Monday, October 27, 2014

Review Perjalanan 5 Tahun

Melanjutkan posting-an sebelumnya “Setelah 5 Tahun Berlalu”, kali ini saya ingin me-review pengalaman perjalanan saya.


My Passport (habis sebelum waktu)

Negara yang paling sering dikunjungi
Singapura menempati urutan pertama dengan lebih dari 50 kali kunjungan. Terdengar “Wow” dan congkak ya? Hehehe... Jangan berprasangka buruk dulu. 90 persen kunjungan ke Singapura hanya sekadar transit karena saya tinggal di Batam. Negara ini menjadi starting point saya sebelum melanjutkan perjalanan ke negara lainnya, atau malah pulang ke Jakarta ataupun Semarang. Menempati urutan kedua adalah Malaysia dengan 16 kali kunjungan. Selain sebagai starting point, kota-kota di Malaysia juga sering saya kunjungi karena kedekatan jarak. Dari Pulau Batam ada ferry langsung ke Johor Bahru. Kalaupun lewat Singapura, Johor Bahru juga mudah dicapai dengan bus.

Maskapai yang paling sering saya naiki
Untuk maskapai domestik, tentu saya paling sering naik Garuda Indonesia dan Lion Air, dua maskapai terbesar di Indonesia. Di luar maskapai lokal Indonesia, saya paling sering naik Air Asia. Meskipun banyak kompetitor, sejauh ini Air Asia masih yang terbaik menurut saya. Selain karena tarif yang terkadang tidak masuk akal, jaringan rutenya pun sangat banyak. Untuk maskapai full service luar negeri, saya paling sering naik Malaysia Airlines. Sudah 9 kali saya terbang dengan Malaysia Airlines dengan 5 tipe pesawat berbeda. Saya naik Malaysia Airlines karena kebetulan pada saat mencari tiket, maskapai ini yang memberikan tarif termurah.


Immigration clearance paling lama
Singapura. Entah kenapa, saya berulang kali terhambat di imigrasi Singapura, baik di Bandara Changi maupun di Woodlands Checkpoint. Mungkin karena saya pernah tidur di airside Bandara Changi sebanyak dua kali, dan keduanya, saya di-escort keluar. Sementara di Woodlands, saya dicurigai melakukan kegiatan ilegal karena dari puluhan stamp Singapura di paspor, sebagian besar di antaranya keluar masuk pada hari yang sama. Padahal saya kan hanya transit, ataupun kalau jalan-jalan ya balik pada hari yang sama. Lha wong saya tinggal di Batam.

Kota terbanyak yang dikunjungi dalam satu negara
Tentunya negeri sendiri, Indonesia. Saya sudah mengunjungi 14 pulau dan beberapa puluh kota di Indonesia. “Cuman” kurang beberapa belas ribu pulau lagi. Ampuun! Hahaha... Kalau di luar negeri, paling banyak Malaysia. Selain Kuala Lumpur dan sekitarnya, saya pernah berkunjung ke Langkawi, Penang, Melaka, Johor Bahru, dan Tebedu. Selanjutnya, Belanda menempati urutan ketiga dengan 5 kota.

Kota yang paling romantis
Kalau menurut saya sih Capadoccia dan Paris. Pendapat ini sangat subjektif tentunya karena bersama istri, saya baru sekali traveling.

Stay paling lama di satu kota
Roma dan Istanbul. Di kedua kota tersebut saya tinggal selama 5 hari. Roma relatif habis saya jelajahi selama 5 hari tersebut. Tapi di Istanbul, masih banyak tempat yang belum saya datangi.

Paling berkesan
Semua tempat tentu meninggalkan kesan. Tapi kalau diminta menyebutkan yang paling berkesan, saya memilih Swiss. Di negara inilah saya untuk pertama kalinya melihat dan menyentuh salju.

Pengalaman buruk
Manila. Bukan karena saya tidak menyukai kotanya. Tapi karena untuk pertama kalinya saya terkena scam. Ingin sekali ke Filipina lagi untuk memperbaiki kenangan buruk itu.

Paling jauh
Kalau dihitung dari jaraknya dari Indonesia, tentunya Maroko yang terletak di bagian utara Benua Afrika.

