Thursday, January 14, 2016

Bandara Ngurah Rai Bali (1)

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali atau yang biasa disebut Bandara Ngurah Rai (Kode IATA:DPS) merupakan salah satu bandara terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Bandara ini baru saja mengalami renovasi besar-besaran sehingga saat ini dapat menampung sebanyak 25 juta penumpang per tahun dengan rincian, 16 juta penumpang untuk terminal internasional dan 9 juta penumpang untuk terminal domestik. Bandara ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas baggage handling system sehingga proses penanganan bagasi menjadi lebih cepat dan aman. Beberapa waktu yang lalu, saya untuk pertama kalinya mendarat di bandara ini usai renovasi. Kali terakhir saya ke Bali adalah tiga tahun lalu dimana bandara saat itu sedang berantakan karena adanya renovasi ini. Apa saja yang menarik di Bandara Ngurah Rai? Yuk, kita bahas!

Bandara Ngurah Rai Bali
Bangunan Terminal
Terminal domestik dan internasional saat ini saling bertukar posisi. Dulu sebelum direnovasi, terminal internasional menempati bagian barat bangunan dengan view ke laut, sementara terminal domestik ada di bagian timur dengan view ke runway. Saat ini, terminal domestik menempati bangunan yang dulunya adalah terminal internasional. Sementara itu, terminal internasional menempati bekas terminal domestik dan diperpanjang jauh ke arah timur. Bangunan terminal yang baru mengedepankan konsep eco-airport dengan memanfaatkan pencahayaan matahari, namun di sisi lain tetap mempertahankan kebudayaan setempat. Di banyak bagian bangunan terdapat ornamen-ornamen khas Bali, bahkan bangunan Candi Bentar dan Bale Kulkul. Selain itu, bangunan parkir yang terletak di depan terminal internasional juga berundak-undak layaknya sistem irigasi subak di Bali.


Gedung Parkir (kiri)
Candi Bentar di Terminal Kedatangan Domestik
Eco Airport berpadu dengan budaya Bali
Terminal Internasional
Sebagai pulau yang menjadi magnet para turis mancanegara, Bandara Ngurah Rai memberikan perombakan yang luar biasa besar untuk menyambut para turis dari mancanegara. Bangunan terminal berdiri megah di atas lahan seluas 120.000 m2.  Atapnya berbentuk seperti ombak dan memiliki tiga lantai. Lantai keberangkatan terletak di lantai 3 sementara lantai kedatangan terletak di lantai 1. Di bagian luar lantai keberangkatan, tepatnya sebelum masuk check in hall, terdapat kafe dan toko yang juga sekaligus menjadi tempat berkumpulnya pengantar dan calon penumpang. Area check in bandara Ngurah Rai memang terbatas hanya untuk penumpang yang akan berangkat. Saya sendiri belum bisa secara langsung menelusuri bagian dalam terminal internasional ini karena saat itu hanya berpergian dari dan ke Jakarta saja. Namun kabarnya, terminal internasional memiliki 96 kounter check-in, 14 gates dan 10 aviobridges (garbarata).
 
Bangunan Terminal Internasional
Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai Bali (dari lantai 2)
Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai Bali (dari lantai 2)
Lantai Keberangkatan Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai Bali
Aneka kafe di lantai 3 Terminal Internasional
Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai Bali (dari lantai 3)
Jembatan penghubung drop off area dengan lantai keberangkatan

Jembatan penghubung drop off area dengan lantai keberangkatan
Modern bersinergi dengan budaya setempat
Drop off area terminal keberangkatan internasional
Pintu masuk menuju check in hall (passengers only)
Ruang tunggu pengantar dan calon penumpang
Check in Hall
Bandara Ngurah Rai Bali (papan informasi penerbangan)

ARTIKEL TERKAIT:

1 comment:

  1. Keren banget! Bandara Palembang demi menyambut ASIAN Games tahun 2018 juga mulai berbenah (lagi), semoga muatan lokal seperti yang di Bali ini juga dominan di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Amiiin.

    ReplyDelete