Thursday, October 23, 2014

Wisata Kota Pontianak

Setelah sebelumya menulis tentang “Kedai Kopi Aming Pontianak”, kali ini saya ingin berbagi tentang wisata kotanya. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Kota ini sekaligus menjadi tempat transit bagi para traveler yang ingin melakukan perjalanan darat menuju Malaysia dan Brunei Darussalam. Ada apa saja di Pontianak? Berikut saya tuliskan beberapa di antaranya.

Tugu Khatulistiwa
Bangunan yang satu ini boleh dibilang merupakan ikon utama Kota Pontianak. Tugu Khatulistiwa didirikan pada tahun 1928 dan disempurnakan pada tahun 1930 dan 1938. Tujuan didirikannya sendiri untuk menentukan titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Tak banyak yang tahu kalau tugu ini hanya setinggi lebih kurang empat meter dan terletak di dalam bagian dasar bangunan tinggi  yang selama ini kita kenal dengan Tugu Khatulistiwa. Ya, tugu yang tinggi besar itu merupakan duplikat dari Tugu Khatulistiwa yang asli dan baru selesai didirikan tahun 1991.
 
Tugu Khatulistiwa Pontianak


Memasuki bagian dalam duplikat Tugu Khatulistiwa, kita bisa melihat tugu yang asli masih berdiri kukuh pada bagian tengah bangunan. Sejarah pendirian tugu juga tertulis dengan lengkap. Yang menarik, tersedia beberapa butir telur ayam dan pengunjung bisa mencoba mendirikan telur itu. Jika ingin membeli souvenir, tersedia pula kios souvenir yang menjual replika Tugu Khatulistiwa.

Berbicara mengenai akurasi titik nol, pada tahun 2005 dilakukan koreksi titik nol dengan menggunakan peralatan yang lebih modern seperti GPS. Dan hasilnya, ternyata titik nol terletak beberapa puluh meter dari bangunan Tugu Khatulistiwa. Maka dibangunlah sebuah pelataran pada area yang merupakan titik nol tersebut. Tepat pada bagian tengahnya, hanya ditandai dengan pipa. Pelataran ini dikelilingi oleh tempat duduk seperti di stadion sepak bola. Dan area sekitarnya lagi sedang dibangun taman.

Setiap tahunnya, di Tugu Khatulistiwa diadakan event untuk memperingati peristiwa puncak titik kulminasi. Pada saat itu, matahari bersinar tepat di atas kepala sehingga tidak ada bayangan tercipta. Hari itu juga sering disebut sebagai hari tanpa bayangan. Penyelenggaraannya sendiri antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.
 
Tugu Khatulistiwa yang asli
Mendirikan telur ayam
Letak titik nol setelah dikoreksi
Istana Kadriah
Dan mungkin, tak banyak pula yang tahu bahwa ada kesultanan di Pontianak. Atau bisa jadi sayanya yang kurang pergaulan. Tapi seingat saya, pelajaran sejarah semasa sekolah dulu tidak pernah membahas kesultanan ini. Atau jangan-jangan, sebenarnya dibahas, tapi sayanya asyik terlelap di bangku belakang kali ya? Hahaha...

Di Pontianak, ada sebuah istana yang mulai didirikan pada tahun 1771. Pendirinya adalah Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri yang merupakan sultan pertama. Sempat mengalami renovasi oleh penerusnya, istana ini kini masih terawat dengan baik. Bangunannya berwarna kuning terang, terbuat dari kayu yang tampak masih kokoh. Sebenarnya kita bisa masuk ke dalam untuk melihat denah ruangan serta barang-barang peninggalan sultan. Sayangnya, saat itu istana sedang direnovasi. Pengunjung hanya diizinkan mengambil foto dari halaman depan istana. Sayang sekali.

Selain membangun istana, Sang Sultan juga membangun masjid, tak jauh dari istana. Namanya Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman. Posisi masjid ini bisa ditarik garis lurus dengan pintu istana. Jaraknya sekitar 200 meter. Dan sampai sekarang, masjid ini masih aktif digunakan oleh para jamaah untuk beribadah.
 
Istana Kadriah
Istana Kadriah
Istana Kadriah
Masjid Jami' Sultan Abdurrahman Pontianak

Sungai Kapuas
Indonesia dilalui oleh banyak sungai panjang . Ada Sungai Musi, Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Batanghari, Sungai Bengawan Solo, Sungai Mamberamo, juga Sungai Kapuas. Dari semua sungai sepanjang ratusan kilometer tersebut, Sungai Kapuas memegang tahta sebagai sungai terpanjang di Indonesia. Dengan panjang 1.143 kilometer, sungai ini mengalahkan Sungai Mahakam dan Sungai Barito yang “hanya” sepanjang 900-an kilometer. Dan salah satu kota yang dilalui sungai ini adalah Pontianak.

Masyarakat Pontianak sendiri senang berkumpul di alun-alun yang terletak di tepi Sungai Kapuas. Setiap malam di tempat itu menjadi pusat keramaian dengan adanya pasar malam. Pada hari biasa saja alun-alun dipenuhi orang. Apalagi pada akhir pekan. Rasanya bagaikan seluruh warga kota datang ke alun-alun.

Di tepi sungai, bersandar kapal yang dindingnya terbuka dan seluruh badannya dipenuhi oleh lampu-lampu. Kapal itu siap melayani pengunjung yang ingin menyusuri Sungai Kapuas. Dari atas kapal, pemandangan memang tak begitu kelihatan karena hari sudah malam. Yang menjadi pemandangan utama adalah jembatan penjang yang menyeberangi Sungai Kapuas. Selain itu, kita juga bisa membeli beraneka macam minuman di atas kapal. Makna utama dari naik kapal ini bukanlah melihat pemandangan. Kekerabatan mungkin lebih utama. Karena sembari minum, kita juga bisa bercengkerama bersama keluarga atau teman.

