Wednesday, October 8, 2014

Tips Membawa Bagasi Kabin

Sebagai traveler mandiri, tentunya kita selalu berusaha mencari cara agar biaya perjalanan dapat ditekan seminimal mungkin. Salah satu biaya yang menjadi sasaran untuk dihemat adalah biaya bagasi. Kita tahu bahwa harga tiket sebagian besar maskapai low cost carrier belum termasuk biaya bagasi. Jika ingin menitipkan bagasi ke dalam ruang kargo pesawat, kita akan dikenakan biaya lagi. Dan biaya tersebut terkadang lebih mahal daripada harga tiket pesawat itu sendiri. Cukup ironis bukan?

Dan ternyata cukup banyak traveler yang berusaha menghindari biaya bagasi tersebut dengan cara membawa masuk bagasinya ke dalam kabin. Padahal barang bawaan yang diperkenankan untuk dibawa masuk ke kabin pesawat sangat dibatasi, baik beratnya maupun dimensinya. Namun mereka seakan tak peduli dengan peraturan bagasi kabin tersebut. Malah ada yang merasa bangga karena sukses membawa masuk backpack berukuran besar dan berat ke dalam kabin. Kenapa bagasi kabin dibatasi? Mari kita lihat dari dua sudut pandang, yakni dimensi dan berat.
 


Bicara soal dimensi, saya ada pengalaman kurang menyenangkan. Dalam sebuah penerbangan domestik, saya memperoleh tempat duduk di bagian depan pesawat. Karena letaknya di depan, saya memperoleh giliran naik pesawat belakangan. Jadilah saya menunggu penumpang-penumpang lain masuk terlebih dahulu hingga diizinkan oleh petugas darat untuk naik pesawat. Dan setelah tiba giliran, saya pun melangkahkan kaki menuju garbarata dan menaiki pesawat.

Sesampainya di tempat duduk yang tertera pada boarding pass, saya bermaksud meletakkan tas yang berisi laptop ke ruang penyimpanan bagasi yang ada di atas kepala. Namun alangkah terkejutnya saya ketika mendapati bahwa ruang penyimpanan bagasi di atas tempat duduk dipenuhi oleh tas-tas berukuran besar. Oleh awak kabin, saya tidak diizinkan meletakkan tas di bawah untuk alasan kemudahan evakuasi. Kebetulan tempat duduk saya paling depan. Jadi terpaksa harus berjalan dulu ke bagian belakang pesawat sampai menemukan slot kosong untuk meletakkan tas. Selanjutnya saya kembali duduk di kursi.

Setelah mendarat, saya juga tidak bisa serta-merta turun. Harus menunggu sebagian besar penumpang lain turun terlebih dahulu. Kenapa? Karena saya harus berjalan melawan arus penumpang keluar untuk mengambil tas. Tentunya sambil berharap tidak ada penumpang iseng yang bermaksud mencuri tas saya. Dan syukur alhamdulillah, tas saya masih ada di tempatnya.

Dari kejadian di atas, kita bisa mengambil kesimpulan, “Membawa bagasi over size itu sama saja merampas hak penumpang lain”.

Selanjutnya, mari bicara soal berat. Sebelum kita terbang, dilakukan penghitungan berat pesawat yang terdiri dari berat kosong pesawat tersebut, berat muatan kargo, dan berat penumpang. Berat muatan kargo terdiri dari berat bagasi penumpang dan juga berat muatan kargo yang pemasukannya berasal dari bagian gudang bandara. Sementara berat penumpang, berhubung tidak mungkin dihitung satu per satu, maka beratnya disamaratakan sejumlah tertentu sesuai dengan kebijakan maskapai (kecuali pesawat kecil). Nah, berat penumpang ini termasuk juga berat barang bawaan kabinnya. Rekapitulasi berat tersebut dihitung oleh petugas darat dan menjadi salah satu check list penerbang sebelum berlepas. Data akurat mengenai berat pesawat ini juga digunakan pada fase kritis penerbangan, yakni pada saat take off. Semakin berat suatu pesawat dengan tipe yang sama, dibutuhkan jarak yang lebih panjang untuk lepas landas. Demikian pula sebaliknya.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa keakuratan penghitungan berat merupakan salah satu hal krusial. Mungkin ada yang beranggapan seperti ini, “Ah, cuman satu dua penumpang yang bagasi kabinnya over weight kan nggak masalah. Toh, masih banyak  penumpang lain yang beratnya di bawah yang dipersyaratkan”. Memang iya sih... Tapi coba bayangkan seandainya semua penumpang berpikiran yang sama. Tentu total kelebihan beratnya akan semakin besar.

Selain itu, dalam sebuah penerbangan sangat mungkin terjadi turbulence dan juga possitive landing. Turbulence yang sangat parah dapat menyebabkan penutup tempat penyimpanan bagasi di atas kepala terbuka dengan sendirinya dan barang-barang di dalamnya berjatuhan. Hal ini memang jarang terjadi, tapi bisa saja terjadi. Hal yang sama pun juga berlaku untuk possitive landing atau yang secara umum sering kita kenal dengan sebutan hard landing. Seandainya secara kebetulan tas yang berjatuhan tersebut berukuran berat, tentu dapat mengakibatkan cedera penumpang di bawahnya.


