Friday, January 15, 2016

Bandara Ngurah Rai Bali (2)




Terminal Domestik
Walaupun menempati bekas bangunan terminal internasional, bukan berarti terminal domestik tidak mengalami renovasi. Bahkan renovasi yang dilakukan tak kalah heboh dengan renovasi terminal internasional. Tiga tahun lalu saat terbang dari Bali menuju Singapura, saya menggunakan bangunan terminal ini. Dan saat kembali ke bangunan yang sama beberapa waktu lalu, saya nyaris tidak mengenali bangunan terminal lamanya.

Terminal kedatangan dan keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai menempati lantai yang sama, yakni lantai 1. Jika datang dari luar area bandara, setelah melewati terminal internasional, kita akan melewati terminal kedatangan domestik terlebih dahulu baru kemudian terminal keberangkatannya.
Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai Bali


Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai Bali
Area pengambilan bagasi terminal domestik
Terminal domestik dan internasional terpisah cukup jauh
Aneka restoran di depan terminal kedatangan domestik
See you again Bali!
Terminal Keberangkatan Bandara Ngurah Rai Bali


Memasuki bangunan terminal, kita akan disambut puluhan kounter check in. Di sisi kiri dikhususkan untuk penerbangan Garuda Indonesia, sementara maskapai sisanya ada di sisi kanan. Usai melakukan check in, penumpang naik ke lantai 2 dan melalui pemeriksaan x-ray. Selepas pemeriksaan x-ray ini, penumpang akan dimanjakan dengan berbagai restoran dan toko sebagaimana layaknya di dalam mall. Jika tidak melihat papan informasi penerbangan dan mendengar pengumuman boarding, mungkin saya tidak akan menyadari bahwa sedang berada di bandara.
Kounter check in
Kounter check in
Mall di dalam bandara
Mall di dalam bandara
Setelah melalui berbagai toko dan restoran tadi, kita akan tiba di lorong menuju gate. Mungkin kurang tepat disebut lorong karena cukup lebar dan masih dipenuhi beraneka restoran dan toko, termasuk juga dua buah lounge, yakni Lounge Garuda Indonesia dan T/G Lounge. Di sini juga terdapat dinding kaca sehingga para penumpang dapat leluasa menikmati pemandangan aktivitas di bandara, termasuk pesawat yang sedang taxi, take off dan landing.
Pemandangan langsung ke apron dan runway
Sunset view inside the terminal building
T/G Lounge. Satu-satunya lounge selain milik Garuda Indonesia Platinum dkk
T/G Lounge
T/G Lounge
Tempat duduknya unik macam di kursi kelas bisnis Boeing 787 British Airways

Terminal domestik memiliki 8 buah gates, yakni Gate 1A, 1B, 1C, 2, 3, 4, 5, dan 6. Kemudian tersedia pula aviobridge sebanyak 5 buah, yakni untuk Gate 1A, 1B, 1C, 2, dan 3. Gate 1A, 1B, dan 1C didedikasikan untuk penerbangan Garuda Indonesia dan berimpitan dengan Terminal Internasional. Dengan demikian, para penumpang Garuda Indonesia yang akan melanjutkan penerbangan internasional tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh. Ketiga gate ini dan gate 2 terletak di sebelah kiri dari arah datangnya penupang (usai pemeriksaan x-ray). Gate 3 terletak persis di ujung lorong setibanya penumpang dari pemeriksaan x-ray. Sementara gate 4, 5, dan 6 terletak di sebelah kanan dan berbentuk menyiku. Ketiga gate terakhir ini tidak dilengkapi dengan fasilitas aviobridge.
Ruang tunggu penumpang
Ruang tunggu penumpang
Ruang tunggu penumpang
Sunset on the Airport
Mungkin inilah yang menjadi salah satu keistimewaan Bandara Ngurah Rai yang belum tentu dimiliki bandara lainnya. Di bagian ujung terminal, tepatnya di gate 6, terdapat tangga menuju area merokok yang terletak di bagian atap terminal. Dari tempat ini, kita bisa melihat pemandangan aktivitas bandara, beserta pemandangan laut, sekaligus pemandangan matahari terbenam. Indah sekali. Untuk menikmati pemandangan spektakuler ini, pastikan memilih penerbangan malam hari dan datang ke bandara sejak sore.
Smoking area near gate 6
Beautiful sunset
Beautiful sunset
Airbus A330 Singapore Airlines just touch down
Transportasi
Ada beberapa alternatif transportasi dari dan menuju Bandara Ngurah Rai Bali.
ü  Taksi Resmi Bandara
Paling mudah memang naik taksi. Tapi tarifnya luar biasa mahal. Untuk menuju Nusa Dua yang tidak terlalu jauh saja bisa terkena tarif flat Rp150.000.
ü  Bus Sarbagita
Ini semacam bus Transjakarta atau Bus Rapid Transit. Harga tiketnya jauh-dekat Rp3.500 saja. Murah meriah. Lokasi haltenya ada di jalan yang menghubungkan terminal kedatangan internasional dengan gedung parkir bertingkat. Untuk menuju halte dari terminal kedatangan internasional, hanya perlu berjalan lurus saja sampai menemukan Circle-K, kemudian belok kiri. Jika dari terminal domestik ya ikuti petunjuk arah menuju terminal internasional terlebih dahulu. Sayangnya, perlu kesabaran untuk menunggu kedatangan bus ini. Lama sekali intervalnya.
Bus Sarbagita
Petunjuk arah menuju halte Bus Sarbagita
Halte Bus Sarbagita
ü  Ojek dan Taksi Umum
Jika menggunakan backpack atau koper yang tidak terlalu berat, alternatif ini bisa jadi pilihan. Jika membawa koper berat kurang direkomendasikan karena perlu jalan kaki cukup jauh. Dari terminal internasional, jalan terus menuju utara hingga bertemu celah di antara pagar bandara. Celah ini berada tepat di seberang masjid bandara. Nah, di sini biasanya sudah menunggu tukang ojek pangkalan. Silakan menawar mulai dari 60% dari penawaran mereka. Di jalan ini juga banyak taksi yang baru saja keluar setelah mengantar penumpang. Jika menggunakan aplikasi Go-Jek, bisa janjian di masjid atau di pos keluar parkir bandara.


Sekian dulu sharing dari saya. Mudah-mudahan di kemudian hari bisa saya lengkapi, khususnya terkait Terminal Internasional.

Mungkin bisa lanjut ke bandara modern lain yang ada di Indonesia

ARTIKEL TERKAIT:

3 comments:

  1. Setelah renovasi total, bandara ini jadi cakep dan kekinian. Betah kalo lama2 karna banyak cafe juga meskipun harga nya ala2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, belum nemu yang sekelas warteg. Mustinya ada sih... Kalo nggak ada kesian yang kerja di sono :D

      Delete
  2. bt backpaker yg maksimal cm bawa tas punggung harusnya bisa pake Gojek tuh
    Sarbagita dh intervalnya lama apalagi kl area menuju airport macet tambah lam aja tuh nunggunya

    ReplyDelete