumpung orang tua masih sehat. Saya jadi nyesel karena belum sempat ngajak ayah jalan2.

      Delete
  3. berkunjung kemari, minal aidin walfaidin, kebahagaian yang tak ternilai bisa membahagiakan orang tua kita ya pak salah satunya ajak jalan2 ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf lahir batin Mbak Putri. Terima kasih atas kunjungannya. Istri saya pasti suka sekali berkunjung ke ditokokita :D

      Delete
  4. senang sekali bisa ajak ibu jalan2... kapan ya saya bisa ajak ibu jalan2 ke luar negri kaya abang yang satu ini

    ReplyDelete
  5. Nice tips... Memang betul aklau pergi dengan orang tua harus dipersiapkan secara matang agar mereka tidak capek apalagi sakit di tengah perjalanan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur nuwun Mas. Walaupun kalau jalan sendiri juga kita tetep harus jaga kesehatan, kalo jalan dengan ortu harus lebih ekstra lagi ngejaganya :)

      Delete
  6. Sungguh bertua ibu Mas Indra kerana mempunyai anak yang bisa membahagiakannya. Semoga Mas terus menjadi anak yang soleh.

    ReplyDelete
  7. Telah add anda sebagai follower...salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mas Muhammad Khairuddin Lim. Terima kasih dah sudi singgah di sini :D

      Delete
  8. Wah..sama nih pengalamanhua..aku juga selalu bekpekeran sama mami..walau kayaknya si mami manut -manut aja diajak susah, tapi lama-lama ga tega

    ReplyDelete