Monday, January 23, 2017

Pengalaman Pertama Ikut Tes IELTS

Hallo 2017! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman ikutan tes IELTS. Ini lebih tentang teknisnya sih... Bukan ke materi tesnya. Soalnya kalo tentang itu, saya juga masih perlu banyak belajar. Hehehe...


IELTS atau International English Language Testing System adalah salah satu tes kemampuan bahasa inggris yang cukup terkenal selain TOEFL. Biasanya kita ikutan tes ini untuk tujuan spesifik, misalnya sebagai syarat kuliah atau bekerja di luar negeri. Kalau nggak punya tujuan spesifik tapi ikutan tes ini ya boleh-boleh aja sih,,, asalkan harus rela ngeluarin duit sebesar Rp2.850.000,00. Hah??!!! Hampir TIGA JUTA!!! Iya bener. Tes IELTS emang mahal. Jadi pastiin kita udah punya "alasan kuat" sebelum mengikutinya dan syukur-syukur udah belajar juga. Harga segitu sebenernya beda-beda tipis sama Tes TOEFL IBT. Cuman kalo TOEFL kan sebagai latihan masih bisa ikutan yang PBT, baik yang institutional atau yang prediction. Nah, kalo IELTS, enggak ada versi trial-nya. Kalo mau latihan ya belajar sendiri, atau ikutan kursus IELTS Preparation. Di LBI UI ada tuh kelasnya. Kalo nggak salah sekitar Rp1,6 juta per tingkat. Total ada tiga tingkat. Kalo mau yang lebih mahal pastinya banyak, langsung kursus di IALF contohnya. Kalo di sini biayanya Rp4jutaan.

Untuk mengikuti tes IELTS, yang pertama kita harus daftar di webnya IALF. Di situ tinggal kita ikutin aja petunjuknya mulai dari pilih kota dan jadwal, lanjut ke prosedur pendaftaran dan pembayaran. Lengkap semuanya. 

Monday, February 15, 2016

Wisata Bersama Keluarga ke Baturraden (2)

Naik pesawat Fokker F28 menjadi menu pembuka pada kunjungan kami ke Lokawisata Baturraden. Anak kami yang kini sudah terbangun dari tidurnya, terlihat sangat antusias. Kami mengajaknya naik beberapa komedi putar dengan membayar tiket tambahan sebesar Rp5.000-10.000. Salah satu yang dia naiki adalah kereta mini. Saya ikut serta menemaninya. Rasanya seperti memasuki mesin waktu. Hampir dua puluh tahun lalu saya terakhir kalinya pergi ke tempat ini. Salah satu yang masih saya ingat adalah saat itu saya menaiki kereta mini ini. Saya senang sekali saat itu. Kini saya kembali ke tempat yang sama dan (mungkin) menaiki kereta mini yang sama. Namun kini saya sudah bukan anak-anak lagi. Bahkan sudah menjadi orang tua. Duuhh… Jadi rindu masa kecil yang bahagia. Hehehe…

Setelah mencoba komedi putar, kami berjalan menyeberangi jembatan kembar. Jembatan ini menyeberangi sebuah sungai dengan air terjun kecil pada salah satu sisinya. Area sungai ini ramai pengunjung, bahkan sebagian di antara mereka ada yang berenang di dalamnya. Di tempat ini pula terpasang papan pengumuman kalau sewaktu-waktu bisa datang banjir dari atas kala turun hujan.
 
Lokawisata Baturraden

Sunday, February 14, 2016

Wisata Bersama Keluarga ke Baturraden (1)

Akhir pekan lalu saya bersama istri dan buah hati kami pergi ke Baturraden yang terletak di Kabupaten Banyumas. Baturraden dapat diakses dengan mudah dari Purwokerto. Sementara itu untuk menuju Purwokerto dari Semarang, dapat menggunakan transportasi bus, travel, atau kereta api. Kami memilih naik kereta api dengan pertimbangan agar anak kami bisa berjalan-jalan selama di perjalanan maupun saat singgah di stasiun antara. Namanya anak kecil, kalau diam terlalu lama dia akan bosan.

