Monday, September 22, 2014

Menginap di Kamar Gua Capadoccia

Setiap melakukan sebuah perjalanan, tentu tidak bisa terlepas dari pemilihan tempat menginap. Sebagai traveler dengan budget terbatas, saya memang terkadang harus menginap di bandara, stasiun kereta, terminal bus, juga restoran. Memilih sarana transportasi untuk berpindah kota juga terkadang saya mengusahakan untuk mencari yang overnight. Jadi bisa menghemat biaya penginapan. Namun tentu tak selamanya bisa seperti itu. Saya menginap di bandara, stasiun kereta, maupun terminal bus biasanya karena jadwal keberangkatan/kedatangan yang terlalu pagi ataupun terlalu malam. Menginap di restoran cepat saji karena seluruh penginapan yang sesuai dengan budget sudah penuh. Dan menginap di bus atau kereta untuk berpindah kota juga tidak dilakukan setiap hari. Selebihnya, tentu saya menginap di penginapan.

Dalam hal penginapan, alhamdulillah saya sudah pernah merasakan menginap di hostel, apartemen, hingga hotel, juga dari kelas terendah sampai dengan kelas atas. Sepanjang pengalaman saya, penginapan termurah yang pernah saya inapi adalah di China Town, Kuala Lumpur, Malaysia. Waktu itu saya menginap di “Backpackers Traveller’s Inn”  dengan tarif per malam tak sampai 5 USD. Dengan tarif semurah itu, tentu kita tak boleh berharap banyak. Jangan berharap memperoleh kamar tidur beserta kamar mandi private hingga sarapan gratis. Semuanya tentu tak ada. Satu kamar harus beramai-ramai karena jenis kamarnya adalah dorm. Kamar mandi pun terbatas dan harus bangun pagi-pagi untuk menghindari antrean. Handuk, tentu harus bawa sendiri. Dan sarapan juga harus membeli di luar. Memang bisa dikatakan fasilitas yang diberikan sangat terbatas. Tapi dengan tarif semurah itu, kita bisa tinggal di salah satu backpacker’s area di Kuala Lumpur. Toh kita pulang ke hostel hanya untuk menumpang tidur.

Selanjutnya, kalau menginap di hotel berbintang, saya pernah dua kali. Tentunya di luar perjalanan umroh yaa... Pertama, saya pernah menginap di Corus Hotel Kuala Lumpur. Hotel ini hanya berjarak beberapa puluh meter dari Menara Petronas. Tarifnya tentu mahal. Tapi saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena pada saat itu sedang menjadi tour guide. Dan kedua, juga yang paling spesial, saya pernah menginap di Diplomat Radisson Blu Hotel, Manama City, Bahrain. Ini juga gratis karena merupakan kompensasi maskapai. Penerbangan saya dialihkan ke Bahrain karena cuaca buruk di bandara tujuan. Dan selebihnya, rata-rata saya menginap di penginapan dengan tarif antara 20-40 USD, baik di hostel, apartemen, maupun hotel. Khusus untuk hotel, tentu maksimum hanya bintang tiga. Dan dari berbagai macam penginapan yang pernah saya singgahi, ada satu yang menurut saya paling berkesan. Ya, benar. Capadoccia, Turki. Saya singgah di Capadoccia sebagai bagian dari perjalanan honeymoon bersama istri. Waktu itu, kami menginap di kamar gua (cave). Nama penginapannya adalah Arif Cave Hotel.

Pemandangan Capadoccia



Seperti namanya, hotel ini menyediakan kamar-kamar yang semuanya berjenis gua. Secara umum, ada dua jenis kamar yang tersedia, yakni Cave Room dan Fairy Chimney. Untuk Cave Room, tersedia beraneka ukuran dengan tarif mulai dari 60-200 USD per malam. Tentunya tarif tersebut masih bisa meningkat tajam pada masa peak season. Cave Room sebenarnya hampir sama dengan cottage. Yang membedakan adalah dinding dan bentuk ruangannya tidak beraturan (asimetris) dan terbuat dari batu. Saya sendiri memilih untuk menginap di kamar berjenis Fairy Chimney. Apa itu Fairy Chimney? Ini adalah batuan berbentuk kerucut yang terbentuk secara alami. Batuan ini menjadi pemandangan utama di Capadoccia. Nah, bagian dalam Fairy Chimney itulah yang dijadikan kamar hotel. Pada zaman dahulu memang Fairy Chimney dijadikan tempat tinggal, sekolah, hingga tempat beribadah masyarakat setempat.