Jadi gimana dengan tipsnya? Gampang aja. Biasakan membawa barang secukupnya ketika traveling agar tas yang kita bawa tidak over size dan over weight. Jika tidak sanggup, sebaiknya kita sudah menyiapkan cukup uang untuk membayar biaya kelebihan bagasi. Melalui posting-an ini, saya mengajak para pembaca untuk peduli dengan keselamatan penerbangan dan berempati kepada penumpang lain dengan cara, “Tidak membawa bagasi kabin melebihi ketentuan”. No offense ya teman-temaaan... :D

ARTIKEL TERKAIT:

21 comments:

  1. betul apa yang indra cakap dekat sini...setuju... :D

    ReplyDelete
  2. good points, indra...saya juga sebenarnya, agak berkira membayar lebih untuk bagasi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Zilla. Saya kalau travelling tak lebih dari seminggu di ASEAN biasanya hanya membawa beg kecil. Jadi tak perlu membeli bagasi. Kalau ke Eropah baru membawa beg besar. Pernah dapat tiket pesawat Ryanair 9 Euro, tapi biaya bagasinya sekitar 30 Euro :p

      Delete
  3. Ihhh..akuh jugak paling ga suka kalo lg naik maskapai budget terus ada yg bawa tas cabin geda ngabisin jatah org. Biasanya sih eke dengan cueknya ngga mau tuh ditaro ditempat lain selain diatas jatah tempat duduk kita, kalo perlu ngotot ya ngotot deh wong hak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener juga ya Mbak. Sayanya yang terlalu nrimo. Next time musti berani negor.

      Ngomong2, blognya Mbak Vari kok nggak bisa dikomen ya?

      Delete
    2. Mosok ga bisa sih? Aku ga pernah utak atik moderasi komen kok..yaaah..coba lagi dong dong dong..

      Delete
    3. Oooo... Salah nge-klik rupanya. Kemarin2 nge-kliknya Poskan Komentar (Atom) :D

      Delete
  4. mungkin beda dgn saya. karena memang tujuan ke luar negri salah satunya adalah shopping, jadi saya selalu beli bagasi. Krn nggak pernah solo traveller, selalu bareng temen, jadi selalu share bagasinya. Kemarin waktu ke jepang-korea, awalnya saya dan teman2 cm bawa bagasi 30kg utk ber 3 (koper kosong super gede atau isinya dikit). Pulangnya beli bagasi 90 kg, koper penuh semua, ditambah tas ransel dan tentengan masuk ke cabin.
    Mungkin karena saya kurus dan cepet capek, jd ga mungkin bawa backpack. Alhasil harus nambah bagasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah kejadian koper sampe beranak-pinak nggak Mbak? Saya juga traveling terakhir pake koper. Beratnya waktu berangkat cuman belasan kg, tapi waktu pulang 20-an kg. Emang susah ya Mbak mempertahankan berat tas saat berangkat dan pulang. Hehehe... :D

      Delete
    2. Hahaha..pasti pernahlah beranak #nyamber
      Tapi trik nya itu supaya bagasi cukup kalo gw selalu traveling bawa baju daster/tidur yg udah jelek bgt jadi pas pulang ya gw tinggal aja tuh baju buluk.

      Delete
    3. @Indra : pernah sampe beli koper yg 25 kg lagi di jeju island dulu. Trus beli tas jinjing juga. hahaha..

      @Vari : kalo bawa daster jelek pas travelling, pulangnya bawa daster baru ya :))

      Delete
  5. duduk di bahagian depan..tetapi bagasi nye terpaksa letak di bhgn belakang..mmg tension kalau begini..org yg bawak bagasi besar tu penting kan diri lah

    sepatutnya sebelum boarding lagi staff flight perlu aware penumpang yg bwk hand carry melebihi had ni..boleh mengudang bahaya dan risiko

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Sepatutnya staff airlines lebih aware. Beberapa kali kejadian, di atas pesawat memang ada beberapa beg yang di-drop langsung oleh staff airlines maupun awak kabin ke ruang kargo karena melebihi had. Tetap yang lolos masuk masih banyak. Faktor kesadaran penumpang sepertinya masih perlu ditingkatkan.

      Delete
  6. intinya no cheating dalam hal apapun, termasuk dalam penggunaan cabin

    ReplyDelete
  7. hahahaa... kirain ada tips gimana gitu Mas Indra. Itu mah lebih ke Nasihat atuh bukan tips..hehe. Apapun tulisan mas Indra ini memang penting dan perlu diturutin nasehatnya, demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Lagi nyoba trik pemilihan judul yang memikat pembaca Mas :D

      Delete
  8. ada sharing gimana supaya backpack aman kalau ditaruh di bagasi?terima kasih

    ReplyDelete