Perjalanan darat terjauh
Dari Krabi menuju Singapura dengan bus. Tentunya bukan perjalanan langsung. Tapi hampir nonstop. Berangkat dari Krabi siang hari menempuh perjalanan selama 5 jam menuju Hatyai. Sampai di Hatyai maghrib, langsung naik bus menuju Kuala Lumpur dengan lama perjalanan 8 jam. Sampai di Kuala Lumpur menjelang subuh. Lanjut naik bus pertama menuju Singapura selama 5 jam. Totalnya 18 jam perjalanan. Mau tahu rasanya? Serasa kram tulang ekor. Pegel! Hahaha...

Paling mahal
Kuwait. Saya pernah stay selama 2 hari di negara ini meskipun hanya di dalam airport. Sempat ingin membeli souvenir, tapi saya urungkan mengingat kurs 1 Kuwait Dinar (KWD) setara dengan 41 ribu Rupiah atau 3,46 USD. Kalau dalam hal biaya hidup, rasanya Swiss yang paling mahal. Di negara ini saya naik kereta seharga 1,5 juta Rupiah dan makan kari seharga 400 ribu rupiah.

Tentang menginap di bandara
Menginap di sini maksudnya di luar airside yah. Jadi posisinya sebelum check in kalau mau terbang, atau sesudah clear imigrasi kalau baru tiba. Sejauh ini saya pernah menginap di bandara Soekarno Hatta Jakarta, Changi Singapura, KLIA Kuala Lumpur, Penang, Suvarnabhumi Bangkok, Ninoy Aquino Manila, Chek Lap Kok Hongkong, El Prat Barcelona, Barajas Madrid, Orly Paris, Ataturk Istanbul, Sabiha Istanbul, dan Mohammed V Casablanca.

Menurut pengalaman saya, paling nyaman di KLIA Kuala Lumpur karena ada bangku panjang berbusa di lantai keberangkatan yang nyaman ditiduri dan tidak terlalu ramai. Sementara paling tidak nyaman di Bandara El Prat Barcelona karena saya dibangunkan tengah malam oleh petugas dan dilarang tidur berbaring (harus posisi duduk). Selebihnya ya standar aja. Terkadang saya berbaring di bangku panjang berbahan logam yang dingin, permukaannya tidak rata, atau malah tidur di lantai sekalian.

Pesawat yang pernah saya naiki
Berhubung saya demen naik pesawat, saya juga mau sharing dong pernah ngicipin naik maskapai apa aja. Berikut daftarnya.

Citilink
Lion Air
Sriwijaya Air
Batavia Air
Valuair
Jetstar
Cebu Pacific Air
Kuwait Airways
Easyjet
Vueling
Ryanair
Royal Air Maroc



Dan ini tipe pesawatnya
Boeing 737-200
Boeing 737-300
Boeing 737-500
Airbus A300
Airbus A310
Airbus A340-300


Hmmm... Kira-kira review apa lagi ya?

ARTIKEL TERKAIT:

32 comments:

  1. haduw keren bgt deh mas.. kayaknya saya belum apa2 dibandingkan pengalaman 5 tahun mas indra, hahaha.. Berarti benua yg belom Australia ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia. Saya malah belum pernah ke Aussie. Padahal harga tiketnya sering cuman setengahnya ke Eropa. Di sana juga ada sodara. Tapi nggak tau nih... Malah masih kepengen ke Eropa lagi. Lagian istri nggak mau diajak ke Aussie. Udah eneg dia karena pernah sekolah di sana. Dia kepengennya juga ke Eropa lagi :D

      Delete
    2. Ya udah ngajak saya aja kali istrinya ga mau, ups!

      Delete
    3. Hahaha... Saya juga mau diajak. Sebenernya diajak kemanapun mau. Asalkan dibayarin. Wkwkwk... :p

      Delete
  2. Bolehkah Mas Indra ceritakan dengan lebih lanjut kisah Mas kena scam di Filipina? Di negara lain bagaimana? Pernah ditipu juga? Pengalaman Mas ini amat berguna kepada pengembara lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman di Manila itu satu2nya pengalaman terkena scam dan semoga selamanya tidak akan pernah terkena lagi. Kalau hampir terkena, sudah beberapa kali.