Pintu menuju Cave Room

Fairy Chimney di Arif Cave Hotel hanya terdapat dua kamar, yakni ukuran standar dan large. Tarifnya antara 60-100 USD dan juga bisa lebih dari itu pada masa peak season. Karena keterbatasan kamar, memesan kamar berjenis Fairy Chimney, baik di Arif Cave Hotel maupun hotel lainnya, harus dilakukan jauh-jauh hari. Seperti apa kamar Fairy Chimney di Arif Cave Hotel? Sekadar informasi, kamar-kamar di Arif Cave Hotel letaknya menyebar dengan ketinggian yang berbeda-beda karena hotel terletak di area perbukitan. Nah, kamar Fairy Chimney yang saya inapi berada di bagian paling atas hotel. Tersedia anak tangga yang khusus menuju kamar.
 
Kamar Fairy Chimney

Untuk memasuki kamar, saya harus menundukkan kepala karena pintunya tidak terlalu tinggi. Mungkin sengaja dibuat demikian agar terkesan alami. Di dalam kamar yang berukuran sekitar 15 meter persegi ini tersedia tempat tidur berjenis double bed dan perlengkapan lain selayaknya hotel. Dinding dan lantainya juga berbentuk asimetris mengikuti kontur gua. Tersedia pula jendela kecil untuk melihat pemandangan bebatuan di luar. Masih belum puas? Tepat di depan pintu kamar, terdapat balkon lengkap dengan meja dan kursi yang bisa digunakan untuk bersantai menikmati pemandangan Capadoccia. Jangan lupa untuk bangun kala subuh untuk menyaksikan puluhan balon udara berterbangan di sekitar hotel. Jika ingin melihat pemandangan dari view point yang lebih tinggi, letaknya juga tidak terlalu jauh dari hotel dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang dari lima belas menit.

Interior kamar: Double Bed
Interior kamar: Tea set, meja dan kursi
Interior kamar: Lantai
Interior kamar: Jendela dengan pemandangan landscape Capadoccia
Interior kamar: Kamar mandi *tutup mata*
Interior kamar: Pintunya agak pendek
Balkon di depan kamar
Outdoor common area
Capadoccia View Point


Gimana? Suka dengan hotel ini? Kalau saya suka banget. Suka dengan kamar guanya, suka dengan pemandangannya, juga suka dengan tarifnya yang masih terjangkau.

ARTIKEL TERKAIT:

19 comments:

  1. Itu kamar mandinya memang cocok buat Honeymoon Mas Indra...hehe. Btw Mas Indra ini penulis buku ya ? lihat di facebooknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Tapi nggak semua kamar kayak gitu kok kamar mandinya.

      Iya Mas. Tapi masih belajar kok.

      Delete
  2. Kamar tidurnya unik...teringin tidur dalam suasana begitu tetapi perlu ngumpul wang dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Macam tinggal di zaman batu. Hehehe... Qatar Airways beberapa kali kasih promo 2000MYR untuk rute Kuala Lumpur-Istanbul. Rakan2 traveller Indonesia banyak terbang dari Kuala Lumpur.

      Delete
  3. Tentu sekali saya suka banget dengan penginapan gua ini. Pasti dingin dan nyaman ya Mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Saya paling suka dengan view dari balkon :D

      Delete
  4. Pasti best....pemandangan pun ada kelainan daripada negara-negara lain.....Tidor di luar kamar pun best....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu. Nak cuba tidor di luar. Tapi takut terkena flu kerana angin cukup laju :)

      Delete
  5. kereeenn.. jadi hanimun lo di gua yak? hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya kita bagaikan Fred Flintstone dan Wilma :D

      Delete
  6. Indra, lu kapan kerja nya sih? hahahahah. Jalan jalan mulu.

    Definitely on my list.... belum pernah nginap di tempat tempat kayak gini. Aroma aroma spooky nya pasti terasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu gw work hard travel hard sampe jarang update blog. Sekarang masih work hard tapi masih ada waktu buat nulis trip2 terdahulu yang belum sempet ter-publish. Traveling-nya sendiri sedang berada di titik nadir. Hahaha... :D

      Delete
  7. wah waktu ke capadoccia ngga sempet nginep di gua fairy chimney ini, cuma naek hot air balloon aja subuh2 udah cakep bingits apalagi bisa nginep ya. Ribet sih jalannya disitu abisnya gw bawa nyokap yg udah sepuh kaga kuat nanjak2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, ortunya ikutan naik balon juga Mbak? Saya malah kebalikannya. Nggak sempet naik balon karena kunjungan ke Turki ini ada di awal2 perjalanan. Takut kehabisan dana di tengah jalan. Hehehe... Dan nyatanya emang ada kejadian tak terduga setelah itu :D

      Delete
  8. Unik bangat!!

    Btw, my friends and I just started a travel blog, hope you can drop by and leave some feedback or comment. Our first entry is about backpacking in New Zealand.

    at www.thetravelling3o.com

    Thanks!!

    ReplyDelete
  9. Hotel nya unik banget.. kepengen coba nginap di sana.. namun skrg ini blm ada rencana ke turki, karena mmg turki ngak di travel plan list keluarga kami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencananya traveling kemana nih Mbak? Penasaran bin kepo. Hehehe... :D

      Delete