Monday, February 15, 2016

Wisata Bersama Keluarga ke Baturraden (2)

Naik pesawat Fokker F28 menjadi menu pembuka pada kunjungan kami ke Lokawisata Baturraden. Anak kami yang kini sudah terbangun dari tidurnya, terlihat sangat antusias. Kami mengajaknya naik beberapa komedi putar dengan membayar tiket tambahan sebesar Rp5.000-10.000. Salah satu yang dia naiki adalah kereta mini. Saya ikut serta menemaninya. Rasanya seperti memasuki mesin waktu. Hampir dua puluh tahun lalu saya terakhir kalinya pergi ke tempat ini. Salah satu yang masih saya ingat adalah saat itu saya menaiki kereta mini ini. Saya senang sekali saat itu. Kini saya kembali ke tempat yang sama dan (mungkin) menaiki kereta mini yang sama. Namun kini saya sudah bukan anak-anak lagi. Bahkan sudah menjadi orang tua. Duuhh… Jadi rindu masa kecil yang bahagia. Hehehe…

Setelah mencoba komedi putar, kami berjalan menyeberangi jembatan kembar. Jembatan ini menyeberangi sebuah sungai dengan air terjun kecil pada salah satu sisinya. Area sungai ini ramai pengunjung, bahkan sebagian di antara mereka ada yang berenang di dalamnya. Di tempat ini pula terpasang papan pengumuman kalau sewaktu-waktu bisa datang banjir dari atas kala turun hujan.
 
Lokawisata Baturraden


Naik Kereta Mini di Baturraden


Lelah menaiki anak tangga, kami melipir ke salah satu lapak penjual sate kelinci. Penjual sate kelinci menjadi salah satu primadona di area lokawisata. Mereka berjualan di banyak tempat, mulai dari di sekitar pintu masuk utama, hingga ke bukit. Harga satu porsi sate kelinci adalah Rp20.000. Rasanya mirip seperti sate ayam, hanya saja teksturnya sedikit lebih kasar. Jika tidak menyukai sate kelinci, tersedia pula sate ayam dengan harga lebih murah, yakni Rp15.000. Sebagai teman makan, tentunya wajib mencicipi es dawet Banjarnegara dan mendoan khas Purwokerto.

Dari lokasi tempat kami makan saat itu, terhampar pemandangan lanskap Purwokerto. Di area ini juga terdapat kolam renang. Kita tidak lagi dikenakan biaya untuk berenang. Namun jika ingin mandi usai berenang, baru dikenakan biaya kamar mandinya.

Usai makan, kami kembali menaiki anak tangga ke bukit yang lebih tinggi. Cukup melelahkan juga mengingat saya harus menggendong si kecil. Tangganya terlalu curam baginya. Stroller jelas tidak bisa digunakan di sini. Di atas bukit, kami menyusuri lorong dengan toko-toko cendera mata di kanan kirinya. Kemudian kami tiba di sebuah telaga yang cukup luas. Di sini tersedia sepeda air. Untuk mengayuh sepeda ini tidak dikenakan biaya. Kita hanya perlu mengambil nomor antrean. Di telaga ini banyak sekali ikan koi berukuran besar. Dengan memberinya pakan ikan yang dapat dibeli di loket, kita bisa memberi mereka makan. Cukup dengan menaburkannya, ikan-ikan itu akan bermunculan di permukaan air.
 
Sepeda Air di Baturraden
Ketika tiba giliran kami menaiki sepeda air, sayang sekali, hujan turun. Awalnya hanya gerimis, lama-lama jadi deras dan awet. Untung saja kami masih sempat berteduh. Setelah ditunggu hingga satu jam, hujan tak kunjung reda. Setelah reda pun, loket sepeda air tak kunjung dibuka. Akhirnya kami harus pasrah gagal menaiki sepeda air dan menghabiskan waktu untuk berkeliling area lokawisata.

Lokawisata Baturraden sebenarnya sangat luas. Area yang sudah kami kunjungi mungkin tak sampai 1% dari total keseluruhan luas area. Jika waktu lebih banyak, kita bisa mengunjungi air terjun pancuran telu dan pancuran pitu dengan mata air panasnya. Di Baturraden juga terdapat kebun raya yang baru saja diresmikan oleh “mantan” Presiden Megawati pada Desember 2015 lalu.
 
Pemandangan Lokawisata Baturraden
Pemandangan Lokawisata Baturraden
Pemandangan Lokawisata Baturraden
Pemandangan Lokawisata Baturraden

Pukul 4 sore, kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di Lokawisata Baturraden. Kami harus mengejar jadwal keberangkatan kereta pukul 17.30 untuk kembali ke Semarang. Agak mepet sebenarnya waktunya karena kami akan naik angkutan umum. Sepanjang mata memandang, tidak terlihat satupun taksi di sana. Yang ada adalah angkot berwarna hijau. Ternyata angkot yang ini pada saat peak hour (menjelang tutupnya lokawisata pukul 17.00) hanya mengantar sampai terminal bawah yang masih terletak di Baturraden juga. Sebagian besar pengunjung memang berangkat dalam rombongan dengan bus-bus besar. Bus-bus ini hanya bisa parkir maksimal di terminal bawah karena terminal atas, tempat lokawisata berada, jalanannya sempit dan cukup curam.

