Tuesday, January 5, 2016

Argo Bromo Anggrek, Kereta Api Terbaik Indonesia

Jika ditanya kereta api apa yang menjadi favorit, tanpa ragu saya akan menjawab Kereta Api Argo Bromo Anggrek, atau yang sering disebut Argo Anggrek. Kereta ini melayani rute Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi melalui lintasan utara. Ada dua keberangkatan setiap harinya, yakni pagi dan malam. Untuk Argo Anggrek Pagi, kereta berhenti di Stasiun Cirebon, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Semarang Tawang. Sementara untuk Argo Anggrek Malam, kereta hanya berhenti di Stasiun Cirebon dan Stasiun Semarang Tawang. Karena tinggal di Semarang dan bekerja di Jakarta, saya cukup sering menggunakan kereta api ini. Setidaknya ada tiga hal yang membuat saya menjatuhkan pilihan pada kereta api Argo Anggrek, yakni kenyamanan, jadwal perjalanan, dan waktu tempuh.
KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Jakarta Gambir

Bicara soal kenyamanan, tentu tidak bisa terlepas dari yang namanya “bogie”. Apa itu bogie? Ya secara gamblang mungkin bisa diartikan rumah roda kereta api. Gerbong maupun lokomotif kereta api saat ini hampir semuanya menggunakan bogie. Gerbong kereta api Argo Anggrek ini menggunakan jenis bogie k9. Bogie tipe ini menggunakan pegas karet (rubber spring) sebagai suspensi primer dan pegas udara (air spring) sebagai suspensi sekunder. Suspensi primer posisinya ada di samping roda kereta, fungsinya meredam getaran yang ditimbulkan antara roda dengan rel. Sementara suspensi sekunder, terletak di bagian atas bogie, fungsinya meredam getaran antara rangka gerbong dengan bogie. Dengan digunakannya pegas udara ini, getaran yang dirasakan penumpang jauh lebih smooth jika dibandingkan dengan tipe bogie lainnya seperti bogie k5 dan k8.

Gerbong kereta api penumpang di Indonesia pada umumnya menggunakan bogie tipe k5 dimana suspensi primer dan sekunder sama-sama menggunakan pegas ulir. Bogie tipe ini kabarnya yang paling sesuai dengan kondisi rel di Indonesia. Sebagian kecil lainnya menggunakan bogie tipe k8 dimana suspensi primer menggunakan pegas karet dan suspensi sekunder menggunakan pegas ulir. Bogie k8 masih digunakan beberapa kereta eksekutif selain Argo Anggrek.
Bogie k9 KA Argo Anggrek

Perihal kenyamanan ini tentunya relatif. Dengan kereta api Argo Anggrek pun goncangan selama perjalanan masih tetap terasa. Berjalan di lorong kereta juga tetap perlu menjaga keseimbangan. Entah kenapa goncangan kereta api di Indonesia terasa sekali. Jauh berbeda dengan kereta api yang pernah saya tumpangi di negara lain seperti TGV, Thalys dan sejenisnya dimana getarannya sangat minimal. Apakah ini faktor teknologi atau konstruksi relnya? Entahlah. Hanya para insinyur yang bisa menjawabnya.

Selanjutnya, saya senang naik kereta api ini karena jadwalnya sangat pas. Dari Stasiun Jakarta Gambir, kereta api ini berangkat pada pukul 21.30 dan tiba di Semarang pukul 02.58. Berhubung jadwal pulang kantor saya pukul 17.00 dan biasanya hari Jumat sore lebih macet daripada hari kerja lainnya, jadwal keberangkatan kereta ini menjadi sangat nyaman. Tidak terlalu mepet dan juga tidak terlalu malam. Sementara dari Semarang, kereta berangkat pukul 23.31 dan tiba di Jakarta pukul 04.57. Ini adalah keberangkatan terakhir kereta api menuju Jakarta dari Semarang dimana saya masih bisa tiba di Jakarta tanpa harus terlambat masuk kantor. Dengan naik kereta ini, waktu saya berkumpul bersama keluarga di Semarang jadi lebih panjang.

Terakhir, waktu tempuh perjalanan kereta api Argo Anggrek sangat pendek. Perjalanan dari Semarang ke Jakarta hanya memakan waktu 5,5 jam saja. Sementara jika dari Surabaya cukup 9 jam saja. Jauh lebih cepat daripada kereta api lainnya.
Ditarik lokomotif tipe CC206 terbaru dan tercanggih
KA Argo Anggrek livery lama

KA Argo Anggrek livery baru
Interior KA Argo Anggrek lama

Interior KA Argo Anggrek baru (tidak ada sandaran kaki, lebih lega)

KA Argo Bromo Anggrek

KA Argo Anggrek baru, pintunya tidak lagi pneumatic

KA Argo Anggrek baru, sambungan antar gerbong rapat dan aman

Berikut ini jadwal kereta api Argo Anggrek
Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi
Kota
Argo Anggrek Pagi
Argo Anggrek Malam
Tiba
Berangkat
Tiba
Berangkat
Jakarta Gambir

09.30

21.30
Cirebon
12.06
12.12
00.10
00.16
Pekalongan
13.46
13.50
Langsung
Langsung
Semarang Tawang
14.59
15.06
02.58
03.04
Surabaya Pasar Turi
18.30

06.30


Surabaya Pasar Turi-Jakarta Gambir
Kota
Argo Anggrek Pagi
Argo Anggrek Malam
Tiba
Berangkat
Tiba
Berangkat
Surabaya Pasar Turi

08.00

08.00
Semarang Tawang
11.23
11.30
23.24
23.21
Pekalongan
12.39
12.43
Langsung
Langsung
Cirebon
14.16
14.22
02.12
02.19
Jakarta Jatinegara
16.47
16.49
04.45
04.47
Jakarta Gambir
17.00

04.57



Sementara harga tiket mulai dari Rp375.000 untuk perjalanan penuh dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya. Jika turun di stasiun antara, tiketnya dijual mulai dari Rp285.000.

ARTIKEL TERKAIT:

No comments:

Post a Comment