Thursday, April 30, 2015

Ngicipin Ikan Haring di Amsterdam

Sore itu saya dan istri baru saja keluar dari Albert Heijn di samping Magna Plaza Amsterdam. Di depan pintu masuknya, ada kios yang menjual ikan haring. Ikan ini memang banyak disukai penduduk setempat dan merupakan salah satu kuliner yang wajib dicicipi jika sedang berada di Belanda. Harganya cukup murah, tak sampai 5 Euro. Kami jadi tertarik mencobanya. Oleh penjual, satu ekor ikan haring dipotong menjadi dua bagian, kemudian dipotong lagi menjadi empat bagian. Sehingga dalam satu porsi terdiri dari delapan potong. Ikan ini disajikan dengan irisan bawang bombay dan timun. Tampilannya begitu menggugah selera. Saya yang penyuka ikan langsung kalap dan segera memakannya.

Kunyahan pertama dan kedua masih terasa biasa saja. Mungkin lidah saya masih mengirim sinyal rasa kepada otak. Saya pun lanjut mengunyah. Perlahan tapi pasti, mulai terasa juga rasa sebenarnya ikan itu. Otak saya mulai menyadari bahwa ikan itu mentah. Hoeekkkk!!!! Perut saya langsung mual. Saya pun buru-buru menelan ikan itu tanpa dikunyah. Kemudian kelabakan mencari minum dan juga permen untuk menghilangkan rasa amis.



Istri saya dari tadi tertawa melihat tingkah laku saya. Sekarang gantian saya tantangin dia untuk makan. Berbeda dengan saya yang langsung melahap ikannya, Istri saya menaburi dulu daging ikan dengan bawang bombay, kemudian baru memakannya. Dan katanya, rasanya enak. Sama sekali tidak terasa mentah. Saya gantian ditantangin buat makan lagi.