Untuk menuju Purwokerto pada saat seperti ini, tersedia angkot berwarna kuning (semi hijau). Sayangnya, jumlahnya jarang dan menunggu penuh dulu baru berangkat. Kami agak deg-degan juga saat itu takut ketinggalan kereta. Tarif menuju Purwokerto adalah Rp10.000 per orang. Kami diturunkan di pertigaan Langen karena angkot akan menuju arah terminal bus. Dari pertigaan Langen, kami menyeberangi jalan dan naik angkot berwarna oranye. Angkot ini mau mengantar ke stasiun kereta dengan tarif Rp15.000 untuk kami berdua. Tidak terlalu mahal. Kata sopirnya, penumpang yang menuju stasiun sangat sedikit, jadi sebagian besar angkot tidak melewatinya. Sebenarnya ada angkot dari terminal bus menuju stasiun, tapi di hari libur dan sudah sore, biasanya sudah tidak beroperasi. Sementara itu jika dari stasiun, angkot hampir pasti selalu ada saat jadwal kedatangan kereta.

Total waktu perjalanan kami dari Baturraden menuju stasiun kereta adalah sekitar satu jam. Masih ada cukup waktu sebelum jadwal keberangkatan kereta api kami. Pukul 17.30, kami berangkat menuju Semarang. Tidak seperti saat berangkat, suasana kereta saat itu relatif kosong. Seperti biasa, si kecil sibuk berjalan-jalan di kereta api sembari ditemani ayahnya.

Satu hal lagi, jalur kereta api Purwokerto-Slawi-Tegal ternyata menyajikan pemandangan yang sangat memesona. Tidak kalah dengan pemandangan di jalur Cikampek-Bandung-Tasimalaya. Bahkan, menurut saya goncangan kereta relatif lembut tidak seperti di jalur pantura. Banyak jembatan yang dilalui juga menggunakan model bak bukan konstruksi baja pada umumnya. Jadi tidak bising saat kereta melaluinya.



Sekian dulu perjalanan singkat kami selama dua hari di Baturraden. Meskipun hanya sebentar, namun saya sangat puas karena bisa benar-benar memiliki quality time bersama anak mengingat kami tinggal berbeda kota. Esoknya ketika dia terbangun dan saya sudah berangkat kembali ke Jakarta, untuk pertama kalinya si kecil menangis mencari-cari saya. Senang rasanya. Dia sudah mulai mengenali ayahnya :D

ARTIKEL TERKAIT:

13 comments:

  1. gw ga tega makan kelinci, bayangin mukanya :'(

    ReplyDelete
  2. ya ampun ini tempat wisata jaman gw SD diajak alm bokap kesini loh, masi ada yah ternyata

    ReplyDelete
  3. dulu aku juga gitu, waktu ada tahun baru, makan sate kelinci dan gak tega bener dah...

    ReplyDelete
  4. makasih ia kawan ku yang baik hatinya dan tidak sombong, aku doa kan selalu
    semoga saya dan anda sehat selalu dan dimudahkan rejekinya. Salam Kenal ia.
    harga viagra
    viagra asli
    beli viagra
    vimax
    obat pembesar penis

    ReplyDelete
  5. wah emang seru gan klo maen sepeda air disini , kmrn ane ga bosen - bosen kesana :D

    Oh ya buat sekedar rekomendasi aj yang belum pernah kesana , kmrn ane beli tiket di sini . Harga nya paling murah gan di banding yang lain. Mungkin bisa di coba ya :D

    ReplyDelete
  6. Terima kasih untuk berbagi di sini
    saya sangat senang untuk membaca ulasan Anda
    Saya harap Anda memberikan topik yang bermanfaat untuk semua orang.

    Baca Juga Artikel Menarik :


    Vimax

    Khasiat Vimax

    Ciri Vimax Asli

    Alat Pembesar Penis

    Obat Pembesar Penis

    Cara Memperbesar Penis

    ReplyDelete
  7. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website kami www.kumpulbagi.com atau www.facebook.com/kumpulbagi/ untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  8. Mbak, sama sekali gak bisa pake stroller ya? Anakku big size soalnya . . . Dan blm waktunya jalan. hikz

    ReplyDelete
  9. Mbak, sama sekali gak bisa pake stroller ya? Anakku big size soalnya . . . Dan blm waktunya jalan. hikz

    ReplyDelete
  10. I think that iss one of the so much important info for me.
    And i’m happy reading your article.Cara mengeringkan borok akibat diabetes

    ReplyDelete
  11. Pemandangannya sungguh indah, saya jadi ingin berkunjung ke sana.
    iklan gratis

    ReplyDelete