Tuesday, May 5, 2015

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Aga kareba? Saya baru saja pulang dari Makassar. Sayangnya, perjalanan ini hanyalah tugas kantor sehingga saya tidak sempat berjalan-jalan keliling Makassar. Tapi sebagai pecinta dunia aviasi, saya sudah sangat senang karena bisa naik pesawat. Hehehe...  Dan tulisan kali ini pun nggak jauh-jauh dari dunia aviasi, yakni tentang Bandara Sultan Hasanuddin (Kode IATA:UPG).

Saya terakhir kali ke bandara yang terletak 30 kilometer dari Kota Makassar ini pada Bulan Juli 2008. Saat itu saya hanya transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Jayapura. Nah, waktu itu bangunan terminalnya sangat sederhana dan super penuh seperti di terminal bus. Namun sebulan kemudian, tepatnya pada Bulan Agustus 2008, terminal baru bandara ini mulai beroperasi. Letaknya di sebelah selatan bangunan terminal lama. Dan bangunan terminal berkonsep modern ini pada saat itu menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia sebelum kemudian diikuti oleh Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kuala Namu, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Terminal 2 Bandara Juanda.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Sebagai hub kawasan Indonesia timur, bangunan terminal Bandara Sultan Hasanuddin dilengkapi 6 buah garbarata didesain untuk dapat menampung 7,5 juta penumpang per tahun. Lantai terminal keberangkatan berdinding kaca sehingga para calon penumpang dapat melihat aktivitas di apron maupun runway dan tentunya juga jadi hemat listrik. Ruang tunggu penumpang dibuat tanpa sekat sehingga dapat menampung lebih banyak orang dan terkesan lega. Toko dan cafe sudah tentu ada. Bandara Sultan Hasanuddin memang merupakan salah satu bandara terbaik di Indonesia.

Selain bangunan terminal baru, pembangunan Bandara Sultan Hasanuddin juga meliputi satu buah runway baru dan juga taxiway. Runway baru membentuk sudut sekitar 90 derajat dari runway lama dan panjangnya mencapai 3.100 meter, serta akan diperpanjang lagi menjadi 3.500 meter. Sementara itu, runway lama memiliki panjang 2.500 meter. Dengan fasilitas runway dan apron yang ada, Bandara Sultan Hasanuddin sudah dapat didarati pesawat wide body seperti Boeing 747-400 dan Airbus A330. Pada kesempatan kemarin, saya menggunakan pesawat wide body Airbus A330-200 menuju Makassar dan mendarat di runway 13 (runway lama). Sementara penerbangan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat narrow body Boeing 737-800 dan take off dari runway 03 (runway baru).

Ini tampilan interiornya...








Sayangnya, kapasitas 7,5 juta penumpang per tahun yang dimiliki bandara ini sudah tercapai pada tahun 2011 lalu. Saat ini kapasitas penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin telah mencapai 10 juta penumpang per tahun. PT.Angkasa Pura I selaku pengelola bandara pun lekas bertindak. Bandara Sultan Hasanuddin akan segara dilakukan perluasan terminal. Tidak tanggung-tanggung, bangunan terminal baru nantinya dapat menampung hingga 25 juta penumpang per tahun dan pengerjaannya ditargetkan selesai pada tahun 2017 mendatang. Jika dilihat dari aplikasi google earth, bandara yang terletak di Maros ini memang masih sangat mungkin dikembangkan. Area di sekitar bandara belum padat penduduk seperti di Bandara Soekarno-Hatta. Tak sabar rasanya ingin melihat bandara ini lagi nanti setelah perluasan. Mari kita tunggu...

Area di sekitar bandara

ARTIKEL TERKAIT:

11 comments:

  1. Kareba madicing... wah mas Indra boleh berbahasa Bugis ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, kok bisa bahasa Bugis Mas? Ayah saya orang Bugis, tapi sudah generasi ketiga yang tinggal di Jawa. Jadi saya bisanya bahasa Jawa saja :D

      Delete
  2. wah habis dari kota kami ya mas...hope you enjoyed your trip hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Iya Mbak. Cuman sempet lewat Pantai Losari dan Fort Rotterdam malem2 aja tanpa sempat mampir. Kecewa :(

      Mudah2an next time bisa main2 agak lama di Makassar dan sekitarnya.

      Delete
  3. aku juga kaget nih waktu pertama kali ke bandara makasar yang baru. berasa nyasar di bandara luar negeri gitu hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan2 bandara2 kita udah mulai didesain future airport. Seneng ngeliatnya :)

      Delete
  4. salah satu airport favorit saya

    ReplyDelete
  5. ini bisa jadi masalah..karna letak bandara ini dimakassar dan maros yang bahasa lokalnya menggunakan bahasa makassar...kenapa bisa memakai bahasa bugis

    ReplyDelete