Mohon maaf sekali, saat menaiki kapal ini saya sedang tidak membawa kamera. Jadi hanya mengandalkan kamera HP dengan kualitas yang kurang baik.

Rumah Betang
Rumah Betang adalah rumah adat suku Dayak. Suku ini memang merupakan suku asli Kalimantan. Pemerintah Pontianak ingin sekali menonjolkan ciri khas akar kebudayaan mereka dengan mendirikan Rumah Betang. Rumah ini berukuran raksasa dan diharapkan bisa lebih menarik pengunjung serta memperkenalkan adat istiadat Suku Dayak kepada mereka. Saat ini Rumah Betang belum beroperasi. Kita hanya bisa naik ke bagian luar lantai dua dan menikmati setiap detail bangunan rumah. Sementara bagian dalam rumah masih tertutup.

Ada satu hal yang patut disayangkan. Bangunan yang masih sangat baru ini sudah dikotori oleh tangan-tangan jahil. Ayolah kawan! Ini milik kita bersama. Maka sayangilah dan rawatlah dengan baik. Jangan coret-coret yah...!
 
Pilar-pilar Pondasi Rumah Betang


Lantai atas (utama) Rumah Betang. Terdapat patung Burung Enggang.


Tenang saja, tangga ini hanya aksesoris. Pengunjung naik lewat tangga biasa.


Sayang sekali sudah ada ulah tak bertanggungjawab



Pasar PSP
Tak lengkap rasanya jika pergi ke suatu tempat tanpa membeli oleh-oleh. Di Pontianak, pusat oleh-olehnya ada di Pasar PSP. Di sini kita bisa membeli beraneka souvenir dan makanan khas Pontianak seperti lidah buaya. Tersedia pula oleh-oleh produksi Malaysia yang jadi favorit orang Indonesia. Apalagi kalau bukan Milo. Hehehe...
 
Pasar PSP Pontianak



Sekian dulu sharing tentang Pontianak. Memang hanya sedikit tempat yang saya kunjungi. Tapi yang sedikit ini mudah-mudahan bermanfaat.

ARTIKEL TERKAIT:

20 comments:

  1. Belum pernah ke Pontianak, panas kali ya di sana Mas Indra?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kok sama aja ya Mas. Di Indonesia rasanya udah nyebar panasnya. Hehehe... :D

      Delete
  2. wah, aku baru ke PSP aja, karena aku sering dinas ke kebun di ketapang, anw thanks infonya worth banget, next time kalau perjalanan dinas mau coba ke tugu khatulistiwa

    last word, Vandalism is Fcuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho... Emang nggak enaknya tugas kantor tuh seringnya kehabisan waktu buat jalan2.

      Iya nih, mungkin karena belum dibuka, jadi belum terlihat petugas keamanan yang menjaga.

      Delete
  3. saya teringin ke sana....semoga tidak lah panas....cantik juga istana badriah ye..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada direct flight dari Kuching mengambil masa sekira 30 minit. Kalo nak cuba road trip sekira 7-8 jam. Panasnya tak terlalu lah. Mungkin kerana kitorang dah terbiasa tinggal di negara-negara tropis. Hehehe... :D

      Delete
  4. Menarik juga nampaknya kota Pontianak ni. Sekarang sudah ada flight dari Johor Bahru ke Pontianak by Xpress Air...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul. Rupanya Xpress air sudah membuka flight Johor-Pontianak 3x / week sejak Juni lalu.

      Delete
  5. Next trip kayaknya ke sini :)

    *langsung dibookmark*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mas! Di antara ibukota provinsi di kalimantan lainnya yang udah tak datengi, Pontianak yang paling banyak menyediakan atraksi buat turis.

      Delete
  6. Rupanya banyak juga yer tempat yang sesuai untuk dilawati di sini. CN tertarik dengan senibina istana itu. Menarik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jom ke Borneo! Saya juga belum pernah mengeksplor Sabah Sarawak dan Labuan. Hanya pernah singgah sekejap di border Tebedu sahaja.

      Delete
    2. :)
      CN belum pernah ke sabah dan labuan lagi. Cuma pernah explore sebahagian kecil Sarawak sewaktu CN belajar di sana dulu. Tapi rasanya masih terlalu banyak tempat untuk dijelajah. Teringin juga untuk explore seluruh borneo

      Delete
  7. Aku blm perna ke pontianak, kayak nya kalo kesana mending pas acara lebaran cina "Imlek" itu yaa sekalian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pusatnya kayaknya di Singkawang ya? Nggak tau juga dink. Soalnya dua kali ke Pontianak nggak pas Imlek.

      Kalo saya di Batam, perayaan Imlek meriah banget. Jalanan protokol meriah dihiasi lampion dan aksesoris serba merah.

      Kalo pas Cheng Beng juga ramai orang pergi ke Bintan atau Balai sambil bawa kertas sembahyang.

      Delete
  8. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai tempat-tempat wisata,ingin tahu lebih banyak lagi tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai itu yang bisa anda kunjungi di Explore Indonesia

    ReplyDelete
  9. byk juga tempat menarik di pontianak tapi sayang..rasa nya Air Asia belum ada route ke Pontianak utk ke sana dari KLIA2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang betul, jauh dari KL. Air Asia pun belum ada route ke sini :D

      Delete