Satu-satunya kereta api yang melayani rute Semarang-Purwokerto adalah KA Kamandaka. Setiap harinya, terdapat tiga kali keberangkatan KA Kamandaka dari dan menuju Purwokerto. Dari Stasiun Semarang Tawang maupun dari Purwokerto, kereta memiliki jadwal keberangkatan yang sama, yakni pukul 05.00, 11.00, dan 17.30 dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Kami memilih jadwal perjalanan paling pagi untuk menuju Purwokerto. Harga tiket sekali jalan antara Rp60.000-90.000 per orang. Anak kami tentu tidak dikenakan biaya karena usianya masih di bawah tiga tahun namun dia tetap diharuskan mempunyai tiket agar namanya tercantum dalam manifest. Selama perjalanan, kereta akan singgah di Stasiun Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Slawi, dan Bumiayu.
 
Lokawisata Baturraden

Sunday, January 24, 2016

Kereta Api Penumpang Terpanjang di Indonesia

Minggu lalu saya berkesempatan naik Kereta Api Kertajaya Tambahan untuk perjalanan dari Jakarta menuju Semarang. Kereta api ini diluncurkan untuk mengatasi lonjakan penumpang pada saat libur natal dan tahun baru. Tadinya saya kurang begitu tertarik menaiki kereta api ini karena saat itu harga tiketnya hampir dua kali lipat dari Kereta Api Tawang Jaya yang biasa saya naiki. Tapi pembicaraan dengan penumpang lain pada saat saya pulang ke Semarang beberapa pekan sebelumnya membuat saya tertarik mencoba naik kereta api ini.

Kereta Api Kertajaya Tambahan ternyata bukan hanya sekadar kereta api penumpang biasa. Kereta api ini memiliki 14 gerbong penumpang  sehingga total dapat mengangkut 1.484 penumpang sekali jalan (masing-masing gerbong berkapasitas 106 penumpang). Luar biasa! Normalnya kereta api penumpang di Indonesia hanya terdiri dari 8 gerbong penumpang saja. Beberapa kereta api kelas campuran Ekonomi-Bisnis-Eksekutif (KA Gumarang, Harina, dsb) secara total paling hanya mengangkut 12 gerbong saja.
 
KA Kertajaya (Tambahan)


Saturday, January 23, 2016

Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya

Bandara Juanda (Kode IATA:SUB) terletak di selatan Surabaya atau tepatnya di Kabupaten Sidoarjo. Bandara ini memiliki dua buah terminal, yakni Terminal 1 yang melayani penerbangan domestik selain Garuda Indonesia dan Air Asia, serta Terminal 2 yang melayani penerbangan domestik khusus kedua maskapai tersebut dan seluruh penerbangan internasional. Bandara Juanda juga merupakan bandara tersibuk kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Pada tahun 2013 lalu, pergerakan penumpang sudah mencapai 17 juta penumpang per tahun. Terminal 1 yang sebenarnya masih lumayan baru karena dibuka pada tahun 2006 sudah terlihat sangat overload. Kapasitas terminal yang terletak di sebelah utara runway ini hanya untuk 6 juta penumpang per tahun.

Pada tahun 2014 lalu, diresmikan Terminal 2 Bandara Juanda yang didirikan di bekas bangunan terminal lama (sebelum dibangun Terminal 1), yakni di selatan runway. Terminal 2 ini dibangun dengan konsep modern meskipun kapasitasnya tidak terlalu besar, yakni hanya dapat menampung 6 juta penumpang per tahun. Bangunan terminal ini dibangun untuk sekadar mengurangi kepadatan Terminal 1. Sementara itu, pada tahun 2016 ini akan dimulai tahapan pembangunan Terminal 3 yang diharapkan dapat membuat kapasitas Bandara Juanda menjadi 75 juta penumpang per tahun.
Terminal 2 Bandara Juanda