      Ini tentang detail kejadian scam di Manila.
      Kena Scam di Manila

      Ini tentang scam di Maroko dan Italia.
      Aneka Scam Ketika Traveling 1

      Dan ini tentang scam di Paris.
      Aneka Scam Ketika Traveling 2

      Delete
  3. Replies
    1. Makasih Kak Yayan. Milis dan komunitas yang saya maksud ya Backpacker Dunia. Hehehe... :D

      Delete
  4. Baru 5 tahun dah keliling banyak negara, jadi berapa negara yang sudah Mas Indra jejaki ? 5 tahun kedepan mau keliling kemana lagi Mas Indra ..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dalam rangka main2nya kayaknya udah cukup Mas. Target saya setelah ini kepengen ambil master di Eropa. Biar bisa jalan2 lebih banyak lagi. Amiinn... Jumlah negara sekitar 20-an :D

      Delete
  5. mas, ada obsesi mau liburan ke amerika gak khususnya usa? oh ya kalau ke negara schengen visa berlaku berapa lama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dalam waktu dekat belum ada rencana. Untuk visa schengen jangka pendek, paling lama diberikan 90 hari Mas :D

      Delete
  6. Setuju banget sama tempat plg nyaman utk nginep di bandara ,yess Klia ,ane sampe bela2in tuh cuma utk nginep pdhal tiket pp dr lcct gpp keluar duit buat ongkos shuttle bus hehehe sudut plg favorit di belakang kfc

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persis. Saya juga. Ke Kuala Lumpur pulang pergi naik Air Asia (waktu itu masih di LCCT), tapi nginepnya di KLIA. Hehehe... :D

      Delete
  7. Byk juga tempat mas telah berjalan. Bestnya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan Pak. Semoga tidak berhenti sampai di sini saja :)

      Delete
  8. Terbaiklah, Indra...Benua mana lagi yang belum disinggahi ini?? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benua Australia yang dekat belum pernah. Ditambah Benua Amerika yang jauh :D

      Delete
    2. gue eropa sama amerika latin, australia tahun depan :D

      Delete
  9. Uwooohhh Indra, aku merasa menjadi butiran debu membaca postingan ini :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tanpamu butiran debu. Hahaha... Udah ada plan bikin buku ketiga Cha? Gw belum dapet tanda tangan buku kedua lo nih... :D

      Delete
  10. keren ide ceritanya, gue mau bikin juga akh, anw gue subcribe blog lo dan beli bukunya juga, kayanya lo kaya akan pengalaman yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi destinasi gw masih cenderung "biasa" aja Bro. Banyak turis juga ke sana. Gw kepengen banget nih ke destinasi2 eksotis kayak Tibet, Nepal, Mongolia, negara Stan dan sejenisnya yang nggak banyak turis ke sana. Atau minimal turisnya nggak sebanyak negara yang udah gw kunjungin :D

      Delete
  11. Salam kenal Mas Indra :)
    Keren banget dalam 5 tahun udah puluhan negara yang didatengin
    Dan sepertinya Mas tertarik banget sama dunia aviasi ya?
    Sama nih mas kebetulan sama saya, tapi bedanya airlines yang saya coba masih sedikit banget berhubung belom ada yang semurah AirAsia hahaha
    Ngomong-ngomong saya minta izin buat ngelink blog Mas di blog saya, ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mas. Udah saya add juga Mas ke My Blog List. Hahaha... Iya nih. Cita2 saya dulu jadi pilot. Tapi nggak diizinin ortu. Jadilah sekarang cuman jadi pilot meja plus sesekali ngicip2 naik pesawat sebagai penumpang :D

      Delete
  12. mantaaap. keren nih. wah sempat nyoba batavia air ya. aku mau nyoba dah keburu bangkrut.haha....

    itu berkunjung ke LN sebanyak itu sampai bolak balik transit singapore 50x paspornya masih cukup dan belum ganti sampai 5 tahun kah?hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Sekalinya nyoba, delay 4 jam sampe jam 10 malam. Lampu2 dan AC bandara udah dimatiin. Paspor baru 3 tahun udah ganti Mas. Capnya Singapore ngabis2in tempat. Hehehe... :D

      Delete
  13. 50 kali transit di Singapore..wahh..tERBAIK lah..hanya org berduit sahaja boleh travel sbyk tiu..then pernah naik pesawat almost 30 buah tu..kalau JM setia bersama Air Asia je..pastu sekali bersama MAS...

    Syabas dan salute sgt...kiranya mmg byk pengalaman travel nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak JM. Tetapi memang masih banyak negara belum sempat saya singgahi. Japan, Korea, Australia yang dekat saja belum :D

      Delete
  14. Mas indra saya rencananya pengen nginap di barcelona airport krna penerbangan pagi... beneran dibangunin satpam?? Dan ga bisa selonjoran yakk???

    ReplyDelete
  15. Mas indra saya rencananya pengen nginap di barcelona airport krna penerbangan pagi... beneran dibangunin satpam?? Dan ga bisa selonjoran yakk???

    ReplyDelete